CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
JALAN SENDIRI


__ADS_3

" katanya kau mencintaiku tapi nyatanya kau masih jalan sama Irfan" kata Rama. tanpa sengaja kami bertemu di lorong antara ruang OSIS dan UKS.


" kau cemburu?"


" ya aku sangat cemburu,, aku sangat sedih!!!"


" benarkah???" tanyaku sinia


" haruskah aku menangis didepanmu? maukah kau memelukku saat aku menangis?"


" cukup!!! apakah Irfan tak akan cemburu jika melihat kita diam- diam seperti ini saling bertemu??" aku balas sewot


" aku tak peduli!!! aku mencintaimu,,, aku yang pertama menyayangimu bukan dia!! harusnya dia sadar dan melepaskanmu!!"


" cukup!!! aku tak ingin mendengar lagi kata - katamu"


" apa kau juga mencintainya?"


aku tak menjawabnya. aku geram mendengar pertanyaanya. harus berapa kali aku bilang kalau cintaku hanya untuknya.


" kau mencintainya???,,, jawab aku!!"


aku tak menggubrisnya. aku berlalu begitu saja dari hadapannya. aku melihat kemarahan disinar matanya.

__ADS_1


Aku menghempaskan tubuh dibangkuku. ada Dina yang sudah duduk terlebih dahulu. aku tersenyum padanya.


" hai Din" sapaku padanya.


" kau darimana?"


" dari toilet" jawabku berbohong.


" sudah beres tugas?"


" sudah"


tak Lama sosok Rama memasuki kelas. ia begitu datar . tak sedikit pun ia melirik ke arahku. aku tahu ia sedang marah.


" ayo kita pulang" ajak Irfan


" duluan saja"


" masih ada yang ditunggu?"


" tidak!!"


" trus mau ngapain masih disini?"

__ADS_1


" aku mau sendiri,, tinggalkan aku sendiri!!" perintahku padanya sangat tegas.


" benar kau mau sendiri?" tanya Lulu yang ternyata sudah ada di belakang Irfan.


aku mengangguk mengiyakan .


" biarin Fan . kasih dia waktu buat sendiri" kata Lulu yang sudah tahu isi hatiku . ia menyeret Irfan untu keluar dari kelasku. mereka semua sudah berlalu dari hadapanku. sekarang aku sendiri dan benar - benar sendiri. aku mencoba mengumpulkan seluruh tenaga untuk sekedar berdiri dan melangkah. seluruh tubuhku terasa rapuh ,, hati dan jiwaku terasa sakit. hatiku dipenuhi dengan beribu kebimbangan. aku segera melangkah keluar. suasana sekolah sudah sangat sepi. tinggal pak satpam yang masih berdiri tegap di tempatnya.


" kau baru pulang? tumben sendiri!"


" iya pak lagi pingin sendiri"


aku pun berlalu dari hadapannya.


kuhirup udara ditengah panas mentari yang begitu menyengat. kubiarkan rambutku dimainkan angin bergerak kesana kemari. kubiarkan rumput- rumput itu menghitung setiap langkahku. kubiarkan hati ini bicara semaunya tanpa harus pura- pura seperti halnya selama ini aku hidup dalam kepura- puraan bersama Irfan. tak ada cerita Irfan tentang puisinya ,tentang cerpennya tentang perlombaan menyanyinya. yang ada tinggal sepi yang menggelayut manja dalam tiap langkahku. aku berjalan dan terus berjalan. menikmati kesendiriaan.


" ternyata enak juga jalan sendiri" gumamku.


dari belakang terdengar sayup - sayup langkah kaki yang mengikutiku. aku tak mengindahkannya. mungkin saja itu Irfan yang sedang memata- mataiku . atau mungkin pula itu Lulu yang merasa hawatir karena aku sendiri. atauuu mungkin pula itu Rama????


" ahhhh dia sudah lama tak pulang bersamaku" begitu elak hatiku. aku tak membiarkan meliriknya,, padahal hatiku ingin sekali menoleh siapa yang ada di belakangku.


" jangan nanti kau kecewa" larang hatiku pula. ada perdebatan hebat dalam hatiku antara meliriknya atau tidak sama sekali.

__ADS_1


hingga dipersimpangan jalan aku berhasil tak meliriknya. aku tak tahu siapa yang sudah membuntutiku. aku tak peduli. hingga tiba di rumah aku mendapati diriku yang terlalu lelah.


__ADS_2