CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
CINTA YANG TAK DAPAT DIMILIKI


__ADS_3

Tangisan kami mulai mereda meskipun semua rasa masih bergejolak didada. kini aku kembali terluka.


" antarkan aku kemakamnya" ucapku tiba - tiba.


" sekarang??"


" ya, tapi aku harus pamit dulu pada mamah"


" baiklah kak"


maka aku segera bergegas menemui ibuku tanpa memberitahukan hal yang sesungguhnya. aku pamit hendak mencari sumber buat skripsiku, begitulah alasanku pada mamah. meskipun mamah sempat memperhatikan mataku yang sedikit mulai membengkak.

__ADS_1


ku kendarai roda empatku,,, ku jemput kania di tempat yang sudah dijanjikan. tak lama kemudian kamipun bertemu dan pergi bersama.


dalam perjalanan kami irit bicara. berbagai pikiran berkecamuk dalam dada. aku sedih aku terluka aku merana. dan kini takkan ada lagi obatnya. aku perawan cinta yang hanya mengharapkan cinta Rama . dan kini ia telah tiada. aku seperti tercampakan ,, aku seperti hilang tanpa arah.


" kak Meisya harus kuat,,, !!" ucap Kania disela perjalanan.


" aku tak bisa lagi berpikir,,, rasanya linglung. rasanya aku berada didunia entah nyata atau maya"


" kakak harus tahu kak Rama begitu mencintaimu. kak Rama akan bahagia kalau kakak bahagia. dan ka Rama akan lebih sedih kalau kakak seperti ini!!"


" mungkinkah ini arti dari mimpi- mimpi itu?? dalam mimpiku aku selalu bertemu dengan Rama tapi ia selalu bilang ingin pamit padaku" kataku sambil berurai air mata.

__ADS_1


setelah menempuh perjalanan yang cukup lama,,, berjam - jam lamanya , akhirnya kami sampai di tempat dulu Rama tinggal. Kania menawarka diri untuk mampir dulu kerumahnya tapi aku menolak dan ingin langsung ke makamnya saja. maka segeralah kami menuju kesana.


Tibalah disana,, ditempat yang ditunjukan Kania kepadaku. sebuah nisan bertuliskan Rama mahendra langsung mencuri pandangku. aku segera menghampirinya. sesaat aku tertegun dihadapannya dan seketika pula aku ambruk disampingnya. aku menangis sejadi- jadinya!!!. aku menjerit memanggil namanya.


" kenapa kau jahat padaku!!!! aku menunggumu tapi kau meninggalkanku!! bukankah kau selalu memintaku untuk menunggumu??? kenapa sekarang justru kau yang meninggalkanku dalam kesendirian??" jeritku sambil memeluk gundukan tanah yang kini sudah rata.


" tahukah kau... aku masih mencintaimu seperti dulu... lihatlah mataku,, tatapanku masih bergelora untukmu,, rinduku masih terjaga untukmu,,, wajahku masih merona tiap mengingat manisnya sebagian cinta kita. tolong lihatlah aku kekasihku... aku mohon aku disini .. aku telah kembali.. bangunlah.. ini aku,,, aku yang selalu menjaga cintamu,,, aku yang selau merindukan senyumanmu aku yang selalu mendambakan tatapanmu,, aku mohon.... jangan begini!!!! " ucapku sambil berangsur memeluk nisannya. aku menangis sesenggukan. aku tak peduli kemana Kania pergi. aku tak peduli bajuku penuh tanah. aku tak peduli matahari yang kian terik. yang aku tahu aku meratapi kepergiannya.


" maafkan aku kekasih hatiku... karena aku lukamu ,,penderitaanmu jelas adanya atas diriku. maafkan aku sayang,, aku tak bermaksud seperti ini. aku salah sudah memberikan penderitaan yang bertubi- tubi padamu. semoga kau tenang disana. aku mengikhlaskanmu...aku merelakan kepergianmu walau ini sangat berat untukku. mungkin ini karma karena aku meninggalkanmu terlebih dahulu" ucapku sambil terus mengelus nisannya.


" kau tak salah!!! jangan terlalu menyalahkan dirimu! " ucap seseorang yang entah sejak kapan ada disini menyaksikan kepedihanku.

__ADS_1


" bangunlah nak!! kasihan dia !! dia sudah terlalu menderita saat didunia. biarkan ia tenang dialam yang sekarang" ucapnya lagi sambil merengkuhku hendak membangunkanku. tapi aku menolaknya. aku memandangnya. sekarang dia sudah benar - benar menua dengan sinar mata yang penuh penyesalan. tapi ini sudah terlambat!!!.


" maafkan ibu... kalian menderita karena ibu" begitulah ucapnya. tapi aku tak mau menjawabnya. aku segera bangkit berdiri membiarkan ia yang dibelakangnya sudah berdiri kania. aku berlalu tanpa mengindahkan keberadaannya. aku pergi hendak membawa semua penderitaan dari cinta yang tak dapat dimiliki. sekarang cinta ini benar - benar tak dapat dimiliki.


__ADS_2