CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
PUISI


__ADS_3

Pagi ini ada yang tak biasa. ketika aku sampai di gerbang sekolah Rama tak ada disana seperti biasanya. ku layangkan pandangan mencoba mencari sosok ia tetap saja nihil.


" tumben ia tak menungguku" gerutuku didalam hati


" tapi tak apalah... agar menjadi terbiasa" hibur hatiku.


kulangkahkan terus kakiku menuju kelasku. ada pemandangan yang tak biasa didalam kelas. siswa kelas 1b yang sudah hadir sedang mengerumuni papan tulis. aku segera bergegas memasuki kelasku. kupikir mungkin dipapan tulus ada semacam pengumumun.


Deeeg!!! seperti ada gemuruh ombak dilautan. ketika kulihat apa yang ada dipapan tulis itu.


**HADIRMU CAHAYA BAGIku


DIMANA GELAP MENJADI TERANG


TAK ADA LAGI TEMARAM

__ADS_1


DALAM HIDUPKU


MENITI HARI


MEMBINGKAI RINDU


BERTUJU PADAMU


MEISYA WIJAYA**.....


**AKU MENCINTAIMU**


kucoba menebak siapa yang membuat semua ini?? tapi tak bisa ku menjawabnya.


" asik dong pagi - pagi sudah dapat kiriman puisi . mungkin dari kelas seberang kali" goda Bima terhadapku. ia mengira mungkin Rama yang melalukannya. karena kelas Rama memang berseberangan dengan kelasku. sejenak aku pun mengira jika Rama yang melakukan semua ini. apalagi tadi ia tak nonghol didepan gerbang sekolah. mungkinkah ia memberi kejutan terhadapku? mungkinkah ia melakukan sesuatu yang baru untukku? lagi - lagi aku tak bisa menjawabnya.

__ADS_1


" apa kalian tahu atau melihat yang menulis semua ini? " tanyaku lantang pada mereka yang ada didalam kelas . tapi semua diam tak menjawabku. seketika hening suasana didalam kelas hingga muncullah sosok yang selalu kurindukan. aku menjemput ia dengan senyuman termanisku. " pasti dia" lirihku didalam hati. " Rama..Rama...kau itu. kenapa kau tak katakan langsung malah pakai puisi segala" ucapku masih didalam hati dengan perasaan bahagia yang tak bisa digambarkan dengan kata - kata.


tapi kebahagiaanku hilang sirna seketika tatkala melihat ekspresi rama saat melihat puisi itu. ia berubah menjadi dingin . beribu kemarahaan terpancar jelas dimatanya. kemudian ia pergi begitu saja meninggalkanku. tanpa ada sepatah kata yang terucap darinya. tanpa menoleh lagi kepadaku. ia berlalu begitu saja.


" oh berarti bukan dia yang membuat semua ini" lirihku begitu lesu


" dasar kau Meisya ...kau itu ***** sekali ya. kamu terlalu mengharapkan ia mengutarakan perasaannya padamu " gerutuku didalam hati.


aku hendak mengejar Rama yang sudah mulai menghilang dari pandanganku. aku ingin menanyakan kenapa ia meski marah, mengapa ia berlalu begitu saja tanpa menyapaku aku ingin menanyakan segalanya tentang sikapnya yang berubah ketika melihat puisi . tapi langkah kakiku ku terhentikan dengan kehadiran guru pertama dikelasku. aku segera menghapus apa yang tertulis di papan tulis . aku tak ingin beliau melihatnya. aku tak ingin menjadi pergunjingan lebih lama lagi.


Selama jam pelajaran berlangsung fokusku memudar entah kemana. aku tak bisa konsentrasi. aku hanya bengong , mencurat coret buku catatan tanpa karuan.


" bersabarlah...nanti jam istirahat kita cari Rama.." hibur Lulu


" haruskah mencarinya?"

__ADS_1


" harus ,,!!! biar semua menjadi jelas" ujar Lulu mantap.


Aku mengiyakan pernyataan Lulu. aku menunggu jam istirahat yang terasa begitu lambat. dalam pikirku tak sedikit pun memikirkan siapa penuls puisi itu,,, yang kupikirkan kenapa Rama harus marah karena melihat puisi itu. Rasanya puisi itu tak berarti sedikitpun karena bukan Rama yang membuatnya. Ini rerlalu Rumiiiiit


__ADS_2