
" seandainya kau tak menitipkan ini untuk dia aku tak ingin hari ini ke sekolah" gerutu Lulu masih diselimuti kesedihan karena sahabat baiknya itu. meskipun ia sedang tak berselera ia tetap saja melangkahkan kakinya ke sekolah.
awan mendung menyelimuti pagi ini . sampai disekolah ia langsung mencari sosok Rama. ia tahu akan ada lagi penderitaan yang diderita oleh Rama karena kepergian sahabatnya itu.
" Rama sudah datang??" tanya Lulu saat memasuki kelas Rama.
" belum .. bentar lagi mungkin"
tak lama kemudian orang yang ditunggu hadir didepan Lulu. dia berwajah sendu, aura wajahnya penuh pilu, sinar matanya penuh derita. Lulu miris melihat semuanya apalagi kini ia harus mengatakan bahwa kekasih hatinya telah pergi meninggalkan semua yang menjadi kenangannya.
" Luuu" sapanya dengan senyum yang dipaksakan.
__ADS_1
" haiii... kau sehat?? jangan seperti ini!! kau harus kuat!!!" ucap Lulu memperingatkan.
" aku baik - baik saja" bohongnya pada Lulu
" kau harus kuat mendengar apa yang hendak aku bicarakan"
" apa itu?!!! cepat katakan Lu"
" hari ini Meisya pindah. ayahnya pindah keluar kota. dia nitip ini buat kamu. kau harus kuat,,, kau harus bisa menerima kepergiannya". kata Lulu penuh nasehat.
" jangan pergiiii" teriaknya dengan keras saat ia sudah menjauh dari area sekolah.
__ADS_1
" kenapa kau setega ini terhadapku??? aku mencintaimu,,, aku tak sanggup jauh darimu apalagi dengan seperti ini. jangan biarkan luka kita tanpa kita sembuhkan. biarkan aku mengobati semua penderitaanmu. jangan biarkan kau sendiri yang bangkit tanpa aku membimbingmu. " jerit hatinya lagi. kemudian ia memberanikan diri membuka surat yang tadi dititipkan pada Lulu
*Teruntuk kekasih hati yang tak bisa kumiliki..
Aku pamit...maafkan atas kepergianku... mungkin ini cara terbaik untuk kita agar tak lagi terbelenggu dengan cinta yang selalu gagal untuk diraih. aku tahu kau masih terluka dan kini akan kembali terluka karena kepergianku. jangan pernah berpikir aku tak merasa sedih,,, kini hatiku seakan remuk terpatahkan. menjauhimu...membiarkanmu sendiri,, membiarkan cintaku terhempas ,, bagitu membuat batinku terluka. semoga saja waktu bisa menyembuhkan segala kelukaan dihati kita. mungkin dengan waktu pula bisa meredupkan cinta kita.
kau harus bangkit,,,, kau tak boleh terlalu lama terlena dengan segala kelukaan ini.. kau harus kuat dan yang terpenting kau harus menjadi Rama yang selalu ibumu harapkan*.
MEISYA WIJAYA.
Bergetarlah seluruh badan dia. kini ia sudah benar - benar kehilangan pujaan hatinya. ia semakin tak karuan . kemarahan , kekecewaan, penderitaan semua terpancar dalam jiwanya. Rama mengambil jalan menuju rumahnya. ia meninggalkan sekolah . ia tak peduli dengan semuanya. hingga sampai dirumah ia tak lagi menghiraukan kehadiran ibunya. ia ambruk di kamarnya,,, menangis pedih meratapi kepergian kekasih hattinya. ia kecewa dengan kehidupannya,,, ia pasrah tak ada lagi harapan yang mesti ia perjuangkan. ia membiarkan semua terjadi tanpa bisa melawannya. ia pasrahhh,,, ia menjadi pesakitan. ia sakit dan itu sakit karena perasaan di hatinya. kemudian ibunya merasa cemas melihat kenyataan putranya harus seperti ini.
__ADS_1
" kau kenapa??? apa yang sakit,, cepat katakan pada ibu!! atau kita langsung ke Rumah sakit??" tanya beliau diatas kecemasan yang tiba- tiba merasuki jiwanya.
" jangan!!! biarkan aku seperti ini. karena sakitku disini!!! tak ada obatnya karena obat yang sesungguhnya telah tiada" jawabnya sambil menunjuk sakit sebelah hati.