
Dulu...aku sering menharapkan satu kelas dengan Rama. rupanya sekarang Alloh mengabulkan harapanku. tapi sayang situasinya berbeda. saat ini ada jarak yang terbentang diantara aku dengan dia. aku tak bisa sedekat dulu lagi.
kusapukan pandanganku melihat kelas baruku. aku memilih bangku ke dua dari belakang setelah ku lihat Rama mengisi bangku ke tiga dari depan. sengaja aku melakukannya karena aku tak ingin didepannya ataubbahkan disampingnya. kulangkahkan kaki ku memasuki kelas baruku itu.
" hm...hm...hm.." mereka berdehem. aku tak menghiraukannya
" cinta yang lalu bersemi kembali" kata mereka entah apa artinya.
" aku deg- degan lho" ujar yang lain.
aku tetap acuh. Rama melirikku,, akupun masih tetap acuh.
" Ram,,,Ram... ini kesempatan kamu... jangan mau ditikung terus!!!" .
yang diajak bicara tak menyahut.
aku malah pura - pura membuka buku seakan hendak menulis sesuatu.
" Meisya... Meisya Wijaya ...mana Irfan??" tanya Adi yang kini jadi teman sekelasku.
" di kelasnya " jawabku datar sambil terus melihat ke arah buku dihadapanku.
__ADS_1
" ahhh kamu ... gak bisa diajak bercanda" kata Adi lagi.
aku cuman melihatnya dan tersenyum tipis.
" Ram... apa kau mau satu bangku sama Meisya" ada yang sampai bicara seperti itu.
entah ekspresi apa yang ada di wajah Rama . yang ku ketahui ia tak menjawab sedikitpun pertanyaan teman- temannya.
" kok Rama jadi pendiam kaya gini sih... dulu waktu kita kelas satu ia selalu bilang... Meisya itu...pujaan hatinya,, awas ya kalau kalian berani ganggu Meisya" kata maura yang diwaktu kelas satu sekelas sama Rama.
" yang bener??" tanya Adi semakin bersemangat mengganggu Rama.
yang diganggu tetap tak bergeming. sesaat suasana menjadi hening. terlihat dari sudut mataku Rama beranjak pergi entah hendak kemana. ia acuh benar - benar acuh.
" kau selalu saja mengharapkan sikap baik darinya,,, " begitulah kata hatiku.
" cie ... cie yang merasa gerogi,,,langsung keluar kelas" tak henti mereka mengganggu Rama . dia hanya melirik.
" kalian ada yang mau ke kantin?" tanya Rama entah pada siapa.
" kalian siapa?? Meisya kali yang diajak" lagi - lagi Adi bercanda.
__ADS_1
aku hanya meliriknya acuh.
" ya udah kalau gak ada yang mau ke kantin " jawabnya sambil berlalu .
" kata Meisya titip beliin coklat ya" teriak maura.
" beli saja sendiri!!" jawab Rama .
Rasanya sedikit menakutkan membayangkan satu tahun kedepan disituasi seperti ini. " semoga cepat berlalu" rintihku dalam hati. "semoga saja kalian melupakan apa yang pernah ada antara aku dan Rama. kalian terlalu menghakimi kami. diantara kami tak pernah terjadi sesuatu .kami hanya teman yang terjebak perasaan yang terhalang oleh keegoisan . "
teman sebangku ku bernama dina. semoga saja ia bisa sebaik Lulu. meskipun tak akan ada yang pernah bisa menggantikan Lulu dihatiku.
" mereka bercanda Sya... gak usah dimasukan kedalam hati" ucap Dina menenangkan.
aku tersenyum padanya.
" maaf ya din... pasti kamu tak nyaman sebangku denganku"
" nggak kok ...gak usah banyak pikiran. Kita bisa jadi temen kok" .
Kamipun mulai belajar sebagaimana mestinya.
__ADS_1
di kelas ini aku menjabat sebagai sekertaris. aku bagian mencatat pelajaran didepan kelas, mencatat agenda pelajaran dan mencatat siapa saja yang tak masuk sekolah.
sebenarnya aku tak ingin menjadi bagian itu. ternyata sekelas sama dia ituuuu tak nyaman. hal ini baru ku sadari saat ini...