
"Ini bayaranmu hari ini, kamu suka kan?"
Seo Jun dengan percaya diri tinggi meyakini bahwa cara pembayaran berupa barter barang dan jasa itu akan disukai oleh Manda.
Setelah menjatuhkan puluhan kantong belanjaan ke hadapan Manda, plus ada yang nyasar menimpa kepala Manda, pria itu dengan entengnya berjongkok persis di depan Manda.
Deg! Manda terkesiap, ia tak siap dengan serangan mendadak. Serangan yang dimaksud adalah pergerakan pria itu yang tiba-tiba muncul di depan wajahnya.
Deg! Deg!
Ritme jantung Manda kian cepat memompa, manakala Seo Jun memberikan tatapan mautnya yang membuat Manda tak bisa berkedip saking terpananya. Dari jarak kisaran lima belas centimeter itu, Manda bisa leluasa menatap mata agak sipit milik pria itu, hidung bangirnya, kulit putih mulus meronanya yang alami tanpa hasil polesan, apalagi oplas.
Deg! Deg! Deg!
Makin parah... Manda terbius aroma parfum pria itu yang bercampur aroma tubuhnya. Setelah seharian beraktivitas di luar bersama, mereka berdua belum mandi dan aroma tubuh (jika tidak mau disebut bau keringat π) semakin kental tercium.
Deg! Deg! Deg! Deg!
Tolong Manda! Sepertinya darah yang mendesir kencang itu bakal meledak saking tegangnya. Segala perasaan bercampur aduk tidak karuan, kolaborasi kedekatan jarak mereka, tatapan lekat yang seolah menghipnotis Manda agar tidak berpaling, aroma tubuh yang menggetarkan, ditambah lagi napas Seo Jun yang terasa menampar bibir Manda, saking dekatnya mereka.
Bisa mati tegang aku kalau begini terus. Itu bibir pengen banget aku kecup. Aarrghhh... Otakku mulai nggak beres.
Pekik Manda dalam hatinya, ia terselamatkan dari jebakan pesona si oppa gara-gara pikiran kotornya itu. Kini ia terlihat bodoh di depan Seo Jun karena kepergok tengah memukul jidatnya sendiri.
Seo Jun memiringkan wajahnya menatap gadis yang wajahnya merah padam itu. Dalam hati pria itu salah sangka, ia menjulurkan tangannya lalu menempeli jidat Manda.
Tidak panas.
Gumam Seo Jun dalam hati, heran saja dengan wajah memerah dan tingkah aneh Manda. Wajahnya masih miring ke samping, ia menyentuh jidat Manda tanpa melihat reaksi gadis itu.
__ADS_1
Napas Manda tersengal-sengal, sudah tahu ia setengah mati mengontrol diri agar jantungnya kembali normal, malah si oppa entah dengan sengaja atau tidak, justru menambah grogi Manda. Bersamaan dengan tangan Seo Jun yang ditarik kembali, tubuh Manda pun ambruk tanpa daya ke samping.
Kondisi jatuhnya pun memprihatinkan, ia tumbang seperti orang yang lemas tak makan berhari-hari, pasrah menjatuhkan diri.
"What are you doing?" Tanya Seo Jun heran menatap Manda yang ambruk itu.
Suara Seo Jun yang pelan bertanya itu spontan membuat Manda sadar akan tindakan memalukan diri sendiri. Matanya mendelik, menyusul gerakan tubuhnya yang langsung lincah membetulkan posisi diri. Tak lupa juga ia menambahkan deheman agar harga dirinya naik lagi.
"Ehem, aku nggak mau dibayar pake baju." Ujar Manda sok cool, penolakannya disampaikan lewat perantara ponsel yang jelas mengurangi penekanan kata-katanya.
Seo Jun mengernyit heran, "Kenapa? Apa kurang cukup? Harganya lebih dari gajimu satu hari loh." Tanya Seo Jun bingung, di luar perkiraannya malah gadis itu tidak menyukai pembayaran model ini.
Manda tampak ragu menyatakan alasannya, ia terdiam sejenak dengan kepala sedikit menunduk ditopang tangannya.
"Itu... Aku..." Jawab Manda terbata-bata.
Seo Jun lagi-lagi memiringkan wajahnya, Manda kesal melihat itu. Entah disengaja atau kebetulan, pria itu mungkin tidak sadar bahwa posisi imutnya sekarang makin menambah nilai ketampanannya.
Seo Jun tertegun sejenak, mata sipitnya berkedip menatap keseriusan Manda. Gadis itu malah jengkel karena merasa tengah diolok-olok oleh si oppa.
"Kau cinta uang? Apa mau punya kelainan? Aku pikir semua wanita suka shopping, tapi kamu justru lebih suka mentahnya." Ujar Seo Jun agak kecewa, ekspektasinya terlalu tinggi saat membayangkan bahwa Manda pasti akan jingkrak-jingkrak kegirangan sambil mengucapkan terimakasih padanya karena pemberian yang mewah itu.
Ya, Seo Jun tidak kelewatan berkhayal sih, karena apa yang diberikan pada Manda itu barang-barang mahal dan ternama. Wanita yang memakainya pasti otomatis naik level dari segi penampilan. Seo Jun hanya merasa tak tega melihat penampilan Manda yang kontras banget saat jalan bareng.
Mereka terlihat seperti upik abu dan pangeran tampan. Yang satu rapi dan gaul, yang satunya malah terlalu santai berpakaian.
Manda agak malu disebut pecinta uang. Hatinya mulai bergerumuh. Aku masih normal, aku cinta cowok ganteng, aku perlu uang tapi tidak cinta pada kertas bernilai itu. Protes Manda dalam hatinya.
"Pokoknya aku mau dibayar cash, dua puluh jutaku hiks." Lirih Manda kehilangan semangat. Ia dikelilingi barang-barang yang menyilaukan mata para gadis kebanyakan, tapi kali ini Manda tak merasa senang. Ia punya rencana sendiri dengan mengandalkan gaji Seo Jun. Setelah menerima pembayaran lima kali, ia baru merasa siap untuk mengandeng pengacara. Tapi jika Seo Jun terus-terusan membayarnya dengan benda mahal, rencananya hancur berantakan pastinya.
__ADS_1
Seo Jun menatap sering kekecewaan di wajah Manda, ia tampak terdiam, gadis itu tidak main-main dengan kekecewaannya. Andai Manda sendirian sekarang, mungkin dia sudah menangis tersedu-sedu saking kecewanya.
"Kau butuh uang banyak untuk apa? Apa kau mengalami kesulitan untuk biaya rumah sakit ayahmu?" Tanya Seo Jun yang mendadak iba pada gadis itu.
Manda tak menaruh respon nyata pada perhatian Seo Jun, ia masih terbengong dengan tatapan ke depan padahal lawan bicaranya ada di samping.
Haruskah dia tahu masalahku?
Manda risau menimbang keputusan besar itu, menceritakan segalanya pada pria asing itu sama saja membongkar aibnya. Tetapi pria itu saja sudah berani menbuka hati dan mempercayai Manda. Masalah pribadinya, kecemasannya, semua itu Seo Jun ceritakan pada Manda. Mengapa Manda harus merasa sungkan padanya? Bukankah lebih baik jika mereka saling percaya?
Seo Jun dan Manda saling berhadapan, menantikan jawaban yang terbuka dari gadis itu. Dan kala kata-kata tak mampu menjembatani hati mereka, masih ada bahasa isyarat yang tersorot dari pandangan keduanya.
Pandangan yang penuh arti namun tak bisa mereka terjemahkan dalam kejujuran perasaan.
π¬π¬π¬
Hi guys, author ucapkan selamat merayakan idul Adha bagi teman-teman yang merayakan ya. π
Tidak terasa cerita ini sudah memasuki episode 69, sudah saatnya pula author buka kartu tentang visual para pemeran utamanya.
Si oppa ganteng, kocak, misterius, dan berkuasa (seberapa berkuasa, nanti ya tunggu tanggal mainnya), bernama Lee Seo Jun ini, sebenarnya terinspirasi dari aktor tampan asal negri ginseng yang namanya hampir sama.
Author terinspirasi oleh si oppa ini, saking ngefansnya hehe. Bahkan namanya saja hanya diubah marganya saja.
Siapa dia? Ah kalian penggemar oppa pasti tahu deh hehe...
Nih, author kasih fotonya ya, pasti langsung kenal. Langsung tulis di komentar ya, nama aktor ini. Dan pendapat kalian, apakah cocok sebagai oppanya Manda?
Oya, tambahan lagi nih, kira-kira siapa ya yang cocok sebagai Manda? Artis Indonesia aja ya, tapi yang cakep dan putih, sesuai karakter Manda.
__ADS_1
Park Seo Jun aka Lee Seo Jun. πππ