
Kabar pernyataan cinta Irfan terhadapku menjadi buah bibir di sekolah. bahkan sebagian guru pun mengetahuinya. Rama pun mengetahuinya. dan ia semakin menjauh dariku. semakin jauh jarak antara aku dan dia, semakin jarang pula aku bertemu dengannya. sesekali kami hampir berpapasan tapi kami seolah menghindar satu sama lain.
aku sudah menutup hatiku dari Rama. aku sedang meniti hatiku untuk menyembuhkan luka Cinta yang tak pernah dimiliki.
Hari ini remuk terasa dihati Rama. apalagi sahabat - sahabat terdekatnya selalu mengejeknya.
" kasihan deh ,,kamu kena tikung ya,,,"
" makanya kalau cinta jangan di tunda"
" kamu itu selalu bimbang makanya direbut orang"
" kalau sudah jadi milik orang susah lho " . begitulah candaan mereka. tapi meskipun cuma candaan itu terasa begitu menyakitkan.
Di akui Rama memang benar kata mereka. bahwa dirinya terlalu bimbang saat menimbang apa yang diarasakan.
" Rama...Ram.. ayo makan dulu" kata ibu Rama seraya mengetuk pintu. Rama hanya menggeliat seolah malas untuk beranjak.
__ADS_1
" ayo kita makan bersama . kania sudah menunggu di meja makan" ujar ibu nya Rama
" kalian makan duluan saja" kata rama.
" tidak,,,kita makan bareng- bareng. dari kemarin kau tak keliatan makan" ucap mamanya Rama.
dengan enggan rama mulai bangkit dan berdiri. ia membuka pintu kamar didapati ibunya yang sedang menunggunya.
" ayolahhh ..kita sudah lama tak makan bersama" ucap beliau. Rama hanya mengangguk .
hanya hening yang menemani mereka ketika makan . sesekali terdenga suara sendok yang terdengar beradu dengan piring. mereka fokus pada hidangan yang disajikan oleh ibunya Rama. hingga acara makan selesai tak ada dari mereka yang mengeluarkan sepatah kata pun.
maka duduklah Rama tepat disamping ibunya di ruang keluarga. Kania dari tadi tak banyak bicara . setelah selesai makan langsung menonton tv di ruang keluarga dimana kini Rama duduk bersama ibunya.
" ibu tahu... saat ini ada yang sedang kau pikirkan" tiba - tiba ibunya rama berbicara
" apa yang sedang mengganggumu nak?? apa yang sedang kau pikirkan??" tanyanya lagi
__ADS_1
tapi Rama masih saja bungkam.
" bicaralah!" perintah beliau
" tidak bu...Rama baik- baik saja" cuma itu jawaban Rama.
" tidak nak...kau tidak sedang baik- baik saja. ibu tahu dan ibu bisa merasakan . "
" buuu aku salahhhh,,,, aku melanggar peraturan ibu..." ucap Rama sambil tertunduk.
" peraturan yang mana?? coba tatap mata ibu.. kau laki- laki harus berani bukan menunduk seperti itu. bagaimana kau akan melindungi ibu dan kania jika kau penakut seperti itu"
" aku mencintainya buuuu,,, aku takut ibu marah" kata Rama penuh penyesalan. beliau memalingkan muka entah marah entah kecewa. Rama sudah menduganya.. pasti ibunya akan seperti ini.
" ibu selalu bilangkan... jangan dulu,,, set idaknya untuk saat - saat ini. nanti setelah kau memiliki pekerjaan,, dewasa,, memiliki penghasilan baru kau bisa memilih siapa yang kau cintai. ibu tak ingin hanya gara- gara kau pacaran semua pengorbanan ibu ,,semua harapan ibu musnah begitu saja"
" makanya buuu... aku tak berani bilang pada dia bahwa aku mencintainya bahkan sangat sangat mencintainya" jelas Rama takut jika ibunya kecewa lebih lama.
__ADS_1
" bagus lahh,,! sabarlah dulu nak ... jika sudah waktunya ibu tak akan melarang mu" kata beliau seraya memeluk Rama. dan Rama pun tak bisa untuk menyalahkan ibunya.