Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 47 PENGACAU DATANG


__ADS_3

Wajah Manda masih terasa hangat padahal Seo Jun sudah berlalu dari hadapannya. Ia mengangkat gelasnya dan meneguk cocktail demi menghilangkan grogi, debaran aneh di jantungnya belum beranjak normal meskipun ia berusaha tenang. “Satu gelas lagi, bro.” Teriak Manda menambah jatah minumnya. Manda tidak menyadari bahwa ia sedang disoroti sepasang mata dari belakang. Sepasang mata milik seseorang yang dulu sering mengajak Manda kemari.


Seo Jun keluar mencuci tangan di wastafel setelah keluar dari toilet, ia tak menyadari sudah menarik perhatian beberapa wanita yang duduk di dekat sana. Setiap gerak gerik Seo Jun ketika masuk, keluar toilet hingga sedang mengeringkan tangan, membuat para wanita itu enggan mengedipkan mata. Satu wanita bernyali besar pun berjalan menghampiri Seo Jun, sembari meniru adegan yang sering dilihat di sinetron, wanita itu sengaja menyenggol


Seo Jun hingga pura-pura tersungkur jatuh. Aksi lebay wanita itu mendapat cibiran sinis dari yang lain, namun mereka tetap pasang mata melihat reaksi Seo Jun.


“Are you okay?” Tanya Seo Jun yang merasa risih jalannya dihadang oleh wanita itu.


Wanita itu mematung dengan mulut ternganga, dalam hatinya yang dipenuhi puluhan kuntum bunga – anggap saja ilustrasinya demikian – terus berdecak kagum pada pria yang tampak seperti orang asing. Ditunjang dengan bahasa yang dilontarkan Seo Jun, membuat wanita itu tergila-gila. Wanita itu mengangguk pelan kemudian berdiri seraya mengedipkan mata hendak menarik perhatian Seo Jun, sayangnya gagal fokus lantaran ekspresinya justru lebih


mirip orang yang kelilipan.


“Wah, sikat aja kalau gitu.” Ujar seorang wanita yang panas hati melihat respon Seo Jun terhadap wanita itu kemudian ikutan memainkan trik kotor untuk menarik perhatian Seo Jun. Langkah seorang wanita itu diikuti oleh beberapa wanita lainnya, dalam waktu singkat si oppa dikerumuni segerombolan wanita haus perhatian yang mencoba merayunya.


Seo Jun terbelalak kaget, ia tak mengerti maksud para wanita yang mengerumuninya. Satu persatu dari mereka mengulurkan tangan, ada yang mencoba merangkulnya bahkan ada yang tanpa malu melorotkan baju hingga


memamerkan sedikit kulit mulus di pundaknya. Bukan merasa tergiur, Seo Jun justru muak mencium bau alkohol yang kentara dari napas mereka saking dekatnya mereka berusaha menempel.


“Excuse me, let me pass (permisi, biarkan aku lewat).” Seru Seo Jun sembari sigap menyingkirkan belaian tangan nakal yang mencoba menjamah tubuhnya. Para wanita itu pasti sudah di bawah pengaruh alkohol sehingga putus urat malu dan agresif mendekati Seo Jun.


Pemandangan pria tampan dikeroyok segerombolan wanita ambisius itu tak luput dari pantauan seorang wanita yang duduk di meja pojok. Spot itu paling tepat untuk seorang agen pengintai rahasia agar tidak ketahuan. Penampilan luarnya sudah meyakinkan, ia mengenakan jaket hitam, topi hitam dan menyembunyikan rambut panjangnya yang dikuncir ke dalam topi. Hanya satu hal yang tak sinkron dengan gaya ala detektif itu, si wanita memakai kacamata bulat besar yang membuatnya terlihat cupu. Wanita itu meneguk wine di gelasnya sebelum beranjak dari tempat duduk dan bertindak sebagai penyelamat. Dan wanita itu … (Halah, kebanyakan deskripsinya langung pada intinya saja deh) siapa lagi kalau bukan Devi.

__ADS_1


Devi berjinjit mendekati Seo Jun karena takut ketahuan, untung baru beberapa langkah akhirnya ia menyadari kekonyolannya. Untuk apa berlagak seperti pengintai lagi di saat genting, orang yang dibuntutinya sudah membutuhkan pertolongan secepatnya. Devi mempercepat langkahnya dengan tangan yang sigap menyibak gerombolan wanita ganas itu.


“Minggir! Minggir! Bubar sekarang juga!” Pekik Devi yang akhirnya berhasil berdiri di samping Seo Jun.


Seo Jun mengernyit, meskipun Devi sudah totalitas menyamar namun kedoknya langsung terbongkar saat Seo Jun melihatnya. Ia tak habis pikir Devi begitu semangat membuntutinya sampai kemari padahal tadi siang ia sudah memberinya pelajaran.


“Awas aja lu ganggu cowok gue!” Gertak Devi.


“Ngaku-ngaku aja lu, tampang aja belagu mana mungkin cowok setampan itu mau sama lu.” Teriak salah satu wanita yang tak rela diusik itu.


Devi mendengkus, tanpa permisi dulu ia langsung menggandeng tangan Seo Jun. Spontan si oppa terkejut dan melirik tangan Devi yang merangkulnya itu. Tetapi Seo Jun memilih diam dan mengikuti alur permainan Devi, ia tahu tingkah wanita itu demi menyelamatkannya dari jebakan para wanita ambisius itu.


“Hei, cukup actingnya. Lepaskan tanganku.” Seo Jun menepis pelan gandengan tangan Devi, menyudahi acting mereka sebagai pasangan kekasih. Kini Seo Jun menatap lekat wanita di depannya lalu mengerutkan kening.


Ia tak habis pikir betapa percaya dirinya wanita itu datang dengan penampilan senorak itu.


Devi menurunkan posisi topinya agar menutupi wajah, ditatap selekat itu membuatnya canggung. Ia menyembunyikan raut wajah gugupnya dengan menundukkan kepala, sorotan Seo Jun terasa dingin meskipun tidak dilihat langsung.


“Kamu mau bilang terima kasih kan? Iya, aku sudah tahu. Bye ….” Ujar Devi yang buru buru angkat kaki dari hadapan Seo Jun.


“Hei, urusan kita belum selesai. Jadi Moon masih mengirimmu membuntutiku?” Tanya Seo Jun penasaran dan mencegat Devi berlalu dengan menarik jaketnya. Serasa nostalgia dengan adegan ini karena beberapa jam

__ADS_1


lalu Devi juga mengalami keapesan seperti ini saat hendak kabur.  Devi bersumpah seteah lolos dari cengkraman Seo Jun, ia akan mengganti gaya busananya agar tidak ditindas seperti ini lagi.


“Lepasin aku! Jangan kegeeran, siapa yang membuntutimu, aku hanya datang minum.” Pekik Devi dalam bahasa Korea yang sudah diterjemahkan oleh author.


Seo Jun tidak percaya begitu saja, ia tak melepaskan Devi namun sedikit mengendorkan pegangannya pada jaket Devi. “Terserah apapun alasanmu, jangan laporkan pada Moon soal ini. Dan aku tidak suk berhutang budi pada siapapun, kulepaskan kau kali ini tapi jika kepergok lagi, jangan salahkan aku membuat perhitungan denganmu.” Kecam Seo Jun tegas, kemudian melepaskan pegangannya pada jaket Devi.


Tubuh Devi sedikit goyah ketika pegangan tangan Seo Jun dilepaskan. Untung saja keseimbangan tubuhny bagus hingga tidak ambruk atau menyenggol meja. Kesempatan itu digunakannya untuk segera kabur, lagipula ia takut


dengan ancaman Seo Jun yang memintanya tidak melaporkan hal ini pada Moon. Percuma ia tetap bertahan di bar padahal foto-fotonya tak bisa dikirim pada bosnya.


Seo Jun menghela napas saat melihat Devi kabur tanpa sepatah kata, bahkan menoleh ke arahnya pun tidak. Wanita itu dengan gesit berlari menjauhinya, mungkin untuk meninggalkan tempat ini. Ia tak habis pikir mengapa Moon sangat posesif padanya. “Moon, apa yang kau inginkan?”


Sementara Seo Jun masih terbengong, Manda justru diincar oleh seorang pria yang merasa punya urusan dengannya. Pria itu menepuk pundak Manda dari belakang tanpa menyapanya dulu. Sebuah tepukan yang membuat Manda salah kaprah, mengira Seo Jun yang menghampirinya.


“Why you took so long? (Kenapa kamu lama sekali?)” Seru Manda saat menoleh ke belakang, dan sekejab bola matanya membesar karena tegang.


***


Hayo, siapa yang pria misterius yang membuat Manda terkejut?


Mohon bantuan like, komennya ya guys.

__ADS_1


__ADS_2