Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 65 TRAUMA


__ADS_3

Lebih dari lima menit Manda menjadi satpam di depan toilet pria. Gerak-geriknya yang mencurigakan itu membuat beberapa pria yang masuk toilet memperhatikannya. Sesekali Manda mendongak ke dalam ruangan khusus pria itu lalu buru-buru bersikap biasa ketika dia sadar sedang ditatap. Seperti yang terjadi sekarang, saat seorang pria memandangi Manda dari ujung kepala ke ujung rambutnya. Tatapan aneh pria itu ditambah persepsi mengerikan terhadap Manda, ia dikira gadis jadi-jadian yang hendak curi kesempatan untuk menggunakan toilet pria itu.


"Kalau mau masuk ya masuk aja mbak, daripada ditahan ntar jadi penyakit loh * Ujar seorang pria dengan nada usil.


Manda menatapnya polos, ia tak menaruh curiga sama sekali dan mengira itu adalah perhatian yang sungguh-sungguh. "Ng, mas boleh minta tolong nggak?" Pinta Manda berharap lebih dari pria di hadapannya.


Pria itu mengangkat satu alisnya. "Apa? Mau ditemenin masuk?" Godanya.


Manda menggeleng cepat, "Boleh tolong lihatin temanku ada di dalam nggak? Soalnya udah lama masuk, saya tungguin kok nggak keluar." Pinta Manda penuh harapan, dia serba salah juga harus berhadapan dengan situasi ini. Kurang etis jika ia menerobos masuk toilet pria, bisa-bisa ia jadi bulan-bulanan orang-orang di dalam.


Pria itu makin berpikir aneh, dikiranya Manda hanya sensasi saja padahal ingin masuk ke dalam menggunakan toilet pria. "Masuk aja mbak, hari gini orang udah pada ngerti kok. Memang nggak bisa nyalahin kodrat dari sononya kan, meskipun casingnya beda."


Manda mengerutkan dahi, ia tak juga menangkap maksud pria itu yang sudah salah paham padanya. Namun semakin lama ia berdiri di luar, menunggu tak pasti pun kegusarannya kian menjadi-jadi. Ia lalu mengangguk seolah setuju dengan yang dikatakan pria itu. "Gitu ya mas, ya udahlah kalau gitu aku masuk aja. Makasih ya...." Seru Manda kemudian segera berlari masuk mendorong pintu toilet dengan mantapnya.


Pria itu terkekeh-kekeh, ia pun usil mengekori Manda untuk menjahilinya. Ia yakin bahwa Manda adalah gadis jadi-jadian dan tak ada salahnya juga dikerjain.


Begitu Manda menerobos masuk, beberapa pasang mata langsung tertuju padanya. Seketika hening, Manda pun memucat dan gugup karena ia tahu ini memang kesalahannya yang secara sadar masuk, tapi ia terpaksa.

__ADS_1


"Maaf... Maaf... Silahkan diteruskan, aku nggak lihat kok." Seru Manda canggung seraya menutupi matanya dengan satu tangan.


Pria-pria di dalam pun menyeringai, padahal mereka hanya cuci tangan saja tetapi tingkah Manda malah berlebihan. Sebagian dari mereka yang juga pengunjung rumah sakit pun berlalu sambil menggelengkan kepala, menganggap Manda hanya stress saja.


"Seo Jun... Bos... Seo Jun... Where are you?" Teriak Manda sambil menggedor-gedor tiap pintu, tetapi rata-rata pintu itu kosong dan baru akan dimasuki orang yang datang.


Manda serba salah jadinya, tapi ia sudah terlanjur nyemplung kemari, ia tak mau keluar sia-sia kecuali memang Seo Jun tidak ada di sini. "Huft, apa dia beneran nggak di sini?" Keluh Manda, sekarang ia mulai ragu. Jangan-jangan ia bersebrangan jalan dengan Seo Jun, dan si oppa itu sudah menunggunya di ruang ayahnya.


Manda memutuskan berlalu, namun ekor matanya melirik sebuah bilik yang belum ia ketuk berada di pojokan. Perasaan Manda kuat sekali mengatakan bahwa orang yang ia cari ada di sana. Manda membalikkan badan lagi kemudian perlahan menuju bilik yang ditatapnya tanpa berkedip.


"Oppa? Seo Jun oppa?" Teriak Manda sembari menggedor pintu. Gayanya sudah seperti pemain drakor dalam adegan dramatisir. Manda memperkuat gedorannya karena ia yakin Seo Jun pasti di dalam. Perasaannya mengetahui itu lantaran tak seperti yang lainnya, ketika digedor akan muncul ataupun berteriak mengusirnya, justru ini terlalu diam dan mencurigakan.


Manda berhenti menggedor, ia menatap pria yang menegurnya itu. "Temanku ada di dalam, aku takut dia kenapa-kenapa. Mas bisa bantu bobol pintu ini?" Manda justru minta bantuan.


Pria itu memutar bola matanya, "Jangan aneh deh, aku nggak mau ikut ganti rugi kerusakan fasilitas rumah sakit." Tolaknya tegas.


Manda tak menggubris lagi, ia kembali menggedor bila perlu didobrak saja. Ia bersedia bayar ganti rugi asal bosnya tidak kenapa-kenapa. "Oppa, do you hear me? please open the door!"

__ADS_1


Keinginan Manda yang begitu kuat akhirnya berbuah hasil, pintu yang terkunci itu tiba-tiba terbuka dari dalam. Manda tersenyum tipis dan langsung mendorongnya agar terbuka.


"Oppaa...." Pekik Manda terkejut melihat Seo Jun duduk di kloset duduk yang dialih fungsikan menjadi kursi. Tatapannya kosong, raut wajahnya terlihat sedih hingga mengguncang perasaan Manda. Ia tak tega melihat ketidak berdayaan seseorang di hadapannya.


Manda masuk ke dalam bilik kecil itu, yang sebenarnya hanya muat satu orang, namun berhubung dia cukup langsing hingga tak kesulitan untuk menyempil di sana. Manda mengguncang tangan Seo Jun untuk mengembalikan fokusnya, gadis itu takut pria itu malah kesurupan saking kosongnya tatapan itu.


"Bos, what are you doing? Hei... Hei... Let's go!" Pekik Manda cemas, lalu mencoba menarik tangan Seo Jun agar berdiri. Nyatanya sia-sia saja, Seo Jun tetap bergeming. Manda terpaksa berjongkok di depannya, lalu wajahnya mendongak menatap pria itu.


Bola mata mereka saling beradu, di saat itu pula Manda sadar bahwa Seo Jun habis menangis. Hati Manda serasa runtuh melihat kelemahan seorang pria yang biasanya ceria dan kocak itu. Sejenak lidahnya terasa kelu, ia bahkan tak sanggup berkata-kata.


Sorot mata teduh serta wajah Manda yang menatapnya, menimbulkan sensasi tenang bagi Seo Jun. Reflek ia menarik tangan gadis itu hingga mendarat di pelukannya. Manda terkesiap, tubuhnya terasa kaku bahkan ia seolah tak punya tenaga untuk menolak.


"Please, don't move. Just a moments, please."


Lirih Seo Jun. Matanya terpejam merasakan ketenangan dari pelukan itu, meskipun tanpa persetujuan awal dari Manda, tetapi Seo Jun sangat ingin ditenangkan. Ia ingin rasa trauma yang menghantui pikirannya terhapuskan.


Manda menuruti permintaan pria itu, jantungnya berdetak kencang. Tidak ada jarak di antara mereka, bahkan ia bisa merasakan detak jantung Seo Jun yang sama cepatnya dengan dirinya. Melihat sisi gelap pria itu, yang tak pernah ia tahu sebelumnya. Meskipun belum tahu apa-apa tapi Manda bisa merasakan kegetiran hati Seo Jun. Sejenak mereka masih berpelukan, tangan Manda bahkan sudah bergerak dan menempel di punggung si oppa.

__ADS_1


Tenanglah, aku di sini Oppa....


__ADS_2