CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
ADA TAMU


__ADS_3

" tok..tok..tok" suara pintu terketuk . kemudian terdengar suara mamah mempersilahkan seseorang masuk kedalam Rumah.


" Sya ,, ada tamu"


" siapa?"


" Rama"


" bilang saja aku sedang tidur siang"


" tak baik ah bohongin tamu. lagian apa salahnya kau temui dia. kasihan lho dia jauh- jauh ngapelin kamu"


" mamah!!!"


" kalau bukan ngapelin lantas apa?" kata mamah tetap menggodaku.


" dia bukan pacarku,,, mamah harus tahu itu!!"


" sudahlah... apapun status kalian ,, kamu temui dia dulu"


Aku segera beranjak. ada rasa bahagia saat kutahu Rama yang datang kerumahku. ku rapikan rambutku,, sekilas aku bercermin melihat penampilanku.


" ok" kataku pada cermin setelah dilihat aku sudah rapi.


" hai.." sapaku saat sudah dihadapannya.


dia hanya menatapku.


" hello" tegurku pada dia seraya melambaikan tanganku didepan matanya. kemudian ia tersenyum manis kepadaku. ahhh lagi- lagi senyuman itu.


" maaf,, " ujar dia.

__ADS_1


" ada apa kau datang kesini??"


" pembicaraan kita belum selesai,,, waktu disekolah kau pergi begitu saja tanpa menghiraukan aku"


" apanya yang belum selesai,,, semua sudah kau katakan"


" iya,, tapi tak ada yang kau katakan"


" apa yang mesti aku katakan!!!"


" kau tak memberikan alasan kenapa saat ini kau berubah terhadapku"


" haruskah semua itu ada alasannya??"


" harus,, agar aku tahu dimana letak kesalahanku. agar aku bisa memperbaikinya"


" bisakah kita mengakhiri semuanya?"


" apa yang mesti di akhiri?? padahal semua kita baru akan memulainya?? atau jangan - jangan kau tak ingin melepaskan Irfan .??"


" Sya ... apa kau sudah mencintainya dan hendak mengabaikan cintaku?" ucap dia seraya lebih mendekat kepadaku. seperti biasanya ia tanpa izin menggenggam tanganku. ia mencium punggung tanganku. ada rasa nyaman yang semula sudah hilang karena keadaan.


" jangan lakukan ini" ucapku lirih begitu pilu. dia hanya menggeleng dan lebih erat menggenggam tanganku.


" jangan pergiii!! jangan acuhkan aku,, jangan biarkan cintamu untuk yang lain"


" kita tak bisa bersama, sebesar apapun cinta kita tetap saja kita tak bisa memperjuangkannya" ucapku memohon agar dia mengerti.


" aku mencintaimu sayang,,, aku tak bisa kehilanganmu"


" tapi aku tak bisa mengabaikan peraturan ibumu"

__ADS_1


" apa kau bersedia menungguku hingga aku menyelesaikan pendidikanku dan aku berhasil?"


" aku tak bisa janji apa- apa. mungkin saat kau sudah berhasil justru akan melupakanku dan mengabaikanku atau mungkin pula kau malah memilih Yolanda"


" Ya ampun sayangku.. kau sangat cemburu padanya ya,,"


" tidak!!" jawabku ketus


" tahukan cemburu itu kaya apa,,, aku juga begitu kalau kau sedang bersama Irfan"


" seneng ya liat aku cemburu"


dia hanya tersenyum menggoda.


" jahat!!" ucapku.


" kau yang jahat dan kejam!!!" elak dia


" maksudmu??"


" aku yang setiap hari diliputi rasa cemburu,,, diliputi rasa marah ,,, betapa tersiksanya aku" ucapnya serius sambil tak lepas memandangku.


" kau mungkin tak pernah tahu kalau setiap hari aku selalu membuntutimu ketika kalian jalan bersama, ketika kalian nonton , cari novel, bahkan ketika menjenguk Lulu, aku tak tahu Lulu sakit tapi karena aku membuntuti kalian maka aku juga sampai ditrumah Lulu"


" benarkah??" . ia tak menjawab dia hanya mengangguk pelan.


" bahkan Lulu tahu jika setiap hari aku membuntuti kalian saat pulang sekolah"


" kenapa Lulu tak pernah bilang?"


" karena aku melarangnya!"

__ADS_1


" kenapa aku tak pernah melihatmu?"


" karena disampingmu ada Irfan"


__ADS_2