
BRUUUKKK!!!! suara tubuh yang langsung dihempaskan diatas tempat tidur.kemudian ia membalikannya memandang langit - langit kamar yang membisu. tersirat kebahagiaan, harapan dan rasa yang merajai dihati yang entah harus diartikan sebagai rasa apa. karna yang dirasa,,,,hatinya kini dipenuhi dengan gejolak hingga bergemuruh dalam dada.
" aku bahagia....terimakasih untuk kebahagiaan hari ini" tiba - tiba saja rama bergumam sendiri
" betapa indahnya bola matamu,,,Meisya"
" bahkan raut wajahmu bersemu merah itu sangat menggemaskan"
" saat kau cemberut juga kau tetap cantik" lirih Rama seraya menerawang,, mengingat kembali kejadian tadi ketika mendapat hukuman karena kesiangan. ia pun melirik tangan yang tadi sempat menggengam tangan Meisya,, ia tersenyum. beribu kebahagiaan terlihat merona disinar matanya. hatinya berdesir lirih ,,, rasa ini..rasa yang baru ia temukan dikehidupannya. rasa yang untuk pertama kalinya dalam hidup singgah direlung hatinya.
__ADS_1
" ada apa dengan hatiku?" tanpa sadar ia bertanya entah pada siapa. kemudian segala rona bahagia dimatanya mulai meredup
" cie...cie...kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih" tita - tiba kania yang tak lain adalah adiknya Rama membuyarkan semua lamunannya.
" apaan sih de,,,bikin kakak terkejut saja" jawab Rama merasa malu
" kamu bisa saja" jawab rama
" ada yang kaka taksir?" tanya kania
__ADS_1
" ayo dong cerita" pintanya lagi memelas
" kamu ini selalu saja kepo,, sana ! kakak masih ada tugas sekolah. jangan ganggu kakak" usir Rama sambil menyuruh kania keluar dari kamarnya.
" awas ketahuan sama ibu ya" ujar kania sebelum pintu kamar Rama benar - benar tertutup.
kata terakhir adiknya begitu terngiang- ngiang ditelinga Rama. jika ini cinta , jika rasa ini benar cinta,, cinta untuk Meisya maka ia harus bertentangan dengan peraturan ibu. haruskah ia memilih? ketika hati tak bisa menentukan apa yang harus dipilih. ketika rasa bergejolak antara cinta dan pengabdian. ibuuuu,,, bagi Rama sosok yang tak akan pernah tergantikan . beliau yang memiliki segudang semangat yang mengharuskan dia untuk menjadi seorang kakak sekaligus panutan adiknya yaitu kania. yang mengharuskannya sukses agar menjadi panduan bagi kania. "kau harus sukses,,, pokuslah belajar,, jangan lirik sana sini. ingat ,, jangan dulu dekat- dekat sama perempuan" kemudian pepatah ibunya Rama bersahutan dibenak Rama. Rama menghela napas panjang. melepaskan semua beban yang ada dipikiran dan juga hatinya. sesaat kebahagiaan bersama Meisya melintas dibenaknya kemudian dihempaskan dengan kenyataan bahwa ibunya akan menentang semuanya. kebahagiaan itu mulai pudar. " andai saja ayah masih ada mungkin ibu takkan sekeras ini" gumam Rama. ia tak menyalahkan ibunya. ia sadar ini sudah tanggung jawabnya. sebagai anak laki - laki tertua dikeluarganya ia harus benar- benar tanggung jawab atas kehidupan ibu dan juga adiknya. apalagi ketika ayahnya telah tiada untuk selama- lamanya. " maafkan aku bu...maafkan aku ayahh,,semoga aku bisa menjadi yang kalian harapkan. doakan aku buu" lirih Rama dengan kesedihan yang tiba- tiba saja hinggap dihatinya.
" kania,,,semoga aku bisa menjadi kakak terbaikmu,, kakak akan tetap menjagamu apapun yang terjadi. ibuuu ,,Rama akan selamanya menjadi anak yang selalu ibu harapkan,, terimakasih bu...untuk segala perjuangan ibu selama ini." bisik hati Rama . ia merebahkan tubuhnya. berusaha menghilangkan segala rasa yang ada. ia mulai tertidur lelap dengan berjuta mimpinya
__ADS_1