CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
PELUKAN TERAKHIR


__ADS_3

Kedatangan Rama kali ini berakhir dengan pertengkaran . aku yang selalu keukeuh akan mencoba melupakan dia dan Rama yang selalu memohon untuk selamanya bertahan dalam kondisi seperti ini.


" saat ibumu menemuiku aku tak terlalu memikirkannya. tapi ketika ibumu sengaja menemui ibuku dan menyuruh aku untuk meninggalkanmu,, aku memikirkannya. mungkin mamahku terlihat biasa - biasa saja tapi aku tahu dia sedang mencemaskan dan menghawatirkanku karena ibumu. aku tak ingin membebani mamahku dengan memikirkan hal ini. maka dari itu . aku mohon mengertilah,,, kita akhiri semua yang telah ada diantara kita"


" Sya... haruskah kita berakhir seperti ini?? kita saling jatuh cinta, kita saling menyayangi , kita saling nyaman satu sama lain. haruskah kita dipisahkan karena ini??"


" maafkan aku,,, aku tahu kau begitu mencintaiku... tapi aku tak bisa kita terus bersama . aku tak ingin kau menjadi anak durhaka pada ibumu"


" aku sangat terluka dengan keputusanmu. entahlahhh rasanya ini terlalu menyakitkan"


" jika mengenang rasa akupun lebih sakit daripada kau,, aku yang telah lama menunggumu mengungkapkan isi hatimu. setelah itu terjadi justru aku harus berpisah denganmu.. aku sakit,,, aku terluka,, aku sangat sedih" ucapku sambil berurai air mata. ia mendekatiku,, menyapu air mata yang dengan sendirinya keluar tanpa jeda. ia memelukku seolah tak ingin melepaskanku.

__ADS_1


" ini pelukan terakhirmu... aku tak akan melarangmu memelukku lebih lama" ucapku masih terisak.


" bisakah kau berjanji untuk menungguku hingga aku layak menjadi seorang Rama yang diharapkan ibuku??" pintanya masih dalam pelukan.


" seperti sebelumnya aku tak bisa berjanji apa - apa padamu" ucapku semakin pilu.


" aku mencintaimu... kau cinta pertamaku dan aku ingin selamanya melabuhkan hatiku hanya padamu" ucapnya sambil memandangiku.


" Lupakan aku..fokuslah pada yang dikehendaki ibumu. biarkan aku sendiri menata hatiku" ucapku penuh memohon. ia tak menjawab . ia malah memelukku erat setelah melepaskan kecupannya.


" jangan merindukanku lagi" pintaku sambil menangis. ia tak menjawabnya. hanya gelengan kepala yang mewakili hatinya untuk saat ini.

__ADS_1


aku tahu ia mulai menangis,, dan aku tak bisa melihat semua ini. aku tak bisa menyaksikan kepedihan hatinya,, aku tak bisa menyaksikan penderitaannya. aku terlalu menyayanginya tapi aku justru harus bersikap kejam padanya.


" maafkan aku... karena aku kau seperti ini" lagi - lagi ia hanya menggelengkan kepala.


" maafkan ibuku..dia sudah berlaku melewati batas. pahami ia atas semua tindakannya. jangan biarkan hatimu untuk membencinya"


" aku tak pernah membencinya meskipun ia menghancurkan harapan dan kebahagiaanku"


" kenapa ia sekejam itu pada kita?? "


" bukan kejam tapi ingin yang terbaik bagi putranya. mamah bilang tidak semua orang mengungkapkan perasaan cintanya dengan hal yang sama. memiliki cara yang berbeda. ibumu terlalu mencintaimu. kau harus menyadari itu" ucapku penuh keyakinan

__ADS_1


__ADS_2