
Hari ini sengaja aku tak segera beranjak saat bel pulang sekolah tiba. aku membiarkan mereka pulang terlebih dahulu. aku seperti enggan melangkah mendahului mereka. aku berdiam diri hingga semua sudah berlalu.
" masih disini?"
" ya... kau duluan saja"
" yakin gak mau ku tungguin?"
" yakin"
" aku duluan ya. kebetulan ada perlu jadi aku gak bisa nemenin kamu" . berlalulah ia dari hadapanku. siapa lagi kalau bukan sosok Lulu yang hingga saat ini masih setia disampingku.
sepeninggal Lulu aku masih terdiam menikmati kesunyian didalam kelas. ku tebarkan pandanganku keseluruh ruangan. tak ada yang menyahut hanya bisu yang membelenggu menambah pilu dalam hatiku. ia sudah pergi.. kusadari kini aku sendiri. aku melirik bangku dimana ia biasa duduk, melemparkan senyuman manisnya , menatapku penuh rindu , akupun merindukannya. sudah lama bahkan terlalu lama kami saling diam. ia menyapaku kadang aku tak hiraukan. ia tersenyum kadang aku pura - pura tak melihat. aku terluka harus melakukan semua ini. aku sedih harus berbuat seperti ini pada pujaan hatiku. tapi aku bisa apa??. ada sosok yang tiba - tiba berdiri tegap menatapku diambang pintu. ia menatapku penuh tanya . aku segera beranjak hendak pergi tapi dia segera menghampiriku.
" sebenarnya apa yang sedang terjadi?"
__ADS_1
aku tak menghiraukan pertanyaannya, seakan aku tak mendengar suaranya.
" Meisya... kenapa kau mendiamkanku?"
aku hanya tersenyum padanya dan melangkah begitu saja kehadapannya. tanganku diraihnya kedalam genggamannya. aku ingin melepaskan genggaman itu tapi ia terlalu kokoh . kemudian ia menarikku hingga kini aku berhadapan dengan dia.
" apa yang salah denganku... aku merindukanmu ... aku tersiksa dengan tingkahmu" kata dia lagi. namun lagi - lagi aku tak menjawabnya.
" Sya.... apa kau tak mencintaiku lagi... apa kau sudah berubah sejauh ini??" . aku menatapnya,, aku marah jika dibilang tak lagi mencintainya. itu salah besar. kami lama saling menatap seakan ingin mencari kebenaran apa yang sedang terjadi diantara kami.
" kalau iya bagaimana?" jawabku ketus karena tiba - tiba cemburu merasuki hatiku.
" aku dan dia tak ada apa- apa. itu hanya karena aku kesal karena kau masih jalan sama Irfan"
" terus???" tanyaku mendilak. benar dugaanku ia tak tahu bahwa ibunya menemuiku.
__ADS_1
" kau cemburu??"
" tidak!!!" jawabku tegas.
" lantas kenapa kau bersikap seperti itu padaku?!"
" memangnya harus seperti apa sikapku padamu?"
" haiii,,, kau terlihat marah,, kau tak seperti biasanya saat menatapku,, kau tak seperti biasanya saat tersenyum padaku"
" agar kau terbiasa "
" mana senyum manismu yang selalu kurindukan?? mana tatapan mu yang begitu penuh cinta?? mana Meisya yang selalu ceria??" tanyanya begitu lirih di telingaku.
" tak ada waktu untuk kulakukan itu semua" ucapku sambil lari meninggalkan dia. aku tak ingin ia melihat air mataku yang tak dapat lagi aku tahan. aku tak ingin ia melihat kesedihanku lebih dalam . aku tak ingin ia menggoyahkan pendirianku yang susah payah aku bangun dan yang terpenting aku tak ingin Rama tahu kalau aku melakukan semua ini atas perintah ibunya dia.
__ADS_1