
Tanpa sepengetahuan yang lain aku mengurus surat kepindahan sekolahku. aku sengaja lebih memberi waktu pada Lulu. aku selalu berada disampingnya.
Tentang sosok Rama ia seperti layangan yang putus dari benangnya. ia pendiam ia sangat kacau,, ia seperti pesakitan yang hidup disisa kekuatannya. aku berusaha untuk tidak mempedulikannya. padahal akupun sangat sakiit. aku ingin segera pindah agar aku tak disuguhkan pemandangan tentang dirinya . aku pun berharap kelak saat aku sudah tiada Rama akan berangsur sembuh karena sudah tak melihatku lagi. aku ingin ia seceria dulu. aku ingin kepergianku menyembuhkan luka dihatinya.
istirahat pun tiba. aku segera menuju kelas Irfan. kulihat sosok Tiara sudah ada disampingnya. mereka terkejut dengan kehadiranku. Irfan seolah merasa berdosa melihatku. aku segera tersenyum pada mereka.
" haiii lagi ngapain,,, pacaran melulu" ucapku penuh canda.
" ini... aku lagi ada perlu sama kak Irfan" ucap Tiara berbohong.
" pacaran juga gak apa - apa. kalian itu pasangan kekasih yang sangat serasi" ucapku ringan.
" tumben kamu kesini,,, ada apa ??" tanya Irfan salah tingkah.
" keganggu ya.. ya udah aku balik kelas ya" ancamku pada mereka yang dijawab kompak oleh pasangan kekasih itu.
__ADS_1
" jangan pergi!!!" ucap mereka.
" baiklah.. aku akan tegap disini menemani kalian pacaran"
" kak MeisyA..." ucap Tiara . wajahnya merona penuh malu.
" kalian harus selalu rukun. harus bisa menjaga cinta kalian. aku ingin kalian langgeng selamanya." entah dapat kekuatan dari mana aku mengatakan semua itu.
" hai.. kenapa tiba - tiba kau menceramahi kami. bagaimana hubungan kau sama Rama??"
" bukankah kalian saling cinta?? kenapa semua disia- siakan??"
" hanya aku dan Rama yang tahu semuanya. kami tak bisa bersama. bukan ini yang mau ku omongin pada kalian tapi kau Fan yang duluan bertanya tentang dia."
" pokoknya aku bahagia melihatmu bahagia bersama tiara. dia begitu sempurnaa dimataku. dia sangat cocok denganmu. dan kau Tiara,,,, jaga dia,, jaga cintanya tetap utuh untukmu. " ucapku lagi.
__ADS_1
" baiklah kak ... terimakasih kau sudah memahami perasaanku" kata Tiara.
Setelah semua yang ingin kusampaikan pada mereka selesai aku beranjak meninggalkan mereka. aku berlalu menuju kelas Lulu. aku duduk disampingnya, aku menyandarkan kepalaku dipundak Lulu.
" kau pasti sangat sedih" ucap Lulu
"sangatttt!! rasanya ada yang hancur dihatiku"
" dari awal cinta kalian itu sudah rumit,, apa tidak bisa kalian bersatu tanpa sepengetahuan ibunya?"
" aku sudah melakukannya,, ujungnya dia nekat menemui ibuku. aku tak terima itu. biarlah aku yang terluka asalkan orang tua kami tak merasa risau lagi" Lulu tak menjawab kata - kataku. diliriknya seseorang yang masuk kekelasnya. dia... dia berada tepat dihadapanku kemudian ia menghempaskan tubuhnya disamping Lulu sama sepertiku.
" sebenarnya cinta kalian itu seperti apa??,, kalian saling menyiksa hati kalian masing - masing. kalian saling mencintai,, begitu sulitkah kalian bersama selamanya??" ucap lulu sambil menyatukan tangan kami dalam genggaman tangan Lulu. Rama tak berujar,, ia terisak penuh pilu. aku menyaksikan dengan mataku sendiri bagaimana hancurnya ia dihadapanku. ia tertunduk. air matanya mengalir , sekali - sekali jari jemarinya menghapus air matanya.
" dia sudah tak peduli lagi padaku" ucapnya disela tangisannya. aku mencoba sekuat tenaga untuk tidak menangis dihadapannya.
__ADS_1
" jangan cengeng!!! tanggung jawabmu bukan hanya hatimu tapi ibu dan adikmu menunggu kepatuhanmu" ucapku kejam seraya meninggalkannya bersama Lulu