
Sampai dirumah ,, Rama kembali murung. ia marah pada dirinya sendiri. setadinya Rama mengejar Meisya bukan untuk mengucapkan selamat . ia akan memperbaiki semua keadaan. ia akan melarang Meisya melanjutkan hubungannya dengan Irfan dan akan mencoba mengatakan yang sesungguhnya kalau ia mencintainya. tapi lagi - lagi ia diselimuti dengan keegoisan dan kepengecutannya.
" knapa harus mengucapkan selamat?"""
" dasar bodohhhh!!!!" makinya pada diri sendiri. kemudian ia menjatuhkan tubuhnya diatas kasur. ia merebahkan badannya yang terasa begitu kaku. dilihatnya tangan yang tadi terluka seolah sudah membaik karena sentuhan tangan Meisya.
" denganmu aku begitu nyaman... seandainya kau sabar menantiku Sya... aku takkan terpuruk seperti ini".
diluar hujan sangat deras sepeti ingin menumpahkan segala beban yang ada. begitupun diri Rama ,,, ia sesekali menangis menumpahkan Rasa kecewa, rasa sakit ,rasa perih karena cinta yang tak kunjung dimilikinya.
" sudahlah kak...jangan terlalu sedih..!" kata Kania yang tiba - tiba sudah ada dikamar kakaknya.
Rama tak menghentikan tangisannya ia terlalu pilu. cinta pertamanya tak seindah dalam novel cinta.
__ADS_1
" apa yang harus aku lakukan kak,,, apa aku harus mengatakan kalau kakak begitu mencintainya??"
" jangan...jangan lakukan itu!! kakak sudah terlambat. dia sudah menjadi kekasih orang lain. biarlah kakak menebus kesalahan kakak. biarkan dia bahagia"
" tapi aku gak tega lihat kakak seperti ini . baru kali ini kakak mencintai perempuan. makanya kakak tak berani menyatakannya karena kakak terlalu patuh sama ibu dan kakak belum punya pengalaman"
" setadinya ...mungkin Meisya akan sabar menunggu kakak. kakak pikir dia akan tetap bersama kakak meski kakak tak memberi kepastian hubungan kakak. kakak pikir dia akan mengerti perasaan kakak tanpa harus diucapkan langsung. dengan perhatian kakak,,, dengan kebersamaan kita tapi ternyata lain. dia sepertinya tak mau hubungan tanpa status" ucap Rama .
" Meisya itu perempuan ka... dan seorang perempuan itu butuh kepastian, aku juga sama kak,, aku akan meninggalkan seseorang jika tanpa kepastian" jelas Kania.
" apa mungkin Meisya tak mencintai Irfan?" tanyanya dalam hati.
" apa maksudnya dia menerima cinta Irfan kalau dia tak mencintainya??"
__ADS_1
Kania berlalu dari kamar kakaknya terbersit sebuah cara untuk menyembuhkan kesedihan di hati kakaknya.
" kau laki - laki tak boleh cengeng. masa hanya karena perempuan harus nangis segala" kata ibu nya Rama . ia Masuk kedalam kamar Rama setelah Kania beranjak dari situ. beliau mendengarkan pembicaraan anak - anaknya. beliau tak ingin anak sulungnya terpengaruhi oleh anak bungsunya.
" aku gak cengeng buuu "
" jika kamu cengeng bagaimana kau akan menjaga kania saat ibu telah tiada"
"apa maksud ibu??"
" ibu tak akan selamanya ada disamping kalian. terutama kau...kau harus kuat lebih dari Kania,,, ibu ingin saat ibu tiada kau tetap akan menjaganya meskipun kau sudah memiliki pacar bahkan istri"
" buuuu,,,, kalaupun Rama pacaran bukan berarti Rama akan mengabaikan Kania, apalagi ibu. Rama akan tetap fokus pada pelajaran, Rama akan tetap menyayangi kalian. bagi Rama kalian tetap yang paling utama,,, sampai kapanpun itu" jelas Rama.
__ADS_1
ibunya hanya berlalu begitu saja.
" maafkan nak... maafkan ibu... kau harus tumbuh dewasa sebelum waktunya karna tekanan dari ibumu sendiri" lirih ibunya dalam hati