
Kini Irfan semakin berani memperlihatkan perasaan cintanya. bukan lagi kejutan - kejutan misterius seperti sebelumnya. ia sering mendatangi mejaku hanya untuk menanyakan kabarku atau menanyakan tugas sekolah.
dia sering mengajakku jalan bareng ketika aku pulang sekolah tapi aku tak pernah mau. aku selalu bersama Lulu. kalaupun ia tetap kekeh aku tak mempedulikannya. sering ia mengajakku berbicara ini itu aku tak mengindahkannya. sering Lulu menyuruhku untuk segera move on tapi aku belum sanggup membuka hati untuk yang lain.
" Irfan beda sya,,, ia lebih berani dibandingkan Rama" selalu saja Lulu bilang begitu.
aku tak menggubrisnya. tetap saja ada ketakutan tersendiri dalam hatiku . tekadku sudah bulat aku tak akan mudah begitu saja membuka hati lagi.
" terima dong sya,,,,kasihan Irfan terlalu lama menunggu mu" tak hanya Lulu teman sekelasku yang lainnya ikutan merayuku. aku hanya tersenyum simpul menanggapi mereka.
Sampai di penghujung kelas satu aku masih menggantungkan perasaan Irfan tanpa kepastian . kadang sempat terpikir kasian , terlalu lama menunggu tapi aku tak ingin menjadi pasangannya hanya sekedar kasihan. aku tahu dia selalu melakukan yang terbaik untukku,, tapi tetap saja hatiku membatu.
" Syaaa ini sudah terlalu lama buat ku menunggu,,,sebenarnya kau menolakku apa menerimaku??" suatu hari Irfan bertanya kepadaku.
" rupanya kau sudah lelah ya.." jawabku balas bertanya
" bukannya lelah sya,,, tapi aku hanya ingin kepastian darimu" jawab dia seolah memelas.
" baiklah ... tunggu sampai minggu depan ya. aku akan kasih kepastian padamu" jawabku asal bicara
" masih lama" ucapnya sambil cemberut.
" daripada tidak sama sekali. ayo pilih menunggu atau tetap tanpa kejelasan " hardikku pada dia.
__ADS_1
" oke aku tunggu hingga minggu depan ya" jawabnya bersemangat.
Hingga tiba waktu yang ditentukan. aku justru melupakannya.
" Sya... apa kau sudah membuat keputusan?" tanya Irfan disiang ini. sambil duduk dikursi yang biasa ditempati Lulu.
" keputusan apaan??" aku pura - pura tak mengerti.
" janji kamu minggu lalu"
" ohhhh,,," jawabku datar tanpa ekpresi
" baiklahhh,,, jika kamu mencintaiku apa adanya ,,aku menerima kamu sebagai pasanganku" jawabku hambar
" pengumuman,,,,pengumuman. ini kabar bahagia... MEISYA WIJAYA kini sudah menjadi kekasihku. dia menerima cintaku" ucapnya lantang hingga semua orang dikelas mendengarkannya. maka semuanya bertepuk tangan,, seolah mereka ikut merasakan kebahagiaan Irfan . muncullah Lulu yang sedari tadi tak ada di kelas. saat jam istirahat ia ada perlu dengan ketua OSIS .
ia segera datang ke arahku,, dan menyuruh Irfan beranjak dari kursinya.
" apa ada sesuatu yang tak ku ketahui?" tanyanya langsung menghakimi.
" Lulu... kamu kemana saja... barusan Meisya menerima cintanya Irfan" justru bima yang menjawab.
Lulu seperti tak percaya dengan yang didengarnya. ia menatapku penuh tanya.
__ADS_1
" benarkah ???"
aku hanya mengangguk
" benarkah kau sudah mau membuka hatimu??"
" benar,,,, masih diusaahakan" jawabku datar.
" ohhh kirain sudah mulai mencintainya" ucapnya lagi
" stttt🤫🤫🤫"
" trus apa maksudnya kamu menerima dia tanpa cinta??"
" biar dia tak terus - terusan menanyakan jawaban dariku."
" ya ampun Sya... kasihan sekali nasibmu Fan"
" awas ... jangan bilang pada orang lain!!!"
" kenapa kau tak tolak saja kalau gak cinta"
" kasian kalau sekaligus aku tolak. sudah terlalu lama ia menunggu. kalau aku tolak ia akan lebih malu oleh semua orang" jawabku enteng.
__ADS_1