
Hari ini aku sangat sibuk sekali. di kuliah tingkat akhir dimana tugas skripsiku menuntunku untuk lebih giat mencari berbagai sumber untuk membuat hasil yang sempurna.
Aku mencari sumber ke perpustakaan di pusat kota. aku mencari sebuah buku tentang ekonomi sebagaimana aku memilih bidang kuliahku.
Usai kudapat semua yang kucari aku segera keluar dari ruang perpustakaan itu. aku hendak menuju ke arah parkir dimana kendaraanku tersimpan.
" kak Meisya... benarkah itu kakak??" teriak seseorang sedikit histeris.
aku melirik orang yang telah sudi memanggilku. dan ternyata itu dia. aku mengangguk mengiyakan tebakannya. semua terbayang lagi. memoriku menayangkan berbagai episode yang kukubur rapi didasar sanu bari. terbayang saat ia menemuiku pulang sekolah,, terbayang saat ia begitu ceria menyambutku didepan rumahnya.
" kakak!!!!" teriaknya lagi sambil memelukku.
__ADS_1
" kau .. kau Kania???" kataku takut salah. ia mengangguk masih memelukku. dan tiba - tiba saja dalam pelukanku ia menangis.
" kemana saja kau selama ini?? kenapa kau membohongi kami semua,, katanya hanya pindah kota nyatanya kau pergi ketempat yang begitu jauh" ucapnya sambil melepaskan pelukannya.
" iya ... tadinya hanya ke kota.... tapi sebulan kemudian ayahku harus mengisi kekosongan di perusahaan cabang di propinsi... hingga tak ada yang tahu bahkan Lulu juga tak kuberi tahu" jawabku menerangkan.
" bagaimana kabarmu?? kabar ibumu danjuga kabar....." tanyaku tak ku tuntaskan
" kabarku baik seperti yang kakak tahu, ibu juga baik. aku sekarang kuliah dikota ini kak. dan kabar kak Rama....ia sudah tenang disana. ia sudah tak terluka lagi, ia sudah tak terbebani lagi. ia sudah bahagia kak Meisya" jawab Kania disertai wajah murung.
" Maksudmu??"
__ADS_1
"ia sudah pergi Kak,,, 2 bulan setelah kepergianmu ke kota... dia meninggal setelah upaya ia menemukanmu tak membuahkan hasil. ia menyerah dengan segala luka diseluruh hatinya. ia pasrah dengan segala kepedihan di jiwanya. kakakku yang malang,,, kini ia tak bisa lagi bersama kami"
Bruuuuukkk!!! rasanya kaki ini tak lagi bisa menopang berat tubuh ini. aku tersungkur ambruk tanpa peduli ini sedang dimana. rasanya semua yang ada disekelilingku berputar dan menuju satu arah hingga samar- samar terlihat mulai menggelap namun ada sebuah keajaiban yang membuat aku terperanjat seolah membisikanku agar aku kuat. aku segera membuka mataku dari sembabnya air mata yang mengalir begitu saja. ingin aku menjerit memanggil namanya. ingin aku berlari mencari dimana sosoknya. semua yang kupendam selama ini tak ada gunanya. semua cinta ,kasih sayang , rindu, yang kusimpan rapi untuknya ternyata sia- sia. selama ini aku selalu bersikap kuat diatas derita cinta yang tak dapat dimiliki. aku selalu bermimpi mungkin suatu saat cinta kami akan bertemu lagi dan bisa bersama lebih kuat dan lebih tangguh. dan ternyata itu semua tidak akan pernah terjadi. malangnya nasibku!!! aku menangis ,,, aku bersandar di tembok luar perpustakaan. aku menangis bersama Kania,, menangisi kepergiannya.
" maafkan aku Kania..." ucapku disela tangisan.
" kakak gak salah... kami tak berhak menyalahkanmu,, ibuku yang bersalah" jawabnya masih dalam tangisan pula.
" aku mencintainya... sangat mencintainya... hingga saat ini aku tak bisa mencintai yang lain. " ucapku tanpa kusadari.
" aku tahu kak. maafkan ibu karena sudah berusaha keras memisahkan kalian" icap kania
__ADS_1