CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
MENGHARAP DI JENGUK


__ADS_3

Ini hari ke tiga Rama tak masuk sekolah karena masih sakit . rencananya perwakilan dari kelasku akan menengok ia sepulang sekolah.


" kau mau ikut?" tanya Adi padaku


aku menggeleng


"kalian saja ... aku sudah ada acara" aku berbohong pada mereka.


sebenarnya ingin aku menjenguknya tapi tanpa mereka. mungkin aku akan pergi sama Lulu.


"Lu ,,, bisakah kau temani aku?"


" kemana??"


" jenguk Rama . ia masih sakit"


" sama Irfan juga" lagi - lagi aku menggelengkan kepala.


" kalau sama Irfan ayo kita kesana,,atau sama siapa saja asal bukan cuma kita berdua"


" temen sekelasku rencananya pulang sekolah hari ini"


" knapa kau tak sekalian ikut?"


" aku tak mau sama mereka"

__ADS_1


" atau jangan - jangan agar kau bisa bebas bersama dia kalau kesana dengan aku?" tanya Lulu


" sadarlah Syaaa,,, kau itu pacar Irfan . kau sudah menyakitinya dengan kelakuanmu. kapan kamu bisa buka hati untuk Irfan kalau selalu saja menginginkan Rama!!" kata dia lagi penuh nasehat.


" aku hawatir dia sakit parah,,, aku selalu memikirkan dia. aku tak bisa memikirkan yang lain selain Rama. cobalah mengerti Lu"


" baiklah...putuskan Irfan sekarang juga. daripada kamu terus menyakitinya . mungkin dia tidak tahu apa yang telah kau perbuat bersama Rama di belakangnya tapi tetap saja kau telah mendustainya"


" tak bisa sekarang Lu... kasian dia tanpa sebab aku memutuskannya"


" bilang saja kalau kau tak bisa mencintainya hingga saat ini!!" jawab Lulu begitu tegas. mungkin ia marah saking kecewanya ia padaku. aku pun segera berlalu dari kelasnya.


pulang sekolah aku tak mendapati Lulu di kelasnya. ia pulang duluan . ia membiarkanku sendiri. Adi , Maura dan Riko jadi pergi menengok Rama. ingin rasanya aku ikut dengan mereka tapi aku tak bisa. sudah terbayang suasana disana jika ada aku. akan canggung dan takkan sebebas jika hanya mereka.


" kata dr ,, Rama kecapean. ia kurang tidur . mudah - mudahan ia segera bisa sekolah lagi" kata ibunya dia


" ayo diminum minumannya kalian pasti haus,, kalian ngobrol aja dulu . biar dia tidak melamun terus" kata beliau lagi. kemudian ia beranjak meninggalkan mereka.


" mana???" tanya Rama pada mereka setelah ibunya tak ada


" mana apa?" tanya Maura.


" apa Meisya tak ingin menengokku??"


" tadi aku ajak dia kesini tapi katanya hari ini dia sudah ada acara . mungkin nanti nyusul sama Lulu" Riko yang menjawab.

__ADS_1


" hhhhhhh,,, kirain dia bakal nyempetin kesini" jawab Rama ngarep.


" kau itu sakit karna Rindu ya??" tanya Adi.


" kau itu sembarangan,,,asal bicara nanti kedenger sama Irfan bisa marah dia"


" eh adik kamu cantik ya" kata Adi sambil cengengesan.


" awas kalau kamu naksir adikku. " ucap rama memperingatkan. mereka pun tertawa bersama. ada bahagia yang dirasa oleh Rama meskipun terasa kurang sempurna.


setelah dirasa cukup lama , mereka pun akhirnya pulang.


" kak.. apa yang tadi itu Meisya??" tanya kania saat ia memasuki kamar kakaknya


" bukan...dia Maura"


" kok tega Meisya gak jenguk kakak"


" kan sudah ada mereka yang mewakili semuanya" bela Rama


" tetep aja dong. harusnya dia yang datang biar kakak merasa terobati"


" kan sudah ada obat dari dr"


" kalau ada dia kakak bisa pulih lebih cepat"

__ADS_1


__ADS_2