CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
MULAI PATAH HATI


__ADS_3

Waktu pulang pun tiba,, aku masih tetap seperti tadi meskipun tadi sempat terhibur dengan teman- teman sekelasku. Kini aku tak lagi menguasai hatiku. rasanya tiap kebahagiaan yang telah didapati hilang sirna di hari ini. aku masih hampa ibarat layangan yang putus dari benangnya ,,mengambang entah hendak kemana. kaki ini seakan membawa beban yang begitu berat hingga sangat susah untuk dilangkahkan.


" Sya...Sya...Meusya Wijaya!!!" teriak Lulu hingga aku terperanjat kaget


" Luluuuuu...jangan keras - keras dong telingaku sakit"


" dipanggil panggil dari tadi tak jua menyahut. sudahlah jangan bengong terus. ayo kita pulang"


" baiklahhhh" jawabku hampir tak terdengar oleh Lulu.


kami pun keluar dari ruangan kelas. ketika melewati lapangan upacara tiba- tiba ada seseorang yang berbicara dari belakang.

__ADS_1


" bahagianya yang dapat kiriman puisi,, romantis banget ya dia" kata dia seolah sedang menyindirku. aku dan Lulu langsung menoleh kebelakang. ternyata dia...dia yang sejak tadi ku cari. dia yang sejak tadi menjadi sosok yang selalu ada dipikiranku. dia yang sejak tadi membuat hatiku pilu penuh rindu. Rama dia sepertinya menungguku. seperti hari - hari sebelumnya. Lulu menoleh kepadaku ia memberi isyarat kalau ia hendak pulang duluan . ia seolah memberikan waktu untukku menyelesaikan segalanya dengan Rama.


" puisi apaan??" tanyaku setelah lulu berlalu.


" siapa dia?? kayaknya ada yang lagi diam- diam suka sama kamu ya sya" dia terus menyindirku.


" bagaimana...kau bahagia ?? kau merasa tersanjung mungkin" ucapnya lagi sedikit sinis.


" yakin gak peduli.... padahal tadi saat kau membacanya kau begitu senang" ucapnya lagi masih dengan nada menyindir.


" ya ampun Ramaaaa,,, tadi aku bahagia karena aku kira yang nulis puisi itu kamu" jeritku didalam hati.

__ADS_1


" kenapa kamu jadi marah sih Ram?? apa salah aku?" ku beranikan diri untuk berkata seperti itu pada Rama.


" siapa yang marah.??.. justru aku seneng ada orang yang suka sama kamu. sebagai temanmu,,, sudah sepantasnya aku ikut bahagia" jawab dia


" kamu jahat Rama...kamu tega sama aku!!!" kataku hampir saja berurai air mata. rasanya periiih sekali hati ini. ini untuk pertama kalinya Rama sekejam ini padaku. sesinis ini berbicara padaku. mana Rama yang selama ini berbicara lemah lembut kepadaku,,menatapku dengan sayu memberikan senyuman yang membuat hatiku bergetar.


" Rama...kamu ituuuu...."" aku tak berani mengatakannya. padahal ingin sekali ku katakan bahwa dia bukan sekedar teman bagiku. bahwa aku berharap puisi itu dari dia . tapi tetap saja mulut ini terasa kelu. terlalu naif memang tapi aku tak akan mengutarakan isi hatiku pada Rama sebelum ia terlebih dahulu mengatakannya padaku.


" ya aku tahu... aku memang sekadar temanmu. itukan yang selalu kau ucapkan pada teman- teman kita" ucapnya lagi tanpa memandangiku.


" selamat ya... nanti kalau kau sudah tahu siapa pengirimnya beritahu aku" ucap dia seraya menjulurkan tangannya tanda memberikan selamat. aku meraih tangan itu. bukan berarti aku menerima ucapan selamat dari dia. aku hanya ingin menggenggam tangannya dan tak ingin melepaskannya. aku ingin menenangkan hatiku saat tanganku ada digenggamannya. namun apalah daya ia segera melepaskan genggamannya dan berlalu meninggalkanku. aku tak percaya dengan ini. ia meninggalkanku seorang diri. tanpa menoleh lagi kepadaku.

__ADS_1


" Rama...Ram...kenapa kau meninggalkanku???" teriakku pada dia. dia tetap berjalan meninggalkanku.


__ADS_2