
Irfan terlihat heran ketika ia melihatku satu bangku sama Rama. rasa cemburu dia begitu terpancar dari rona wajahnya.
" kenapa kau duduk sama dia? " tanyanya penuh curiga.
" aku kena hukuman . Rama juga." jawabku sambil tersenyum.
" hukuman apa?"
" tadi aku telat masuk kelas"
" memangnya kemana dulu. tadi kamu dikelas gak kemana - mana?"
" pas bel masuk aku kebelet mau ke toilet" jawabku bohong.
" trus Rama?" tanyanya menyelidiki
" dia juga telat masuk. bahkan lebih telat dari aku "
" memangnya dia kemana sampai telat lama"
" ya gak tahu" jawabku singkat
" ayo kita pulang" ajakku mengalihkan pembicaraan.
aku pulang bersama Irfan dengan penuh suka cita. rasanya bahagia sekali meskipun itu bukan karena Irfan. masih terbayang kejadian tadi,, dilorong antara ruang OSIS dan UKS, meskipun saat itu penuh tangisan tapi tatapan Rama mengubah segala kesedihan.
" kau senang sekali,, jarang lho kamu seceria ini"
" aku sedih di bilangin aku senang dicurigain . aku tak ingin terus- terusan sedih"
__ADS_1
" karena aku begitu peduli padamu"
" terimaka sihhhh" jawabku singkat.
sampai dirumah aku senyum- senyum sendiri. benar - benar bahagia. awan gelap dihatiku seketika berubah menjadi pelangi yang indah.
" Assalamualaikum... mah aku pulang!!" teriakku begitu riang
Mamah tak lama menghampiriku.
" segera sholat lalu makan"
" baik mah"
" habis itu ... kita jenguk Lulu. tadi pagi ibunya tlp Lulu harus dirawat ia terkena tipes" .
bagai disambar geledek,, kabar Lulu masuk Rmah sakit begitu mengagetkanku. semua kebahagiaan yang terjadi siang ini berlalu dengan adanya kabar itu. aku langsung lemas. selesai sholat aku mengajak mamah menjenguk Lulu.
aku menunggu hingga Lulu terbangun . sementara mamah dan ibunya Lulu mengobrol kesana kemari.
" Sya...kau disini" ucap lulu begitu pelan.
" iya ..aku disini. cepat sembuh ya... kau harus kuat". ia mengangguk perlahan kemudian mata ia terpejam lagi. kata ibunya sengaja dikasih obat yang efek sampingnya mengantuk agar pasien tak banyak gerak dan istirahat biar cepat pulih. tak lama kemudian mamah pamit tapi aku menolak ajakan pulang mamah.
" mamah duluan ya, aku nanti pulangnya. masih ingin temani Lulu" rengekku supaya mamah mengizinkan.
mamah pun mengiyakan setelah seabrek syarat- syarat yang harus kupenuhi. aku mengiyakan semuanya biar mamah tenang melepaskanku. tinggal aku sama ibunya Lulu yang menemani Lulu. ada perawat yang memeriksa Lulu kemudian mengasih resep yang harus di ambil oleh ibunya.
aku menunggu Lulu seoarang diri. ia begitu lemah. hilanglah semua keceriaan didirinya.
__ADS_1
" cepat pulih sahabatkuuu aku rindu keceriaanmu...aku tak ada teman tanpa dirimu" kataku sambil menggenggam tangannya.
ada yang masuk kedalam ruangan dimana ada Lulu bersamaku. kukira itu ibunya Lulu ternyata bukan.
" kau disini?" tanyaku antara bahagia dan heran.
" dia parah sekali ya? " dia mengabaikan pertanyaanku malah menghampiri Lulu.
" hb-nya rendah,,, tapi panasnya mulai stabil" jelasku menerangkan.
" kau sama siapa kesini?"
" sama mamah tapi dia sudah pulang"
" kirain sama Irfan" ucapnya datar
" dia tidak tahu kalau Lulu dirawat"
" kau tak memberitahunya?" pancing dia seolah ingin tahu segalanya. aku hendak menjawabnya tapi ibu Lulu keburu datang membawa seabrek obat.
" eh ada nak Rama.. sudah lama?"
" belum tante"
" makasih ya,,,kalian sudah repot- repot jengukin Lulu. kalian harus pada sehat. jaga kesehatan kalian"
" sama - sama tante." ucap kami hampir bersamaan.
" tante keluar dulu ya,,, kalian mau apa? Meisya tadi mamahmu bilang kamu sampai belum makan karena ingin segera kesini. kamu mau dibeliin apa buat makan?"
__ADS_1
" nggak tante ,,makasih. aku belum lapar"
maka berlalulah Ibunya Lulu. tinggal kami bertiga.