CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI

CINTA YANG TAK PERNAH DIMILIKI
TEKAD YANG KUAT


__ADS_3

Awan pagi begitu hangat menyinari. aku membangun rasa semangat dalam dada dalam mengawali hari ini. segala niat baik terpatri dalam nirani.


" baiklah akan kulakukan sebaik mungkin" tekadku penuh semangat seolah ingin mengganti semua air mata yang jatuh sia - sia.


Aku memasuki area sekolah penuh rasa percaya diri. aku tak ingin terlihat sedih bahkan menyedihkan . aku sudah tekadkan untuk menjadi wanita kuat melebihi kuatnya ibunya Rama. senyum ceria aku tebarkan pada semua yang berpapasan denganku. aku ingin terlihat bahagia meskipun jauh dilubuk hagiku kepedihan sedang merajai hati karena kini sudah disadari jurang pemisah itu nyata di depan mata.


" pagi kak Meisya" sapa seseorang yang tak lain adalah Tiara.


" pagiii" aku balas menyapanya tak lupa kuselipkan senyuman terbaikku.


kembali ke semula aku tak lantas ke kelasku. aku malah menyambangi kelas Lulu dan berlama - lama disana.

__ADS_1


" kau baik - baik saja kan Sya" tanyanya penuh curiga. mau sebaik apapun aku menyembunyikan kepedihanku. mau selebar apapun aku memasang senyumanku tetap saja seorang Lulu masih mencurigaiku.


" baik... memangnya kenapa??" tanyaku sambil tersenyum tanpa menoleh padanya.


" rasanya ini bukan dirimu,, semyum bahagiamu bukan seperti ini,,, sinar matamu ituuu tak bisa bohong dariku" ucapnya entah serius atau tidak.


" ah kamu...!!! aku mau ke kelas dulu ya" pamitku pada Lulu. sengaja aku menghindari pertanyaan selanjutnya.


Guru mata pelajaran pertama menyelamatkanku dari tatapannya. ia segera fokus pada buku dihadapannya begitupun aku. meskipun sebenarnya fokus itu telah hilang entah melayang kemana. karena kini dalam benakku hanya tersimpan dia dalam duka yang melanda. aku mencintainya,,, aku merindukannya meskipun itu tak boleh aku rasakan lagi.


" jangan sekarang!!!! beri aku waktu untuk mulai melupakannya,, untuk mulai mengabaikannya!!!" jerit batinku sungguh nestapa.

__ADS_1


" Meisyaaa,,, jangan bengong!!" teriak bu guru membuat semua lamunanku segera terjaga.


semua mata tertuju padaku tak terkecuali dia. Rama menatapku penuh tanya dan aku membalas tatapannya dengan sedikit senyum yang mungkin tak semanis biasanya.


Tiba di jam istirahat aku langsung menhambur keluar menuju tempat Lulu. tapi yang dicari sedang tidak ada. katanya ia ke toilet. aku hendak mencarinya kesana tapi kakiku malah melangkah ke tempat dimana ada ruangan.... yang selalu mempertemukanku dengan sosok Rama. aku memperlambat laju kakiku. aku melihat kearah sana.


" Disana ia pernah mengatakan merindukanku" kemudian bayangan itu seakan menari jelas didepanku saat ia sakit dirawat diruangan ini dan aku terjebak di ruangan ini dalam pelukannya.


" hhhhhhhhh" aku menarik napas dalam - dalam. semua harus segera kutinggalkan.


" kau merindukanku?? kau marah saking rindu padaku??" tiba - tiba suara itu begitu jelas di telingaku. ia meraih tanganku dalam genggamannya. hangat ,, nyaman menyeruak dalam setiap denyut nadiku. aku ingin menangis mendengar suara itu. aku ingin menatapnya penuh dengan rasa cinta seperti biasanya tapi itu tak boleh kulakukan .

__ADS_1


" jangan biarkan kekuatan yang susah payah kubangun harus ambruk sia - sia" aku memperkuat tekadku


__ADS_2