CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
LUKISAN


__ADS_3

" maaf sya....maafkan aku,,,jangan pernah menangis lagi dihadapanku!" kata Rama ketika ia sedang dikamarnya. terbayang lagi semua kejadian saat pulang sekolah . ia menyesalinya...sangat menyesalinya.


" aku tak ingin kau menjadi kekasih yang lain. aku tak bisa melihat orang lain mencintaimu Sya" . lirihnya lagi.


" tak akan kubiarkan orang lain merebutmu dariku ,,, baiklah besok aku akan memperbaiki semuanya. aku akan meminta maaf padanya . aku akan mengungkapkan segalanya. Maafkan aku ibu....kali ini aku akan menuruti kata hatiku." begitulah tekad Rama.


Keesokan harinya,,,terasa bersemangat . Rama pergi kesekolah dengan penuh harapan. sampai disekolah seperti biasanya ia menunggu di depan gerbang menanti kedatangan sang pujaan hati.


" dia sudah datang dari tadi tak usah lagi menunggunya disini" kata pak satpam seolah memberi tahu.


" begitu ya?? makasih pak" ujar Rama seraya langsung memasuki arena sekolah .


pak satpam cuma tersenyum ia sudah tahu siapa yang ditunggu Rama. ia salah satu saksi bagaimana Rama menunggu Meisya digerbang sekolah setiap pagi.

__ADS_1


Rama langsung pergi ke kelasnya menyimpan tas nya dimeja kemudian ia segera berlalu menuju kelas dimana kelas Meisya berada. sampai didepan pintu lagi - lagi Rama disuguhkan pemandangan yang membuat ia marah . kali ini bukan untaian puisi , tapi sebuah lukisan mawar yang digambar dipapan tulis begitu apik, rapi seolah itu benar benar mawar sungguhan. " teruntuk pujaan hatiku MEISYA WIJAYA " Begitulah caption gambar tersebut. Rama marah, kesal, murka dan semua rasa campur aduk didalam benaknya. dilihatnya bangku Meisya yang masih kosong dan Lulu pun tak terlihat batang hidungnya. Rama pun hendak berlalu meninggalkan kelas Meisya dengan membawa segala amarahnya.


" Rama!!! " seruku pada dia ketika aku berpapasan dengannya.


ia tak menjawab. lagi - lagi dia mengacuhkanku. dimatanya kini terlihat tak hanya kemarahan tapi kesedihan pun ikut bergelantung disinar matanya.


" Ram...kenapa? " tanyaku masih tak mengerti. tapi ia tetap berlalu begitu saja.


" aku mengerti sekarang. ini yang membuat ia marah. pasti dia melihat ini" ucapku dalam hati


" seandainya tadi aku langsung kekelas,,, seandainya tadi aku tak ke kantin dulu...mungkin rama tak akan melihat ini" ucapku dalam hati.


" sebenarnya siapa sih pans Rahasia kamu sya??" tanya lulu yang tak harus ku jawab

__ADS_1


" mungkinkah anak kelas sini? " tanyanya lagi. aku hanya menggelengkan kepala. aku tak peduli siapapun itu. aku tak tertarik untuk mengetahuinya.


" mana mungkin sekelas sama kita Lu..sejauh ini tak ada yang mencurigakan bisa berbuat seperti ini" jelasku pada Lulu.


" Irfan!!!!" tiba - tiba lulu menyebut satu nama .


" kamu kan tahu kalau ia jago nyanyi, kemudian kalau sedang nyanyi siapa yang selalu di tatapnya,,,kan kamu sya,, terus aku pernah denger kalau Irfan itu jago bikin puisi dan cerpen malah ia sering ikut lomba Lukis segala. pasti dia Sya...aku yakin pasti dia" cerocos Meisya meyakinkan.


sontak saja aku segera melirik kesana kemari mencari sosok Irfan dikelasku. tak butuh lama akupun menemukannya. ia sedang menatapku. meskipun ia sedang ngobrol dengan teman sebangkunya tapi kuyakin ia sedang memandangku.


aku segera bangkit dan berjalan ke arah papan tulis aku menghapus gambar yang ada disana dengan segala amarah yang ada dihatiku.


" PENGECUTTT!!!" Teriakku masih diliputi dengan amarah sambil terus menghapus apa yang ada disana. kulihat ke arah Irfan ia menundukan kepala sedalam mungkin.

__ADS_1


__ADS_2