CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
RASA YANG HADIR KEMBALI


__ADS_3

Sepeninggal ibunya Lulu,,, kami semua diam. tak ada sepatah kata yang terucap dari mulut kami. hening begitu terasa, hingga deruan napas kami terdengar di telinga.


" tenanglah wahai hati" ucapku agar hatiku damai,, bukannya tenang malah bergemuruh lebih kuat. ada semacam rasa yang dulu kupendam dalam- dalam saat ini hendak keluar memancarkan keberadaannya. yaaa cinta ini,,, cinta yang kukira sudah tak terpancar sekarang malah hadir begitu saja tanpa bisa ku kendalikan. aku beranjak dan berjalan kearah kursi tamu diruangan ini . ( karena ini ruangan Vip jadi ada kursi buat pengunjung) bermaksud hendak menghindari kedekatan dengan Rama . tapi apalah daya ,, Rama juga mengikutiku. sudah tanggung aku duduk di sofa itu. Rama pun duduk disampingku.


" kau lapar? "


aku menggeleng


tanpa minta izin dia menggenggam tanganku seolah ingin menenangkan gejolak hati dan jiwaku. Ia seolah candu menggenggam tanganku. tanpa izin dariku ia begitu saja mengenggamnya dengan erat. aku tak mengelaknya,, aku tak melepaskannya. aku merindukan sensasi yang sempat hilang dihatiku.


" wajahmu masih merona seperti dulu..." bisiknya ditelingaku...begituuuu indah ,, begitu mendayu dayu.


" ya ampuuuun rasa apa yang sekarang hinggap dihati dan jiwaku" rintihku dalam hati. aku melabuhkan kepalaku dalam dada bidangnya aku membiarkan ia membelai rambutku. aku membiarkannya metapapku tanpa henti aku membiarkannya ia memegang erat tanganku dan aku membiarkannya ia mencium keningku....aku terbuai dengan semuanya . aku ingin menolaknya tapi rasa ini rasa dalam hatiku ini terus meronta membiarkan perasaanku dan perasaannya bersatu dalam cinta yang menggebu.

__ADS_1


" kalau ada yang sedang berdua- duaan yang ketiganya setan" tanpa kami sadari Lulu sudah terbangun . sontak aku melepaskan tangaNku dari genggaman Rama. aku dan Rama menghampiri Lulu.


" kau sudah bangun?" tanya kami.


" sudah,,, aku haus"


aku segera mengambilkan mInuman untuk Lulu. dalam kondisi masih lemas...tangan lulu mencoba meraih tanganku dan juga tangan Rama.


kami hanya saling memandang dan sorot cinta ini ada dimata kami. aku mencintainya dan kini aku tahu dia mencintaiku


" kau istirahat dulu jangan banyak gerak" aku mencoba mengalihkan pembicaraan.


" aku bahagia melihat kalian bahagia,,, tapi sekarang akan ada seseorang yang terluka karena kalian" Lulu mengingatkan aku. aku sadar siapa yang dimaksud Lulu. kemudian aku melepaskan genggaman tangan Rangga.

__ADS_1


" hhhhhh" rama menarik napas dalam - dalam. sekarang cinta diantara kami ada jurang pemisah.


" andai sejak dulu aku bisa seberani ini mengkin aku tak akan kehilangan dia Lu" kata Rama seolah memberanikan diri. aku hanya memandangnya kemudian aku kembali lagi duduk disofa.


" kenapa??? kenapa dulu kau selalu menggantungkan status kalian??" tanya Lulu mencoba bicara sekuat tenaga.


" aku...aku...kau tak akan mengerti...kalian tak akan pernah tahu alasannya" . lagi - lagi ia memberi alibi tanpa mengutarakan apa itu. aku segera pamit padanya . aku kembali lagi kecewa terhadapnya.


" Lu... aku pulang dulu ya,, cepet sembuh ya" aku tak menunggu jawaban Lulu aku segera berlalu tanpa menghiraukan Rama.


dibelakangku ada langkah yang mengejarku. aku tak peduli. dia memanggil - manggil namaku. aku tak menantinya. Rasanya ini terlalu melelahkan. kenapa rasa ini hadir kembali setelah ku berusaha memendamnya sekian waktu.


" tunggu aku!!!" teriaknya seraya meraih tanganku. aku ingin segera melepaskannya tapi ia memegangnya begitu erat.

__ADS_1


__ADS_2