CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
IBU


__ADS_3

Setelah mengungkap apa yang terjadi kepada ibunya ,,, Rama pun kembali masuk ke dalam kamar. ia termenung seorang diri. Rasanya plong , ia sudah mengatakan pada ibunya . setidaknya bebannya sedikit berkurang. meskipun kenyataanya tetap sama ibunya tetap malarang dia untuk berpacaran.


" tak apalah kalau jodoh takkan kemana" lirih batin Rama.


" tapi jalan kita terlalu sulit Meisya,,, apalagi kini ada seseorang yang dengan jujurnya mengatakan cinta padamu. mengatakan sayang padamu. sementara aku?? aku hanya mencintaimu dalam diam. aku mencintaimu tanpa berani mengatakannya. maafkan aku sya...aku telah menjadi seorang pengecut dihadapanmu. aku tahu kau sangat terluka dengan sikap anehku. aku tahu kau merindukanku. jangan tanya seberapa sakitnya hati ini harus seperti ini sya,,,, aku sakit aku pilu,,, aku menyedihkan . sekadar menyayangimu pun aku tak mampu... maafkan aku ,,,sayang" kata hati Rama dalam lamunannya.


saking antengnya melamun Dia tak menyadari kalau adiknya ikut masuk kedalam kamar.


" kak,,, kak Rama... jangan bengong gitu dong"


Rama kaget setengah mati. ia benar - benar tak menyadari keberadaan adiknya itu.


" kakak sangat mencintainya ya.." tebak kania. Rama hanya mengangguk.


" siapa sih dia?"


" dia Meisya... " jawab Rama


" apa dia tahu kakak cinta sama dia??"

__ADS_1


" entahlahhhh"


" kenapa kakak tak mengatakannya??"


" sering kakak hendak jujur padanya tapi setiap kali kakak ingin mengatakannya,, bayangan ibu selalu melintas dibenak kakak"


" kakak terlalu penurut sihhh"


" kakak tak ingin mengecewakan harapan ibu"


" apa dia juga mencintai kakak?"


" kakak gak tahu. yang kakak tahu kami sama- sama merasa nyaman satu sama lain. saat kami bersama seolah kami itu bahagia. meskipun kakak belum yakin sepenuhnya kalau Meisya pun cinta sama kakak."


" kakak sudah terlambat . sudah ada yang mendahului mengatakannya. dia lebih berani dari kakak"


" mereka sudah resmi pacaran?"


" belum tahu"

__ADS_1


" itu sih belum terlambat ka. sebelum ijab kobul masih bebas mau pacaran sama siapa kan"


" ah kamuuu,, tahu darimana kata - kata itu"


" aku tak sepolos kakak. aku tak sepenurut kakak tahu" ujar kania sambil tersenyum


" seandainya kakak diberi keberanian mengatakan cinta pada dia terus kami jadi pacaran bagaimana dengan ibu??" tanya Rama masih dengan rona sedih


" ya,,, ibu gak boleh tahu kak"


" haruskah berbohong pada ibu??"


" inikan demi kakak"


" gak ah... kakak tak ingin mengecewakan ibu. bagi kakak ibu segalanya sampai kapanpun"


" ahhh kakak,,, terserah kakak saja. aku sudah ngasih solusi yang terbaik untukmu"


kata Kania seraya berlalu dari kamar kakaknya.

__ADS_1


terlintas dipikiran Rama untuk menuruti saran Kania. Ia ingin mengatakan perasaanya pada Meisya toh ibunya tak akan pernah tahu. tapiiii ia berpikir kembali... seandainya sampai ibunya tahuuu seberapa besarnya kecewa Beliau padanya. Rama takut menyakiti hati Ibunya.


" Maafkan aku buuuu,,," kemudian terbayang bagaimana kerasnya pengorbanan ibunya untuk dia dan Kania. Ibunya rela menjadi single parent sejak mereka masih Kecil. ibunya rela tak menikah lagi karena takut ayah sambung tidak menyayangi Rama dan Kania. padahal yang ingin mempersunting ibunya cukup banyak. bekerja banting tulang hanya untuk membiayai kepentingan anak - anaknya. Rama tak rela jika kerja keras ibunya dibalasnya dengan ketidak patuhan anak - anaknya. bagi Rama ibunya adalah segala - galanya . " semoga Meisya mengerti "


__ADS_2