
Sesuai yang telah direncanakan,,,hari ini semua siswa baru akan mengunjungi Aula untuk meminta tanda tangan semua kakak pembina. suasana di Aula sungguh ramai. kami berdesak- desakan,, ada yang cekikikan, ada yang sambil ngobrol, ada yang saling menggoda ada pula yang biasa - biasa saja seperti halnya aku.
Ketika tiba saatnya aku mau mengantri hendak meminta tanda tangan, seseorang menyapa ku.
" kita bareng ya" ujar orang itu sambil tersenyum . senyum yang mulai terasa akrab dimataku. aku pun mengangguk. toh menolak pun tak akan berhasil karena memang kita disituasi yang sama ditempat yang sama pula.
akupun berjalan disamping dia yang tak lain adalah Rama. lagi- lagi dia. entahlah ... rasanya disetiap kesempatan kok bisa ia melihatku.
" Awww" tiba- tiba saja ada salah satu dari kami yang tak sengaja menubrukku dari belakang
" maaffff aku gak sengaja" ujar orang itu
" maaf,, maaf ,, gak sengaja,, gak ssngaja,,, gimana kalau dia jatuh??" ekpresi Rama sangat sewot membuat semua yang ada di situ melirik ke arah kami
" sudahlah Ram..aku gak apa- apa kok" tenang aku pada Rama
" benar kamu tak apa- apa?" tanya ia seolah tak percaya
__ADS_1
aku hanya mengangguk.
" ayo kita kesebelah sana,," kata Rama sambil mengapit tanganku seolah ingin melindungiku dan tak ingin berpisah dariku. sempat aku merasa risih dengan perlakuannya tapi aku pun tak bisa menghindarinya.
ada rasa nyaman yang mulai hinggap dihatiku. aku berusaha mengelaknya. ada sebuah rasa yang mulai berpantasi dihatiku meskipun kucoba untuk tak menanggapinya. ku coba selalu kukatakan dalam hati jika sosok Rama hanyalah teman yang baru saja kukenal yang kebetulan memiliki perhatian lebih padaku. ya dia hanya teman. aku tak boleh berprasangka yang lain.
" mana Lulu?? " tanya Rama mebuyarkan lamunanku
" entahlah..dia tadi pergi duluan saat kita lagi ngantri minta tanda tangan"
" sejak kapan kenal sama Lulu?"
" ketika kami satu kelompok di kelompok jingga" jawabku
" oh berarti sehari sebelum kenal dengan aku ya" ungkap Rama lagi
aku mengangguk tanda mengiyakan pernyataannya.
__ADS_1
Saat pulang pun tiba,,,aku masih tetap bersama Rama. menyusuri jalan yang sudah panas oleh teriknya mentari.
" Sya..." ucapnya lirih
" ya." jawabku singkat. tapi ia tak kunjung meneruskan kalimatnya. ia hanya terdiam. bahkan ketika aku mencoba untuk melirik dirinya ia tetap saja bungkam. Rama hanya menatapku,,menatap dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. seandainya ada Lulu.. mungkin aku tak sebergetar ini ketika ditatap Rama. andaikan ada Lulu mungkin bukan hanya aku yang bercengkrama dengan sosok Rama. uhhhh Luluuuu teganya dirimu membiarkan aku disituasi seperti ini seorang diri.
" hai...apa yang kau pikirkan"
" ah ...nggak" aku menjawab gelagapan.
" kau melamun ya??" tanyanya sambil tersenyum.
ohhh senyuman itu...senyuman yang mulai aku dambakan .
" ayoo kamu lagi mikirin apa??" tanyanya lagi.
aku hanya menggelengkan kepala. ingin rasanya aku katakan jangan memberikan senyuman itu padaku,, jangan pernah menggantungkan kalimat hanya memanggil namaku. katakanlah apa yang hendak kau ucapkan ,,,Rama..
__ADS_1