CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
SAKIT


__ADS_3

haciiiih,,,haciiih,,haciiiiiih... didalam kelas Rama terus bersin - bersin . aku seolah tak peduli. padahal aku begitu mencemaskannya.


" siapa yang terus - terusan bersin?" tanya bapak guru seraya menoleh kebelakang.


" Rama pak"


" apa kau sakit Ram?" tanya pak guru.


yang ditanya malah diam.


" segeralah ke ruang UKS, minta obat sama yang jadwal di UKS Hari ini"


Rama bangkit dari duduknya sepertinya ia hendak menuruti apa yang dibilang bapak guru.


" kalian tak ada yang mau mengantarnya??" tanya bapak Guru.


" Meisya saja!!!" ucap mereka serempak.


aku tak bisa mengiyakan permintaan mereka. aku hanya diam terpaku .

__ADS_1


" aku saja!!" kata Adi menyelamatkan aku.


berlalulah mereka diiringi dengan kecemasan dalam hatiku.


tak lama kemudian Adi sampai lagi di kelas.


" sudah dikasih obat?" tanya pak guru pada Adi


" belum pak . tapi barusan aku sudah memberi tahu orang yang piket hari ini Bahwa ada siswa yang sakit sedang menunggu di UKS"


" baiklah,, ayo kamu terusin lagi belajar. "


" baiklah anak- anak. bapak ada keperluan,, kalian lanjut mencatat halaman 56 di buku paket"


ketika yang lain sedang fokus mencatat aku mengendap - endap keluar dari kelasku. aku bilang pada Dina bahwa aku kebelet ingin ke toilet. Dina menawarka diri untuk menemaniku tapi aku menolaknya.


" kau makan dulu obaat pereda panasnya ya ,, maaf aku gak bisa menemanimu disini. kebetulan aku lagi Ulangan" kata orang didalam Ruangan itu mungkin dia yang jadwal piket di UKS hari ini. kemudian orang itu hendak keluar aku segera bersembunyi. kurapatkan tubuh ini ke pinggir ruang osis. aku tak ingin ia melihatku disini. setelah aman aku mengendap- endap lagi mencari sosoknya diruang UKS. aku hanya ingin memastikan kalau ia baik - baik saja.


pintu ruang UKS Sedikit terbuka mungkin orang tadi tak rapat menutupnya. saat aku mencoba melihat kedalam dari celah pintu itu tiba- tiba dari belakang pintu UKS ada yang menariku. sontak saja aku masuk kedalam . tepatnya berada dibelakang pintu. " krek" pintu itu tertutup rapat terdorong tubuhku yang terhempas dibelakang pintu.

__ADS_1


aku melihatnya,,, aku memandangnya dan iapun memandangku. tangannya tak lepas menggenggam tanganku. tadi tangan ini yang menarik tanganku dan tak terlepas lagi. aku tak bicara . kuulurkan tanganku meraba dahinya.


" kau panas sekali" ucapku berbisik takut ada yang mendengar


dia tak menjawab . ia malah meraih tanganku yang tadi meraba dahinya . kemudian ia membawaku kedalam pelukannya.


" minum dulu obatnya" kataku lirih.


" ini obat yang sesungguhnya" ucap dia malah mempererat pelukannya.


" hentikan...kita lagi di sekolah"


" sebentar saja... hanya sebentar"


tak lama kemudian ia melepaskan pelukannya. ku berikan obatnya pada dia. kemudian ia meminumnya.


" pergilah, yang lain pasti curiga"


" baiklah" ucapku pelan.

__ADS_1


sebenarnya aku tak ingin meninggalkan dia. aku cemas harus membiarkan ia seorang diri tapi mau bagaimana lagi...


pulang sekolah aku tak melihatnya lagi. mungkin ia sudah pulang duluan. Lulu tak tahu apa yang terjadi sama Rama. apalagi Irfan. diperjalanan pulang aku tak membicarakannya aku tak ingin Irfan curiga bahwa Rama sangat berarti bagiku. aku tak ingin Irfan curiga bahwa hingga saat ini aku masih peduli padanya. diperjalanan pulang hatiku tak karuan. ingatanku masih memikirkannya. aku tak ingin ia sakit, aku tak ingin tanpa ia dikelasku meskipun sesekali aku menyesal harus sekelas dengannya


__ADS_2