
" Lu..dia masih gak sekolah. mungkin dia benar - benar sakit parah" kataku penuh hawatir.
" kapan kau akan menjenguknya??"
" aku tak tahu. aku takut ibunya justru akan marah jika aku kesana"
" mungkin kalau kau pergi dengan Irfan dia takkan marah"
" tidak!!! aku tak akan kesana sama Irfan. kalau aku kesana sama Irfan mungkin aku akan menyakiti hatinya"
" baiklah,,, nanti sore kita memberanikan diri jenguk dia. apapun tanggapan ibunya pada kita ,,kita hadapai" ujar Lulu ngasih semangat.
" bener kita nekad saja???" tanyaku masih ragu.
" ya,, mari kita kesana!!"
Sore hari Lulu tak jua datang kerumahku. aku semakin tak karuan.
" ada apa dengan dia??" tanyaku entah pada siapa. aku ingin menjenguknya hari ini juga. tapi Lulu malah membuat aku waswas.
terdengar bunyi tlp mengagetkanku . ternyata Lulu.
" maaf...aku gak jadi nemenin kamu,, baru saja mau berangkat kesana ,,, datang saudara mamah dari ...aku tak enak meninggalkan mereka" kata Lulu penuh penyesalan.
__ADS_1
" ya gak apa- apa."
" bener kamu gak apa - apa??"
" iya,, tenang saja !!! kalau mau aku jadi berangkat kalau masih ragu aku gak jadi pergi" kataku agar Lulu tak merasa bersalah. padahal sesungguhnya dari hati terdalamku aku ingin segera kesana.
mondar mandirlah diriku!!! ku pegang alamat yang diberikan kania padaku,,, kutatap berkali - kali... kubaca sampai diluar kepala aku menghapal alamat itu. antara pergi atau tidak masih menjadi pemikiran. takutnya sampai disana ibunya Rama yang membuka pintu dan aku harus bilang apa?????.
" ahhhh gimana nanti saja,,, yang penting hari ini juga aku harus menjenguknya!!!" ujarku setelah sekian detik aku terdiam berpikir.
akupun segera pergi menuju tempat yang tertera di kartu nama Kania. sepertinya keraguan ini sudah berlalu diganti dengan kerinduan yang begitu menggebu.
sampailah aku di depan pintu sebuah rumah yang tertera di kartu nama Kania.
" waalaikum salam.." sahut dari dalam sembari tak lama pintu pun terbuka.
" kak Meisya!!!" sambut seseorang dengan begitu antusias. ia tersenyum senang sambil menghampiriku.
" akhirnya,,, kakak datang juga" katanya sambil meraih tanganku dan mengajakku masuk kerumah.
sepiii sekali rumah ini. mungkin karena salah satu penghuninya sedang sakit.
Aku diam diruang tamu ,,, semetara Kania mungkin sedang memberitahu kedatanganku pada Rama. terpajang foto - foto anggota keluarga penghuni rumah ini.
__ADS_1
" mungkin ini ayahnya Rama" ucapku dalam hati saat kulihat sebuah foto yang persis seperti raut wajah Rama.
" Rama senior" ucapku sambil tersenyum.
" dan ini foto dia" ucapku lagi seraya memandang fotonya yang terlihat begitu mempesona. tak dapat ku gambarkan betapa gagahnya ia di foto itu.
" kejutaaaaan" tiba - tiba suara Meisya mengagetkanku. dan orang disampingnya terlihat benar - benar terkejut melihatku.
" silahkan kalian menikmati waktu bersama"
ujarnya sembari ia berlalu begitu saja dari hadapanku.
sesaat suasana kembali hening. seolah dia tak percaya ini aku. ia menatapku dengan penuh rindu seperti biasanya . ia terlihat sangat pucat. aku bersalah benar - benar merasa bersalah karena baru hari ini menjenguknya.
" benarkah itu kau...atau aku sedang berhalusinasi karena terlalu membayangkanmu?" tanyanya masih saja tak percaya.
aku mengangguk. mengiyakan kata - katanya.
diapun duduk disampingku tanpa kusuruh.
" kau sakit apa?"
" kata dr aku kecapean,, padahal aku tak merasa capek,, hanya saja seluruh tubuhku terasa begitu rapuh" ucapnya pelan.
__ADS_1