CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
TAK NYAMAN


__ADS_3

Dikelas baruku ....aku benar - benar pendiam. saat jam iatirahat aku tak pernah lagi diam di kelas,,, aku nongkrong di kelas Lulu kadang di depan lapangan upacara atau dimana saja asal tak terlalu banyak orang. aku tetap saja dengan lulu. kadang Dina ikut bersamaku.


" kau baik - baik saja ?" tanya lulu yang sudah bisa menebak raut wajahku


" aku malass,,, teman sekelasku terus saja mengoceh tentang aku sama Rama"


" mereka cuma bercanda jangan terlalu di


masukan ke dalam hati"


" tapi aku malas meladeninya... aku tahu mereka bercanda tapi kadang aku ingin marah pada mereka"


" kamu yang sabar ya"


" aku takut ini akan terus berlanjut"


" bagaimana dengan Rama??"


" Dia acuhhh rasanya belum pernah ia menyapaku"


" yang bener???" tanya lulu tak percaya


" dia tak pernah sekalipun mendekati bangku ku. seperti ada pemisah atau jarak gitu"


" tega banget ya dia"

__ADS_1


" sudah ah jangan bahas tentang dia. selera makanku bisa - bisa hilang kalo harus ngebahas dia terus"


" Irfan gimana? "


" ya begitulahhh,,, kadang ia menghampiri kelasku. tadi juga ia ngajak aku ke kantin tapi aku suruh dia duluan"


" kamu itu...bagian orang yang bener - bener perhatian sama kamu...kamunya acuhkan dia terus"


" coba sama Rama justru kamu ngarepin yang lebih,,, "


" kasian ya Irfan. tapi mau bagaimana lagii sekuat apapun usahaku untuk mencintainya tetap saja aku tak bisa" kataku dengan pandangan kosong penuh kehampaan.


tak dapat dipungkiri aku telah bersikap jahat pada Irfan . dia yang selalu ada, selalu ingin bersamaku,,selalu ingin mengatakan pada dunia bahwa aku kekasihnya justru aku selalu mengabaikannya. tapi dengan Rama seacuh ia terhadapku justru aku semakin merinduinya. benar kata Lulu ini cinta yang Rumit.


" udah tanggung Sya...apa kata mereka kalau kau sampai pindah kelas"


" iya aku tahu"


" apa mungkin kau mau sekelas Lagi sama Irfan?"


" ampuuuun Lu....aku tak ingin sekelas sama dua duanya"


" kirain mau sama Irfan biar bisa lebih romantis"


" ehhhh kamu ngarep terus".

__ADS_1


bel masuk memisahkan kebersamaan aku sama Lulu. aku kembali lagi kekelasku dengan penuh kemalasan.


" ini coklat dari Rama" tiba - tiba Maura menghampiriku dan memberikan coklat kesukaanku.


" bukan...itu bukan dari aku. dasar maura " ucap Rama ngelak sambil menatapku.


" katanya tadi buat Meisya... kamu itu selalu saja lain dimulut lain dihati " kata maura.


aku tak menyahut. kubiarkan coklat itu tetap dimejaku tanpa sedikitpun aku menyentuhnya.


" Maura ambil nih coklat kamu,,,!!" teriakku pada Maura setelah cukup lama coklat itu dimejaku.


" yakin kau tak mau menerimanya??" Maura malah balik bertanya.


" aku lagi tak ingin coklat" jawabku singkat.


" apa tadi kubilang...Dia tak akan mau pemberianku" bukan maura yang bicara melainkan Rama . ia menghampiri mejaku sambil membawa coklat yang tadi tergeletak di mejaku.


" ternyata itu dari Rama...sifatnya selalu saja begitu tak berubah. tadi bilang bukan dari dia setelah ku tolak baru bilang dari dia. " gerutuku dalam hati.


" tahu dari kamu pasti aku akan mengambilnya" ucapku dalam hati.


" benar ... dia tadi titp coklat sama Maura,, katanya buat kamu...meskipun ia sedikit bercanda" kata Dina pelan sekali.


hhhhhhh,,,, aku hanya menarik napas dalam - dalam. rasanya ini tak mudah . aku tersenyum seorang diri entah kaarena apa....

__ADS_1


__ADS_2