CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
SEPERTI PENGECUT


__ADS_3

Saat disekolah kini hatiku sangat riang. tak ada lagi pikiran tentang Irfan dihatiku. rasanya sudah impas segala dosa penghianatanku padanya. tinggal menunggu waktu aku benar - benar putus dengannya. apakah aku membencinya??? ohhh tidak!!!. justru aku mendoakannya agar dia bisa bahagia. semoga cinta dia terbalaskan.


" pantesan Irfan jarang ke kelas kita ya Sya. ternyata dia sudah punya gebetan baru" kata Adi saat kami berkumpul dijam istirahat.


" ah kamu ,,, malah manas - manasi Meisya" timpal Maura.


aku tak menjawab . hanya tersenyum pada mereka.


" kapan kalian putus??" tanya Maura lagi. aku kembali diam. harus kujawab kapan sementara kenyataannya kami masih mengambang. kalau dibilang kami belum putus aku tak ingin Irfan di bilang selingkuh dariku.


" sudahlah... kita ngobrol yang lain saja,, jangan hujat Irfan dan pasangannya. mereka juga berhak bahagia" ucapku menasehati mereka.


" apa kau tak sakit hati Sya lihat mereka mesra kaya gitu?" tanyanya lagi yang ku balas hanya dengan senyuman.


" ayo ..kalian sedang bergosip apa?" tiba - tiba Rama menghampiri kami dan duduk disampingku.

__ADS_1


" nggak . ini lagi menghibur Meisya. kayaknya dia lagi patah hati" goda Adi sambil tersenyum jahil


" benarkah???" tanya Rama pura - pura terkejut.


" jangan bersedih sayangku" ucapnya lagi sambil mengelus punggungku.


" eeehhhh kamu cari kesempatan dalam kesempitan" kata Adi.


" aku tak apa- apa. benar!! kalian harus percaya itu!!"


" sekarang waktunya kalian meresmikan hubungan kalian" ucap Adi penuh keseriusan. aku hanya saling pandang bersama Rama. rasanya belum siap meskipun kami saling mencintai masa harus langsung jadi pacar yang sah hanya karena Irfan telah memiliki penggantiku. sontak saja aku menggelengkan kepala.


" asal kalian tahu,, kami semua tahu perasaan kalian masing - masing. kalian itu saling mencintai dari dulu" kata Adi.


aku hanya terdiam begitupun Rama.

__ADS_1


" sebenarnya apa yang kalian tunggu??" tanya Maura.


" Ram... apa kau mau Meisya ada yang merebut lagi darimu??"


Rama menggeleng tapi tetap membisu.


" kenapa Ram.. kenapa kau tak berani mengatakan perasaanmu dihadapan teman kita??? kenapa kau hanya membisu!! aku ingin kau jujur sama aku sama teman- teman kita kalau kau sudah mencintaiku sejak lama. kenapa hanya jika aku seorang kau berani mengatakan itu?? apa lagi yang menghalangimu!! kapan kau akan meraihku dalam cintamu didepan semua orang seperti kau berani memelukku menggenggam tanganku saat tak ada siapa - siapa.?? kenapa kau tetap menjadi sosok pengecut saat ada orang lain terhadap cinta kita??" begitulah rintihan hatiku.


" Ram... tolong jawab jujur,,, apa kau mencintai Meisya ???" ia memandangku...hanya menatapku. aku tahu tatapan itu tatapan penuh cinta. tapi kami semua menunggu sosok Rama mengatakannya dengan lantang bahwa ia mencintaiku. ia tetap membisu. aku segera bangkit berdiri kemudian berlalu meninggalkan segala harapan yang hanya tinggal dalam angan.


sekarang aku kecewa padanya.


" Syaa,, Syaaa kau mau kemana??" teriak Maura. tapi aku tak menggubrisnya. aku seolah ingin meninggalkan semuanya. aku tetap berjalan dan mempercepat langkah kakiku.terdengar dari belakang suara langkah kaki yang mengejarku tapi aku tetap berjalan tanpa menunggunya. aku segera menuju kelas Lulu karena hanya dia yang akan benar - benar mengerti dengan perasaanku.


" kenapa??? ada apa??" tanya Lulu saat aku memasuki kelasnya dan terlihat menangis.

__ADS_1


aku tak menjawab pertanyaannya. aku diam disampingnya. tak lama munculah ia didepanku dengan segala rasa bersalahnya.


__ADS_2