Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 72 KETAHUAN


__ADS_3

“Tidak... Aku mau ikut!” Tegas Seo Jun, suaranya yang mantap menjawab itu mengejutkan Manda.


Manda tampak berpikir sejenak kemudian meletakkan sendok garpunya, rasanya ia mendadak kenyang setelah mendengar tekad Seo Jun.


"Ehem... Apa kamu yakin? Jangan dipaksakan kalau memang nggak kuat." Lirih Manda, ia masih ngeri membayangkan kejadian kemarin di toilet rumah sakit dan tak mau terulang lagi.


Seo Jun mengangguk mantap, "Asal ada kamu, aku baik-baik saja."


Manda tersipu malu, kata-kata Seo Jun barusan terdengar ia cukup bergantung padanya. "Hmm, pikirkan lagi. Aku tidak mau kayak kemarin." Seru Manda masih agak keberatan.


Seo Jun menggeleng cepat, "Trust me!"


Manda tak punya pilihan lain, tekad Seo Jun itu memaksanya untuk percaya. Mungkin setelah menceritakan traumanya, hati Seo Jin mulai tenang dan bisa mengendalikan rasa phobianya. Who know?


💖


"Hei, kamu mau keluar pakai baju itu lagi?" Pekik Seo Jun reflek saat melihat Manda keluar dari kamar mengenakan baju andalannya - kaos putih polos, sweater abu-abu, dan celana jeans sobek-sobek warna biru langit, plus sepatu kets putih.


Manda melirik bingung pada Seo Jun, apa yang salah dengan penampilannya, anggap saja itu seragam supirnya.


"Udah bersih kok, udah ku cuci." Ujar Manda membela diri.


Seo Jun tetap menatap sewot, "Ke mana baju-baju barumu? Masa di antara sekian banyak tidak ada yang sesuai seleramu."


Seo Jun menyinggung setumpuk baju yang dibelikan untuk Manda kemarin. Selain memberinya baju senilai lebih dari gajinya satu hari, Seo Jun pun memberikan uang cash senilai dua puluh juta sebagai gaji yang diminta Manda.


Manda ikutan sewot, "Aku lebih nyaman pakai ini." Tolaknya halus, saking halus terdengar takut-takut.


Seo Jun menghela napas kesal, ia langsung mendekati Manda lalu mendorong tubuhnya agar masuk lagi ke dalam kamar. Manda terkesiap, ia berusaha berontak.


"Aku tak mau tahu, kamu ganti dulu bajumu. Atau kita nggak usah kemanapun hari ini." Ancam Seo Jun mulai egois.

__ADS_1


Manda menatap tajam pada Seo Jun, tidak biasanya dia bossy banget. Sampai urusan penampilan pun harus sesuai standarnya. Dalam hati Manda merutuki kelakuan seenaknya Seo Jun.


Emang lu siapa?


Sejengkel-jengkelnya Manda, ia tetap masuk kembali ke dalam kamarnya untuk berganti rupa. Jujur saja, ia belum memeriksa barang pemberian pria itu, anehnya lagi ia tak merasa antusias untuk tahu. Padahal sepanjang belanja, Manda selalu di dekat Seo Jun namun ia tak ambil perhatian tentang apa yang dibeli si oppa.


Agak malas Manda meraih kantong belanja yang digeletakkan begitu saja di samping ranjangnya. Senyumnya yang tadi cemberut mulai bisa tersenyum tulus, ketika melihat banyak gaun bagus bahkan pakaian yang lebih feminim dan cocok untuknya.


"Seleramu boleh juga." Gumam Manda memuji kebolehan Seo Jun memilih pakaian itu dan sesuai selera Manda.


Seo Jun berjalan mondar-mandir sambil sesekali melirik jam tangannya, ia masih menunggu Manda selesai berganti rupa. Ternyata memang membosankan dan menguji kesabaran ketika harus menunggu seorang wanita berdandan. Dulu Seo Jun tak pernah ambil pusing, tidak ada yang ia tunggu dan tidak ada yang perlu ia tunggu. Tapi semua berubah ketika ada Manda, akhirnya ia percaya bahwa jatuh cinta itu indah.


"Jatuh cinta? Aku jatuh cinta sama dia? Tidak mungkin!" Seo Jun buru-buru menepis pikirannya. Kepalanya digeleng cepat-cepat, namun begitu melihat sepasang kaki yang ia kenali berdiri di seberangnya, Seo Jun serasa sulit bernapas.


Matanya memandangi dari bawah, memperhatikan sepatu kets putih yang familiar itu, hingga ke atas dan terpaku menatap Manda yang sangat cantik dalam balutan dress simpel dan casual.


Manda senyam-senyum kaku dipelototi seperti itu, mata Seo Jun nyaris tak berkedip.


Seo Jun menggeleng pelan, masih dengan mata tanpa kedip. "Perfect...." Pujinya singkat dan anti gombal.


💖💖


Devi menguntit di pojokan lobby, sedari pagi ia sudah standby di hotel demi berjaga-jaga barangkali mangsanya keluar hotel lebih pagi. Daripada resiko kehilangan jejak, lebih baik sedikit berkorban waktu walaupun bosan terasa. Apesnya lagi, orang yang ia tunggu tak kunjung muncul, Devi seakan adu keberuntungan saja. Kalau Seo Jun dan Manda menghabiskan waktu seharian di hotel, lalu ia harus ikhlas mematung dengan garing di lobby?


Memikirkannya saja sudah membuat Devi lelah dan mengantuk, tapi saat ekor matanya menangkap sosok Manda, segala keraguan pun terabaikan. Ia pasang mata baik-baik, dengan lekat mengamati gerak-gerik dua target tersebut. Mata Devi terpana melihat penampilan Manda yang berbeda, kelihatan lebih cantik dan lebih feminim.


"Wow...." Desisnya penuh kagum. Tapi ia lupa mengontrol suaranya hingga buru-buru menutup mulutnya.


Suara Devi barusan tak luput dari pendengaran Manda, spontan ia menoleh mencari suara yang familiar itu. Ekor matanya menangkap sosok seorang wanita yang mencurigakan, sekilas Manda melihat wajahnya sebelum wanita itu berbalik membelakanginya.


"Ada apa?" Tanya Seo Jun heran saat melihat Manda berhenti melangkah.

__ADS_1


Manda yakin ia melihat wanita yang dulu menghalangi Seo Jun di depan konter, tapi tidak tahu siapa namanya. Hanya sekilas menatap, Manda tak berani mengatakan pada Seo Jun meskipun ia yakin tak salah melihat.


"Ng, nggak apa-apa. Ayo lanjut...."


Devi menghela napas lega, apalagi saat melihat Manda dan Seo Jun sudah berlalu. Untung saja ia sigap membalikkan badan, kalau sampai Seo Jun memergokinya lagi maka tamat sudah riwayatnya sebagai seorang mata-mata abal-abal.


"Huft... Hampir aja...." Gumam Devi lega.


Kelegaan yang bersifat semu, Devi kembali tegang ketika merasakan sebuah tepukan ringan mendarat di pundaknya. Ia langsung meloncat kaget karena menduga kepergok oleh Seo Jun.


"Sorry, sorry oppa... Aku nggak stalkerin kamu." Pekik Devi tanpa menoleh kepada si pemilik tangan. Ia otomatis bicara dalam bahasa Korea saking mengira Seo Jun lah pelakunya.


"Ngomong apa lu? Gaje banget bahasanya."


Devi membuka matanya yang terpejam takut setelah mendengar jawaban dari orang yang ternyata satu bahasa dengannya. Berarti bukan Seo Jun yang menangkap basah dirinya sedang menguntit. Buru-buru ia menoleh demi melihat tampang orang itu.


"Kamu? Ngapain nepuk gue?" Hardik Devi tak senang melihat seorang pria yang baru ia kenal kemarin di mal lah yang menepuknya.


"Kenapa? Nggak boleh? Ah... Apa lu mau gue bongkar rahasia lu? Lu stalker mereka kan?"


Seru pria yang tak lain adalah Jovas itu dengan senyum seringai.


Devi memucat serba salah, begitu mudahnya niat terselubungnya terbaca. Jika benar pria ini mau mengadukan pada Seo Jun, maka hancurlah rencananya untuk memisahkan Seo Jun dari Manda. Yang ada justru dialah yang dipisahkan dari Moon, alias dipecat.


💖💖💖


Hi guys update lagi nih, yang udah nggak sabar nungguin mana jempolnya? Like dong hehehe...


Sambil nunggu update selanjutnya, author mau rekomendasikan novel genre romance yang keren nih. Yuk mampir dibaca, dijamin keren.


__ADS_1


__ADS_2