
Manda merasa aneh pada dirinya, mendengar pengakuan Seo Jun yang tidak punya hubungan apa-apa pada gadis yang menempel padanya itu membuatnya senang. Kini pria tampan berkulit cerah merona itu menanti jawabannya. Manda sadar ini kesempatan bagus meraih penghasilan besar, kelak belum tentu ia mendapatkan kesempatan seperti ini lagi.
“Mmm … Aku …” Manda menjawab sembari terus berpikir gimana baiknya.
Tiba-tiba di luar sana, Sofie melayangkan kayu yang sejak tadi hanya jadi pajangan dalam genggaman. Bongkahan kayu itu dilayangkan pada body mobil hingga Manda spontak berteriak saat mendengar bunyi pukulan yang mengenai mobil kesayangannya.
Seo Jun terperanjat, sembari menggertakkan gigi ia menatap tajam pada Sofie yang ngos-ngosan menahan emosi. Pembicaraan empat mata dengan Manda pun terputus, fokus mereka sepenuhnya beralih pada si troble maker
di luar. Seo Jun mengisyaratkan agar Manda tetap berada dalam mobil sementara ia keluar.
“Kamu kenapa sih? Ngapain harus rusak mobil orang?” Seo Jun reflek membentak Sofie ketika melihat body mobil Manda yang tergores dan sedikit melengkung. Ia sangat meyayangkan sikap semena-mena Sofie yang menimbulkan kerugian bagi orang lain.
Kayu yang jadi senjata masih dipegang Sofie, bukannya menunjukkan penyesalan justru ia tampak seperti menantang. “Kalo nggak gini kan kamu nggak keluar. Kamu datang sama aku, urusan kita belum selesai! Aku nggak mau orang lain ikut campur urusan kita.” Pekik Sofie tak kalah lantang.
Mereka berdiri berhadapan, bertatapan tajam dan berseteru cekcok layaknya pasangan yang tengah ribut di muka umum. Manda hanya berkontribusi sebagai penonton dari dalam, percuma juga turut andil karena mobilnya pun kadung lecet. Niat mendapat untung malah jadi buntung, ongkos yang ia dapat dari hasil narik perdana ini tak akan cukup untuk memoles kerusakan yang ditimbulkan penumpang bandelnya.
***
Reagan menemukan belahan jiwanya yang hilang, senyumnya merekah melihat Sofie dari kejauhan. Ia menyudahi pelacakan GPS dan memasukkan ponsel dalam tas slempangnya. Langkahnya dipercepat untuk menyusul gadis yang pastinya belum menyadari kedatangannya. Semakin dekat Reagan memincingkan mata melihat Sofie memegang sebongkah kayu panjang dan menatap seseorang dengan serius. Jantung Reagan berdegup kencang, dalam benaknya berimajinasi liar bahwa Sofie sedang menghadapi penjahat seorang diri.
__ADS_1
“Gue harus gimana ini?” Reagan berbicara sendiri, bingung harus mengambil tindakan apa. Sebuah mobil dan seorang pria pasti masih ada komplotan penjahat lainnya dalam mobil, sedangkan Sofie dan Reagan hanya berdua. Lingkungan sekitar tampak masih sepi, tidak ada pengunjung lain yang melintasi mereka.
Suasana makin tegang saat Reagan melihat pria tak dikenal itu berusaha merebut kayu dari pegangan Sofie sehingga gadis itu berteriak.
“Sofie!” Pekik Reagan yang langsung berlari seolah pahlawan kesiangan.
Sofie tidak mendengar panggilan itu, ia masih bersikeras mempertahankan kayunya namun kekuatan yang sudah maksimal ia kerahkan nyatanya tak mampu mengalahkan tenaga seorang pria. Seo Jun berhasil merebut benda yang telah dipakai untuk kejahatan itu, gara-gara terlalu mengerahkan kekuatan hingga membuat lawannya mental. Ia terkejut melihat Sofie terhuyung-huyung, bergegas Seo Jun hendak menarik tangan Sofie namun seseorang yang tiba-tiba muncul lebih cepat bertindak. Sofie jatuh dalam dekapan pria itu.
Sofie mengira ia bakal mendarat di atas tanah, ia sudah menyiapkan mental untuk terjatuh dan sakit. Betapa terkejutnya ia ketika merasakan ada sepasang tangan yang mendekapnya dari belakang dan menjadikan tubuhnya sebagai sandaran sehingga ia gagal jatuh ke bawah. Angannya berkhayal itu adalah pertolongan dari Seo Jun, sayangnya khayalan itu kandas karena Seo Jun justru berdiri menatapnya dengan bingung.
“Hah?” Teriak Sofie histeris. Ia berharap penglihatannya hanya halusinasi, bagaimana mungkin pria yang ia tinggalkan di bandara sekarang berada di sini? Seharusnya kekasihnya itu sedang dalam perjalanan di atas udara, tapi yang terjadi adalah ia muncul sebagai penyelamat yang tepat waktu. Sofie mulai bingung menjelaskan keadaan yang sebenarnya, apa ia harus berterima kasih karena sudah diselamatkan dari resiko terjatuh? Atau ia harus segera putar otak untuk menyelamatkan diri dari kemarahan andai Reagan mengetahui yang sebenarnya.
“Lu nggak papa say?” Reagan bertanya penuh cemas, ia masih yakin bahwa Sofie telah mengalami tindak kejahatan dan penjahatnya masih berdiri di depan.
“Aaarrghhh … Stop stop!” Sofie berteriak panik kemudian bergegas memisahkan Reagan yang bersiap menyerang lagi.
Manda menyaksikan perkelahian itu, meski tak mengerti urusannya tetapi adu fisik yang terjadi di depan matanya tak bisa dibiarkan. Urusannya akan panjang jika salah satu cidera atau harus sampai melibatkan polisi, Manda masih trauma dengan urusan hukum dan enggan diseret sebagai saksi.
Seo Jun meringis kesakitan, perutnya dihantam dengan keras oleh orang tak dikenal. Lucunya pria yang memukulnya ternyata dikenal baik oleh Sofie yang dengan sigap melerainya. Pria itu datang lagi mengayunkan
__ADS_1
pukulan, Seo Jun was-was mengelak dan benar dugaannya hampir saja kepalan tangan itu mengenai wajah Seo Jun.
“Stop plis stop. Lu jangan asal mukul orang!” Sofie memeluk Reagan dari belakang dengan sekuat tenaga, menghalanginya untuk balik menghajar orang yang tidak bersalah.
Seo Jun bersiap memberi serangan balasan, saat ia mengayunkan kepalan tangan tiba-tiba Manda muncul dan menggeret tubuhnya dari samping. Kini dua gadis itu masing-masing mengamankan pria yang siap bertempur
babak kedua.
“Lepasin! Gue hajar cowok itu. Dia pasti komplotan yang nyulik lu kan!” Teriak Reagan blingsatan.
Sofie membungkam mulut Reagan, keributan mereka mulai memancing perhatian dan beberapa penonton dengan senang hati merekam tanpa berniat mendamaikan.
“Nyulik? Eh Mas jangan ngasal ngomong. Mana ada orang yang sukarela diculik naik transportasi online lalu dengan seenak hati nempelin diri ke penculiknya. Trus mas siapanya cewe ini? Sekalian aku mau bikin perhitungan udah lecetin mobilku!” seru Manda yang emosi mendengar tuduhan yang seenaknya itu.
Reagan langsung melirik Sofie, jika benar yang disampaikan Manda bahwa kekasihnya yang dikira hilang diculik itu ternyata malah gelayutan dengan pria ini maka dia telah salah menghakimi seseorang.
“Bener tuh yang dia omongin?” Tanya Reagan sinis ke Sofie.
Sofie salah tingkah, ia menunduk menghindar dari tatapan Reagan. “He he, gue bisa jelasin kok …”
__ADS_1
“So? Dia selingkuhan lu?” Tuduh Reagan yang membabi buta dan bersiap menghajar balik jika benar. Sofie malah diam dan menunduk seakan membiarkan lawan bicaranya berasumsi bahwa tuduhannya benar.
***