CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
TIARA


__ADS_3

Ia tersenyum manis kepada Irfan seolah sudah mengenal lama. ia memandang sosok Irfan dengan pandangan yang tak pernah didapat dari Meisya.


" kakak gak sadar aku disini dari tadi??"


" maafkan kakak,,, tadi sedikit mikirin sesuatu"


" pasti mikirin Meisya ya?"


" bukan Tiara,, kamu itu asal tebak saja"


" mikirin aku mungkin??" tanyanya manja


" sedikit" jawab Irfan ngasal


merah meronalah wajah cantik Tiara. rasanya ini membuat ia terkesima. seorang Irfan yang dikenal nyentrik ,puitis , cool, tiba- tiba mengakui sedang memikirkannya.


" sudahlah,,, kamu sana masuk kelas,, bentar lagi bel masuk bunyi lho!" ujar Irfan membuyarkan semua angan Tiara.


" baiklah.. tapi nanti pulang sekolah kita bareng ya"

__ADS_1


" gimana nanti saja"


" pokoknya harus!!!" kata dia seolah maksa.


Maka berlalulah ia dari kelas Irfan.


Mengenang sosok tiara,, anak kelas satu yang kebetulan ikut ekstra seni disekolah dibawah bimbingan Irfan. ia selalu terkesima tiap Irfan memberikan metode tentang bernyanyi,,, tentang konsep bikin lukisan dan apapun itu. ia menyukai segalanya tentang Irfan. dia tahu Irfan kekasih Meisya tapi ia tak bisa menghalangi rasa yang mulai mengusik relung hatinya.


☆☆☆


Ada lagi sosok Rama yang kini mulai berubah . ia tak lagi periang ,, ia menjadi pendiam. ia tanpa semangat.


" kenapa akhir - akhir ini kau tak seceria biasanya" kuberanikan diri untuk bertanya.


" apa kau sudah tak nyaman lagi denganku?? apa kau mau menghindariku lagi?? apa kau hendak mengabaikanku lagi??" tanyaku tiba- tiba ada amarah dalam tiap nada bicaraku.


" apa yang kau bicarakan?? sejak kapan aku mengabaikanmu,,,?? bahkan ketika kau dengan yang lain aku rela menjadi seorang penguntit demi melihat dirimu, demi melepas semua kerinduanku padamu" jawabnya seolah meminta pengertian.


" lantas kenapa akhir - akhir ini kau seperti bukan dirimu?? jika ada sesuatu tolong bicaralah agar aku bisa mengerti"

__ADS_1


" tak ada yang bisa kusampaikan padamu selain aku takut kehilanganmu dan aku tak ingin kau kecewa lagi padaku!!" ucapnya sambil menatapku.


selalu saja takut kehilanganku. memangnya aku atau dia akan menghilang kemana.


" rasanya konyol" begitu gerutu hatiku.


" tenang saja aku takkan menghilang" jawabku mencoba membuyarkan lamunannya.


" kau harus janji takkan menghilang dariku apapun yang terjadi"


" aku tak bisa janji apa- apa. mamah selalu bilang aku dilarang punya janji apapun dengan lawan jenisku. apalagi dalam hal percintaan"


" benarkah?? kenapa" tanyanya heran. aku mengangguk mengiyakan pernyataanku.


" alasannya karena belum tentu aku bisa menepati janjiku,, itu akan jadi hutang selamanya" jawabku penuh keyakinan. ia termenung mungkin ia paham dengan apa yang aku bicarakan.


" mulai sekarang kita menikmati waktu kita,, kebersamaan kita. selama kita bisa mempertahankan sesuatu yang ada dikita. jangan terlalu memperkirakan apa yang belum terjadi. kita santai saja" ucapku mengebu - gebu.


" baiklah!!!" timpal Rama mengiyakan ucapan kekasihnya. padahal dalam hati kecilnya kebimbangan masih menyelimuti pikirannya,,, kehawatiran masih merajai hatinya. entah besok atau lusa ibunya akan memindahkan sekolahnya jika masih terus melihat kami bersama seperti ini.

__ADS_1


" kau tak akan pernah tahu sedalam apa kehawatiranku terhadap dirimu. mungkin saja besok atau lusa tiba - tiba aku menghilang dari sisimu " ucap batin Rama.


sedih, pilu, sakit, marah dan kecewa ia pendam sendiri. ia tak ingin pujaan hatinya ikut hawatir terhadap ancaman ibunya.


__ADS_2