Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 77 KHAYALAN


__ADS_3

"Noona, zzz xx yy bla bla bla"


Manda berdiri terbengong mendengar orang yang mengajaknya bicara bahasa yang tidak ia mengerti. Ke manapun ia pergi tak pernah terlepas dari bantuan ponsel, setiap orang yang mulai percakapan dengannya selalu menggunakan bahasa Korea yang ia tak paham sama sekali.


"Aku mau ke Seoul... Lee Seo Jun, aku mencari Lee Seo Jun." Manda menyodorkan ponselnya agar mereka mendengar apa yang ia inginkan. Yang Manda tahu seputar Korea hanya Seoul, Lee Min Ho, Kim Soo Hyun, Park Seo Jun, dan sederet oppa tampan lainnya. Namun ia kini tersesat gara-gara Lee Seo Jun.


Orang yang mendengar itu langsung menggeleng dan pergi buru-buru, seolah Manda hanya mengganggu saja.


Manda berusaha mencegatnya, "You don't know Lee Seo Jun?" Belum selesai Manda bertanya, orang-orang sudah jaga jarak dengannya, menolaknya dengan tepisan tangan.


"Hei, tidak ada satupun yang kenal Lee Seo Jun? Kalian bercanda? Bukankah dia sangat terkenal?" Teriak Manda, ia panik di kelilingi orang asing dan lingkungan yang asing baginya.


Tak seorangpun yang menghiraukan dia, hingga Manda berdiri bengong mengepalkan tangannya.


"Semua ini gara-gara kamu, Seo Juun!" Pekik Manda nyaring hingga memekakkan telinga siapa saja di dekatnya.


🥉🥉🥉


"Manda? Manda? Hei...."


Seo Jun mengguncang pundak Manda yang sepertinya pikiran dan hatinya tak lagi menyatu. Ia mematung dengan tatapan kosong, entah mengkhayal apa hingga terlalu asyik dan mengabaikan Seo Jun.


Sudah lima menit berlalu sejak ajakan Seo Jun ke Korea, tapi belum ada jawaban dari gadis itu, malahan reaksinya sangat menakutkan saking diamnya.


Manda mengedipkan mata, ia sudah balik ke dunia nyata, setelah kata-kata Seo Jun yang mengajaknya ke Korea, memainkan imajinasi nakalnya. Membayangkannya saja sudah menakutkan, ia berada di tengah kota yang tidak ada satupun ia kenal dan tidak tahu seluk beluk kota itu.


"Ng?" Ujar Manda merespon Seo Jun dengan singkat.


Seo Jun mengernyitkan dahi, terpaksa ia harus mengulangi pertanyaannya.


"Aku bilang, kamu ikut aku ke Korea. Aku akan bawa kamu ketemu langsung dengan idolamu."


Manda manggut-manggut yang langsung disalah artikan oleh Seo Jun. Si oppa senyam senyum mengira dapat respon positif dari Manda. Namun begitu gadis itu buka suara, Seo Jun mengulum kembali senyumannya.


"Nggak, aku nggak punya uang buat bayar guide. Aku nggak mau nyasar di sana." Jawab Manda telak.

__ADS_1


Seo Jun bengong sejenak, tapi tetap ia merespon Manda lagi. "Buat apa sewa guide? Aku yang akan menemanimu liburan di sana. Lagian, kau sudah banyak uang sekarang, aku tak menyangka kamu sepelit itu." Jawab Seo Jun manyun. (Kalau di versi komik sih, Seo Jun sudah jongkok di pojokan sambil menggaruk pasir). 🤣


Manda nyengir, lagi-lagi Seo Jun menyebutnya banyak uang. "Uangku belum ada apa-apanya denganmu, aku perlu menabung, ada yang harus aku lakukan." Jawab Manda, tatapannya menerawang ke atas.


Seo Jun yang tadinya melirik langit langit kamar, kini menatap Manda setelah mendengar kata-kata itu. Wajah Manda tampak serius dan seperti menyembunyikan kesedihan.


"Kamu perlu bantuan apa? Cerita saja, jangan dipendam sendirian." Gumam Seo Jun lembut, ia menopang dagunya sambil menatap Manda.


Manda melirik Seo Jun, entah mengapa oppa itu dilihat dari berbagai sisi tetap saja terlihat tampan. Bahkan wajah bangun tidur saja masih cakep, apalagi kalau sudah berpenampilan rapi, Manda jamin gadis di luar sana bakal meleleh hatinya, seperti dia.


Eh? Seperti aku? Tidak... Tidak... Barusan aku lagi muji dia?


Manda menggeleng cepat, menepis kata hatinya.


"Kenapa? Tidak mau cerita? Ya sudah aku tidak memaksa lagi. Yang penting sekarang, pastikan persiapan kita sudah beres buat berangkat besok." Guman Seo Jun enggan memperpanjang obrolan topik itu.


"Oooh... Akuu lapar." Teriak Seo Jun lagi, ia dengan pede merebahkan tubuhnya atas sofa, padahal ada Manda yang duduk di sana.


Manda jadi kaku salah tingkah, jika ia gerak maka akan menyenggol betis Seo Jun, tapi jika ia terus diam maka akan terjebak tubuh pria itu.


Baru beberapa hari mereka kenal, menghabiskan waktu bersama dan entah sejak kapan Manda merasa nyaman serta terbiasa berada di dekatnya. Senyum Manda tersungging tipis saat melihat si oppa mulai memejamkan matanya, namun ia tetap tidak bisa diam diri terus.


Seo Jun terjatuh ke lantai ketika Manda berdiri dan menyenggol tubuhnya. Si Oppa reflek memegangi bokongnya yang sakit gara-gara pendaratan tidak direncanakan itu.


"Awww... You hurt me!" Gerutu Seo Jun yang melihat Manda diam saja membiarkan ia kesakitan.


Manda hanya tersenyum tipis, ia tetap jaim. "You hurt me too..." Guman Manda yang menunjuk kakinya yang kesemutan ditimpa kaki Seo Jun saat di sofa. Kemudian ia mulai berlalu meninggalkan Seo Jun yang masih rebahan di lantai.


"Hei, Where are you going?" Pekik Seo Jun enggan ditinggal.


"I'm Hungry, i will go find some thing to dinner." Seru Manda agak nyaring, sengaja biar si oppa berhenti jadi drama King.


Seo Jun terkesiap,ia bergegas duduk lalu bangkit mengejar Manda. "Wait me!" Pekik Seo Jun.


Manda mengulum senyumnya, ia memperlambat langkahnya agar Seo Jun bisa mengimbangi. Keduanya pun pergi mencari makan malam di luar.

__ADS_1


🥈🥈🥈


"Mereka pasti balik ke hotel." Gumam Jovas yang mengemudikan mobilnya ke arah hotel tempat Seo Jun dan Manda menginap.


Devi meliriknya antusias, "Darimana lu tahu? Yakin tuh nggak meleset lagi?" Tanya Devi yang kurang yakin dengan Jovas pasca salah prediksi sebelumnya.


Jovas mendelik ke arah Devi, "Anak buah gue udah mastiin. Emang kayak lu, kerja sendirian ke sana kemari kayak setrikaan." Nyinyir Jovas.


Devi berdecak lalu nyengir, "Iya deh yang punya anak buah, biarpun gue setrikaan, tetap aja lu ngajak kerjasama kan? Berarti lu papan setrikaan gue. Ha Ha Ha...." Tawa Devi terbahak.


Jovan enggan menanggapi, pandangannya tetap fokus menyetir. "Gue heran, siapa orang yang mubajirin duitnya buat bayari lu jadi mata-matanya? Nggak profesional plus nggak ada bakat sama sekali, kasian tuh orang udah ngegantungin harapan sama lu." Sindir Jovas.


Kuping Devi memerah mendengar itu, tapi bukan Devi namanya kalau tak membela dirinya.


"Eh asal aja lu ngomongnya, asal lu tahu ya klien gue tuh tajir melintir, punya perusahaan gede dan dia bukan orang sini. Gue sebenernya guide si oppa, tapi entah gimana si Manda maij serobot aja job gue. Untung aja Noona masih baik hati kasih gue kerjaan ini." Celetuk Devi dengan hati berapi-api.


"Noona?" Tanya Jovas heran.


"Iya, Noona. Dia bos gue, sekaligus cewek si oppa." Jawab Devi.


"Cowok pucat itu sudah punya cewek? Trus masih deketin Manda? Wah nggak bener nih!" Celetuk Jovas geram.


Devi segera meralat saking tak senang mendengar itu. "Manda kali yang kegatelan ngejar si oppa, mentang-mentang si oppa tajir melintir."


Baru saja Jovas hendak menjawab Devi, tetapi mobil di depannya yang ia tahu betul pemiliknya menyita perhatiannya. Ia sudah menemukan sasaran dan tak akan melepaskan targetnya lagi.


Tunggu aku, Manda. Aku akan datang menolongmu dari pria hidung belang itu.


Gumam Jovas dalam hati, padahal ia sebenarnya lebih perlu berkaca diri dulu sebelum menjelekkan si oppa.


Benar kan readers? He he...


🥇🥇🥇


HI GUYS, cover novel ini udah diperbaharui nih.

__ADS_1


Keren kan?



__ADS_2