
Sesaat kami terdiam hanya ditemani sepi dan gejolak hati yang tak karuan.
" tante sudah memperingatinya saat tante menyadari kalau putraku mulai mencintai seseorang selain kami" dia sesaat terdiam seperti sedang mengenang seauatu.
" mungkin ia sangat kecewa memiliki ibu sepertiku. bukannya tante tak mengerti gejolak cinta remaja , tapi itu hanya cinta monyet semata. tante tak ingin putraku terjebak didalamnya. makanya tante berusaha menghalanginya dengan peraturan yang sudah ditentukan " .
Mendengar semua itu aku menjadi miris . untung saja bukan mamahku yang berpikiran seperti itu. aku bersyukur mempunyai seorang ibu layaknya sahabat buat anaknya.
" kau paham maksud tante?" tanyanya membuyarkan lamunanku.
" paham tante,,, tapi tanteu harus tahu aku dan Rama tak ada ikatan apa pun " .
" tante juga tahu tapi Rama mencintaimu. tante harap seberapa pun dia mencintaimu kau harus menghindarinya. dan tak peduli padanya. mungkin dengan berjalannya waktu dia bisa melupakanmu dan kembali seperti semula. fokus pada apa yang sudah menjadi kewajibannya" .
__ADS_1
" jahat!!!! kau ibu yang sangat kejam!!!" gerutuku dalam hati.
" baiklah tante ... aku akan berusaha melakukan semua keinginan tante meskipun aku akan menyakiti hatinya" jawabku tegas.
" terimakasih nak,,, terimakasih kau sudah memahami maksud tante. mungkiin jika kalian berjodoh kalian akan di persatukan kembali. tapi tidak untuk saat ini" katanya seolah menghiburku. tapi tungguuuu... aku berpikir ulang untuk berjodoh dengannya. apa mungkin aku harus berjodoh dengan Rama dengan sosok ibu seperti ini disampingnya?? . haruskah aku bertahan menunggu dia?? haruskah aku mengerti semuanya?? .
Kami pun berpisah setelah apa yang ingin dibicarakan ibunya tersampaikan sempurna kehadapanku. kini aku bimbang . masalah apa lagi ini???. hubunganku dengan Irfan belum benar tuntas ,, sekarang aku harus menata hati untuk melupakan sosok Rama yang sudah terlanjur terpaut dalam nadiku. aku tak ingin ada yang tahu semua ini meskipun aku tak sanggup memendamnya sendiri.
" lesu amat " sambut mamah setibanya aku di rumah.
" ganti baju sana!! lalu makan biar tenaganya pulih kembali"
" nanti saja,,, biarkan aku disini sebentar saja" jawabku sambil ku bersandar pada pundak mamah.
__ADS_1
" ada apa??" tanyanya seperti yang sudah mengira kalau anaknya sedang ada masalah.
" nggak,,, cuma cape biasa"
" ya sudah... tarik napas dalam- dalam keluarkan,, biar semua rasa capenya mereda" jawabnya sambil mengelus rambutku.
" terimakasih sudah menjadi ibu terbaik untukku... " ucapku lirih hampir saja aku menangis dihadapannya. tapi aku berusaha tegar . jangan sampai mamah melihat satu tetespun air mata ini. seberapapun aku sedih dan terluka aku tak ingin beliau tahu. kemudian aku segera beranjak pergi meninggalkan mamahku. aku tak ingin dia sampai curiga ada yang tak beres dengan kehidupanku saat ini.
Datang disebuah ruangan yang tak lain kamarku. kuhempaskan tubuhku,, perlahan aku mulai terisak. mungkin ini akhir dari kisah ku bersama Rama. harus darimana aku mulai semuanya. belum lama aku mendengar ia mengatakan perasaannya terhadapku padahal aku butuh waktu panjang untuk menunggu semua itu. tapi sekarang aku dihadapkan pada peraturan ibunya Rama.
" adakah jalan terbaik untuk semua ini??"
" haruskah aku menyakitinya lagi??"
__ADS_1
" ternyata cintaku harus sesakit ini" aku menjerit dalam hati. aku mencoba menenangkan diri tapi sakit dihatiku semakin dalam. aku mencintainya tapi cintaku tetap tak dapat dimiliki. aku tak dapat meraihnya, hanya luka yang didapat dari cinta yang tak dapat dimiliki.