
Mungkinkah ini rasanya patah hati?? . dimana kujalani hari demi hari terasa begitu menyiksa. kesedihan terus terukir dimata dan hatiku. kali ini tak ada lagi Rama dihari - hariku. tak ada senyuman yang entah mulai kapan selalu kurindukan. tak ada lagi sapaan hangat dipagi hari didepan gerbang sekolah. tak ada lagi yang menungguku di lapangan upacara ketika pulang sekolah. kebahagiaan itu telah pudar dari hatiku. tinggal kenangan . ya...semua tinggal kenangan. Rama menghindariku...Rama tak lagi mau menatapaku. pernah sekali aku berpapasan dengan dia tapi apa yang terjadi??? ia seolah menganggapku tak ada di depannya. ia malah bercanda gurau bersama segerombolan sahabatnya. sakit???? tentu sakit. meskipun tak akan ada yang tahu sedalam apa sakit dihatiku.
hari ini panas sekali. aku pulang sekolah tentunya bersama Lulu.
" panas banget ya Sya" ucap Lulu sambil meneguk minuman dinginnya
" iya lu" jawabku masih dengan wajah murung
" masih sedih ya?? masih belum terbiasa pulang sekolah tanpa dia?" tanya dia
__ADS_1
" siapa yang sedih. aku baik- baik saja kok" jawabku sambil senyum dipaksakan
" jangan bohong ah pamali" ledeknya padaku
" iya aku tahu. bener deh aku sudah membaik" jawabku supaya Lulu tidak cemas.
" janji ya...kamu harus kembali ceria seperti sebelum- sebelumnya.aku ingin Meisya yang dulu. bukan yang seperti saat ini. yang kadang gak fokus. aku bilang ini malah jawab begitu. kan gak nyambung" ujar dia sambil cengengesan.
kamipun tetap asik mengobrol . terdengar suara gemuruh anak- anak yang lain di belakangku. samar - samar aku mendengar suara Rama. aku ingin meliriknya tapi kuurungkannya. aku tak ingin kejadian tempo hari terulang lagi. aku pura - pura tak mendengarnya. aku berusaha mengabaikan keinginan hati yang terus meronta meminta untuk melihatnya dan memberikan senyuman terhangat seperti biasanya.
__ADS_1
" minumlah mungkin kau haus" kata seseorang ketika berada disampingku. ia memberikan minuman dingin kesukaanku sambil berjalan melewatiku.
" Rama...benarkah itu dia Lulu??" tanyaku seraya bengong tak percaya dengan apa yang terjadi barusan.
" iya itu dia...ternyata ia masih saja memperhatikanmu Sya"
" taapi kenapa ia berlalu begitu saja Lu?"
tapi Lulu tak jua menjawabnya. ku genggam erat minuman itu . ada kehangatan menjalari relung hatiku. ada sebuah harapan mungkin Rama akan kembali seperti semula. mungkin Rama tak akan mengacuhkanku lagi. tapi harapan itu harus pupus seketika ketika kusadari Rama tak hanya jalan bersama kawan laki- lakinya melainkan ia justru berjalan dengan salah satu dari geng hits. hatiku pun redup kembali. harapan itu pupus kembali.
__ADS_1
" tak usah dipikirkan" hibur Lulu yang sudah mengerti dengan keadaan meskipun aku tak mengatakannya. aku mengangguk pelan. aku berusaha baik - baik saja setidaknya untuk saat ini. aku tak ingin Lulu mencemaskanku . aku tak ingin Lulu membenci Rama. yang aku inginkan aku bisa melupakannya. aku bisa berhenti mengharapkannya. sangat ...sangat sulit untuk ku lupakan semua kenangan indah saat masa- masa bersama dia. tapi akan kucoba melupakan itu semua,,, mungkin tidak untuk kali ini. tapi akan tetap kucoba.
dipersimpangan jalan aku berpisah dari Lulu. aku berjalan seorang diri. aku sadar ada mata yang tak henti memperhatikanku dari jauh. aku tahu itu dia tapi aku tak ingin berharap banyak . aku tak mengindahkannya. aku terus berjalan tanpa mempedulikan perhatian dia.