CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
AKU TERLALU MENCINTAINYA


__ADS_3

" Ram ayo bangun!!!" seru ibunya sambil mengetuk pintu kamarnya. yang dipanggil belum juga menyahut. ia masih tidur dengan sejuta mimpinya.


" Rama... Rama!! ini sudah siang" teriaknya lagi. mendengar teriakan yang begitu nyaring yang dipanggil mulai menggeliat. mengumpulkan semua ingatannya kembali.


" rasanya sudah lama aku tak tidur sepulas ini" kemudian ia tersenyum.


" mungkin karena sekarang aku sedang merasa bahagia" ocehnya lagi.


" Rama... apa kau masih belum bangun??"


" sudah bu..,, "


" ayo cepetan keluar,, ibu dan Kania menunggu di ruang makan"


" baik bu" .


berlalulah ibunya meninggalkan pintu kamar yang masih tertutup rapat. Rama segera beranjak hendak bersih- bersih. meskipun ini hari minggu tapi ia tak bisa menikmati kemalasan hanya berdiam diri dikamar. justru hari minggu ada sebuah ritual sarapan bersama yang tak boleh ditinggalkan oleh Rama ataupun Kania.


seperti biasanya ,,, diruang makan tak ada yang berani mengucapkan sepatah katapun. semua pokus pada hidangan yang sudah di buat sepecial oleh ibu mereka. suasana hening meraja,, jika ada seorang pun yang bicara antara Kania atau pun Rama maka ibu mereka akan bilang. " mau ngobrol dulu atau lanjut makan??" begitulah peraturan di rumah Rama.

__ADS_1


Hingga sarapan usai ,, semua tak ada yang bicara. kemudian mereka meninggalkan ruang makan menuju ruang keluarga dimana tempat mereka berkumpul bersama. mengobrol sana sini dan bercengkrama layaknya sebuah keluarga.


" tumben ka Rama kesiangan" Kania membuka obrolan diantara mereka"


" apa semalam susah tidur lagi Ram ??" tanya ibunya.


" nggak bu.. justru Rama juga heran bisa kesiangan kaya tadi"


" berarti insomnia kakak sudah sembuh"


" kakak juga pikir begitu. rasanya sudah lama sekali kakak gak tidur senyenyak tadi"


" mungkin kak Rama sedang gak ada pikiran makanya bisa tidur senyenyak itu. keliatan tuh diwajahnya. lagi berseri - seri" goda Kania.


" ah kamu dek,,, asal tebak saja"


" benarkan tebakanku??"


Rama tak menjawab ocehan Kania. ia hanya menjawab dengan senyuman ringan dibibirnya. ibunya bertanya - tanya apa yang sebenarnya sedang dirasakan oleh putra semata wayangnya.

__ADS_1


" kak Rama pasti sudah baikan ya sama Meisya" ucap Kania. yang diajak bicara malah merasa malu. wajahnya memerah. ia melirik ibunya yang pasti tidak akan setuju dengan keadaan aku dan Meisya sekarang.


" kalian resmi pacaran?. kan dia pacar temen kamu masa kamu embat juga?" ucap beliau penuh tanya.


" bu... aku dan Meisya saling mencintai... aku begitu mencintainya buuu, aku mohon jangan larang aku untuk terus mencintainya"


" ibu bilang apa?? masa sudah lupa peraturan hanya karena seorang perempuan"


" buuu,, dia cinta pertama Rama.. Rama ingin menjadikan dia kekasih Rama"


" itu hanya cinta monyet ibu harap kau tak terlalu terjebak di dalamnya"


" bisakah ibu mengerti kali ini saja. membiarkan Rama menjalin kasih dengan Meisya?"


" sekarang tugas kamu bukan pacaran . kamu harus belajar dulu , kuliah dulu dapat kerjaan bagus ,,karier sukses . baru ibu izinkan kau memiliki kekasih"


" apa gak terlalu kejam bu " sanggah Kania.


" bukan ibu kejam atau apapun itu. ibu ingin yang terbaik untuk kakakmu. ibu tak ingin semua yang harus didahulukan jadi terbengkalai karena alasan percintaan"

__ADS_1


" mengertilah bu...aku mencintainya. aku janji!! kalian tak akan aku abaikan meskipun aku memiliki kekasih. aku akan lebih giat lagi dalam belajar, aku akan meraih cita- citaku. lagian Meisya tak akan membiarkan aku mengabaikan kalian hanya karena dirinya. ibu harus tahu Meisya itu orang baik bu" tapi ibunya tetap saja pada pendiriannya


__ADS_2