CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
SEPENINGGAL MEISYA


__ADS_3

" kau tahu aku sakit dari siapa??" tanya Lulu pada Rama.


" sebenarnya aku tak tahu kalau kamu sakit"


" kok bisa kamu sampai kesini?"


" tadi aku melihat Meisya bersama Irfan . biasanya selalu bersama kamu tapi tadi kau tak terlihat... sumpahhh tak ada niatan untuk aku menguntit mereka . tapi entah kenapa kaki ini tak bisa dihentikan untuk mengikuti mereka. kau mungkin tak menyadarinya setiap hariii...saat kalian jalan bertiga ...saat kalian pulang sekolah...aku selalu mengawasi kalain dari kejauhan. rasanya itu sakittt sangat sakit tapi aku bisa apa"


" aku tahu Ram... aku menyadarinya. aku sering melihatmu mengikuti kami tapi aku tak


bisa bilang pada Meisya. bukannya aku tega liat kamu seperti itu tapi aku juga gak tega harus memutuskan kebahagiaan Irfan"


" aku mengerti Lu.."


" jika aku bilang pada Meisya apa yang selalu kau lakukan dibelakang dia,,, dia akan langsung memutuskan Irfan dan menunggu kau tanpa henti. kasihan Irfan yang sudah selalu berusaha mengerti Meisya. Meisya tak akan memikirkan posisi Irfan jika sudah dihadapkan pada mu Rama"


" sebenarnya dia cinta gak sih sama Irfan??"


" aku tak Tahu ,,, itu sudah menjadi haknya dan aku tak bisa menanyakan alasannya."


" bagaimana ia dikelas , apa dia murung??" tanya Lulu.

__ADS_1


" dia menjaga jarak dengan teman - temannya. seakan dia tak nyaman ada dikelas sekarang . mungkin karena kau tak sekelas dengan dia"


" bugitu ya,,,mungkin pula karena ia diacuhkan olehmu" sindir Lulu.


" aku bukan mengacuhkannya...tapi aku takut jika aku terlalu memperhatikannya ,,, Irfan berpikiran lain tentang aku"


" ahhh kalian itu terlalu rumit:"


" ini salahku..." kata Rama.


" saat di kelas sebenarnya ingin aku mendekatinya...ingin aku mengembalikan keadaan seperti dulu lagi tapi aku takut Irfan bahkan teman - teman yang lain berprasangka yang tidak -tidak"


begitulah penjelasan Rama.


Rama pun berpamitan.


" cepet sembuh ya... kasian Meisya,,, dia kelihatan murung tanpa kamu."


" ternyata kamu itu perhatian banget sama Meisya"


" tapi dia tak pernah mengerti... dia tak pernah tahu bagaimana perhatiannya aku sama dia"

__ADS_1


" sabarlahhh,,, suatu saat mungkin dia akan mengerti".


Maka pulanglah Rama dari rumah Lulu.


ada rasa lega dalam hatinya karena Lulu tahu bahwa setiap hari ia selalu mengikuti mereka bertiga. bukan...bukan ia hendak menghancurkan hubungan mereka. Rama terlalu baik untuk melakukan hal licik seperti itu. Bagi Rama asalkan Lulu mengetahuinya itu sudahlah cukup. biarpun Meisya mengatakan ia mengacuhkannya , setidaknya ada yang tahu bahwa ia masih memperhatikannya.


" Meisyaaaa,,, beginikah namanya jatuh cinta?? inikah cinta pertamaku? tapi sayang... cinta pertamaku harus kandas tanpa dimiliki" gumam Rama.


sampailah ia dirumahnya. Rumah yang memaksanya harus pura - pura ia tak ada apapun. harus berusaha menyembunyikan segala kegalauan yang dirasa. ia tak ingin Kania mencemaskannya, apalagi membuat Ibunya kecewa.


" baru sampai ya?" sahut ibinya


" kemana dulu jam segini baru dirumah?" tanyanya lagi.


" aku nengokin dulu temen yang sakit" jawab Rama.


" benerrr?" tanya beliau masih tak percaya .


" kapan aku bohong sama ibu"


" ya sudahhh,,, bukan ibu tak percaya sama kamu,,, ibu takut kamu kelayapan diluar tanpa tujuan yang jelas"

__ADS_1


" Rama takkan seperti itu mah"


" baguslahh.. ibu percaya sepenuhnya padamu."


__ADS_2