CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
PERNYATAAN CINTA


__ADS_3

Sepeninggal ketidakpastian sikap Rama terhadap hatiku,,, sikapku berubah. Kata Lulu aku menjadi sosok yang pendiam. tak lagi ceria seperti dulu.


" Sya..kau putus sama Rama ya??" banyak yang mempertanyakan hubunganku dengan Rama. aku hanya tersenyum . sebenarnya apa yang mereka pertanyakan toh dari dulu juga kita bukan pasangan kekasih. kenapa sekarang mesti disebut ' putus '.


Sekarang aku sering berdiam diri di kelas bahkan ketika jam istirahat tiba , untuk melangkahkan kaki hanya sekedar ke kantin pun aku sangat malas. aku tak ingin berpapasan dengan Rama. memang aku masih merindukannya tapi sakit hatiku lebih tidak mengizinkanku untuk bertemu dengannya.


" Sya ..kamu gak kekantin?" tanya sindy


" nggak ah sin" jawabku datar.


kemudian terdengar suara petikan gitar dikelasku. semua mata meliriknya termasuk juga aku. Irfan...lagi lagi dia . menyanyikan lagu romantis dengan suaranya yang semakin mempesona. semua terdiam,,, semua membisu. terfokus pada nyanyian Irfan yang begitu mendayu- dayu.


tepuk tangan kami pun selalu menjadi penghargaan buat Irfan tatkala ia usai menyanyikan setiap lagu.

__ADS_1


aku hanya tersenyum kepadanya ketika tatapan ia tak lepas dari wajahku.


" Lagu ini aku persembahkan buat kalian semua. semoga kalian terhibur. dannnn lagu ini aku persembahkan special buat seseorang yang telah membuatku jatuh cinta di awal berjumpa. seseorang yang membuatku jatuh cinta dipandangan pertama. seseorang yang kukagumi sekaligus ku cintai...Meisya Wijaya...aku mencintaimu"


semua terbengong,, semua terdiam kaku, semua terpana daaan semua serempak menatap kearahku. aku tak percaya dengan apa yang kudengar. aku tak percaya ini akan terjadi. aku tak percaya tebakan Lulu menjadi kenyataan. aku tak bisa berkata - kata. ingin aku segera berlari meninggalkan kelasku. tapi Lulu mencegahnya.


" tunggu duluuu,,, jangan- jangan yang selama ini ngasih kejutan rahasia pada Meisya itu kamu Fan?" tanya Bima seolah mewakili semua yang ada disana.


" gimana Sya???" tanya Irfan seraya tetap memandangku


" Terima...terima...terima...!!!!" teriak anak- anak dikelasku. kecuali Lulu yang tak ikut teriak meminta aku menerima cinta Irfan karena hanya Lulu yang tahu seperti apa hatiku saat ini.


wajahku memerah terasa panas entah karena marah atau malu. yang kusadari saat ini lagi- lagi aku dihadapkan pada sosok sang pengecut. Baik Rama Maupun Irfan sama - sama dihadapkan pada rasa takut sebelum menjalaninya. aku muak ,,, aku tak ingin membuka hatiku untuk saat ini. aku ingin menata hati tanpa mereka. aku akan mengembalikan hatiku seperti sebelum aku mengenal Rama dihatiku. aku tak akan membuka hatiku untuk siapapun setidaknya untuk saat ini.

__ADS_1


Aku hanya tersenyum pada mereka . aku ingin berteriak lantang pada Irfan gara - gara dirinya Rama meninggalkanku. Gara - gara sikap pengecut Irfan yang membuat Rama mengacuhkanku. tapi aku tak bisa melakukannya.


" benarkan dugaan aku" kata lulu pelan


" iya,,, "


" gimana Sya...kamu sudah siap menerima orang lain??"


" Lulu.... hatiku belum sembuh.. aku masih berduka. aku baru saja menutup hatiku dari Rama masa sekarang aku sudah harus membukanya bagi Irfan" jelasku pada Lulu


" tapi Irfan lebih berani daripada Rama kan??"


" tapi cintaku sudah memilih berlabuh untuk Rama Lu" jawabku pada Lulu yang dibalas dengan anggukan kepala Lulu.

__ADS_1


__ADS_2