
Untuk urusan sebuah jodoh itu sudah kehendak ilahi. tapi membayangkan putrinya harus berjodoh dengan seorang putra yang memiliki ibu seperti ini harus dipertimbangkan lagi.
" Syaaa cintamu sungguh rumit. kasihan sekali kau nak" gumam mamahnya Meisya.
" assalamualaikum... mah aku pulang" teriakku saat sudah di depan pintu . sudah menjadi kebiasaan berteriak seperti itu padahal ibuku tak pernah kemana- mana.
" waalaikum salam ... masuklah ibu disini" teriak beliau pula.
maka bertemulah kami diruang keluarga tempat kami bercengkrama.
" cape ya..!!"
" cape sekali mah...panas ,,haus,, mana jam terakhir kimia,, aduhhhh pusing kepalaku" ocehku sambi menyandarkan kepalaku dipundak mamah.
" kasihaaan... makan dulu baru istirahat"
" baiklah"
" Sya.. bagaimana kabar Lulu. sudah lama gak datang kesini"
" dia baik,, sehat tetap cerewet tapi kini jarang pulang bareng"
__ADS_1
" kenapa?? apa kalian bertengakr??"
" nggak,, "
" lalu kau pulang sama siapa??"
" kadang sama Rama" ucapku pelan penuh keraguan.
" kalian sudah pacaran?? padahal kau baru saja putus sama Irfan" gerutu mamah
" pacaran sih enggak tapi kami sudah tahu perasaan masing - masing"
" bisakah kalian jaga jarak??"
" kalian itu masih kecil baru kelas 2 SMA. jangan terlalu serius"
" ah mamah kayak gak ngalamin masa muda"
" emang mamah gak kaya gitu. pertemuan ke 3 langsung lamaran langsung nikah terus punya kamu " jawab mamah enteng. aku segera beranjak berlalu meninggalkan mamah. aku tak ingin ada yang mengusik tentang kedekatanku bersama Rama. aku tak ingin ada yang menodai kebahagiaan yang baru saja aku raih bersama Rama. meskipun itu mamahku. aku sedang menikmati semua proses , semua penantiaan yang telah ku lewati dengan begitu susah payah . aku mencintainya... aku ingin semua tahu bahwa aku sangat mencintainya.
hingga malam tiba aku tak beranjak dari kamarku. aku sedang ingin sendiri merenungi hari yang telah dilewati bersama dia. terbayang semua kehawatiran dimatanya,,,
__ADS_1
" sebenarnya apa yang sedang terjadi ?? harusnya kau bicarakan semua kemelut yang sedang kau rasakan. apa gunanya kau mencintaiku jika kau menyembunyikan sesuatu . harusnya kau jujur bukannya selalu bilang tak ingin kehilanganku. percayalah aku tak akan meninggalkanmu meskipun aku tak bisa janji untuk itu" ucapku dalam renungan.
" tok...tok" suara ketukan pintu dari luar kamar.
" Meisya...kau sudah tidur??"
" belum mah,, ada apa??"
" bisakah keluar sebentar ayahmu ingin bicara"
" baiklah" jawabku meskipun sebetulnya enggan tuk beranjak.
" duduklah" kata ayah setelah aku berdiri tegak dihadapannya,, akupun menuruti perintah beliau.
" katanya sekarang sudah punya pacar,, coba cerita kayak apa calon mantu ayah"
" ayahhh gak usah berlebihan deh,,, kami baru pacaran bukan mau nikah besok,, calon mantu segala!!" hardik manjaku pada ayah.
" katanya sudah dekat kalau masih pacaran jangan terlalu dekat. apa nanti kata orang,, lagian kalian masih sekolah nanti kena peringatan dari sekolah"
" ayahhh,,, gak gitu juga. dekatnya sebatas jalan bareng pulang sekolah, dikelas juga kami bisa jaga jarak gak selalu berdua. kadang kami ngobrol bareng temen yang lain. kalian gak usah terlalu hawatir Meisya juga bisa jaga diri kok"
__ADS_1
" baguslah kalau begitu.. ayah percaya padamu. betulkan mah" ucap ayah begitu bijaksana. mamahpun mengiyakan dengan anggukan kepala. kamipun bersama berbagi cerita seperti biasanya. tapi tetap tak dapat dipungkiri ada sebuah pertanyaan besar dalam benakku kenapa tiba- tiba mereka menanyakan prihal aku dengan Rama?? padahal saat aku sudah jadian sama Irfan mereka biasa - biasa saja.