
Tidur Manda yang begitu nyenyak dengan mimpi indah sekalipun harus terbangun juga, saat matanya merasakan sinar terang yang menyilaukan. Perlahan ia mengerjapkan mata agar sepenuhnya melek, dan ketika melihat Seo Jun yang duduk diam di sampingnya, kesadarannya langsung kembali.
Manda mendongak ke arah Seo Jun, air muka si oppa tampak kusut dan lelah. Banyak pertanyaan dalam benak Manda, terakhir dalam ingatannya pria itu begitu menikmati tontonan itu, namun mengapa setelah selesai justru tampangnya terlihat tak puas?
"Are you okay?" Manda akhirnya bertanya setelah tak sanggup menahan penasarannya.
Seo Jun melirik sekilas Manda lalu mengangguk lemah, jawaban itu tak cukup meyakinkan bahwa ia baik-baik saja. Rasanya Manda merasa pria itu justru sedang tak baik.
Mereka masih menunggu penonton lainnya keluar dari studio agar tak berdesakan. Manda menyipitkan pandangannya ke arah Seo Jun. Apanya yang baik? Tampangnya malah seperti ingin menangis. Batin Manda mengungkapkan rasa herannya.
Mereka berjalan keluar dengan perasaan tak karuan, Manda tak bisa berpuas diri begitu saja, nalarnya pun mulai bekerja memikirkan apa yang membuat wajah pria itu bertekuk.
"Ah, jangan-jangan dia belum move on dari film tadi? Masa sih ending-nya sedih?" Manda bertanya-tanya sendiri, bahkan ketika ia bicara sendiri, Seo Jun enggan meresponnya.
***
Fakta di balik wajah merengut Seo Jun yang tidak Manda ketahui....
Saat terlelap dalam tidurnya, Seo Jun mencuri kesempatan untuk menggenggam jemari Manda. Hatinya terasa berbunga saat gadis itu tidak menunjukkan penolakan, meskipun ini hanya pendekatan sepihak. Namun disela kehangatan tangan yang saling terpaut itu, tiba-tiba gaya tidur Manda berubah nakal.
Tanpa sepengetahuan Seo Jun yang matanya tertuju pada layar di depan, ia tak sadar bahwa posisi tidur gadis di sampingnya telah melampaui batas kenyamanan orang lain. Ia baru sadar ketika penonton yang posisi duduknya tepat di bawah Manda itu berdiri, menoleh lalu berteriak.
"Hei, lihat-lihat dong, kepala orang seenaknya ditendang!" Pekik seorang pria dengan wajah ketus menatap Manda yang tertidur pulas. .
__ADS_1
Seo Jun menyadari bahwa pria itu tengah membentak Manda namun entah apa yang dibicarakannya sehingga ia mengernyit heran. "Sorry to bother you...." Ujar Seo Jun pelan.
Pria itu mengernyit karena tak mengerti yang dibicarakan Seo Jun. Ia hanya memberinya kepalan tangan yang diacungkan pada Seo Jun sebagai ancaman lalu kembali duduk dan nonton lagi.
Seo Jun melirik Manda yang masih pulas, tidak tahu apa yang sudah dilakukan gadis yang terlihat manis saat tertidur itu hingga membuat orang di bawahnya mengamuk. Tetapi apes bagi Seo Jun, saat ia belum memalingkan wajah dari Manda yang ditatapnya dalam jarak dekat, tiba-tiba gadis itu mengeluarkan jurus tersembunyinya. Sikut Manda dengan keras menyenggol pipi Seo Jun saat ia hendak memiringkan tubuhnya.
"Aaawwww...." Spontan Seo Jun berteriak kesakitan sambil memegangi pipi bekas hantaman Manda. Kini ia sadar tingkah Manda saat tidur yang sangat menyebalkan, pantas saja orang di bawah tampak kesal dibuatnya.
Itulah singkat cerita yang membuat suasana hati Seo Jun memburuk. Ia berjalan beriringan dengan Manda keluar dari studio dengan menahan kecewa, mungkin ini balasan dari tindakannya yang mencuri kesempatan. Sementara Manda masih bertanya-tanya dalam hati tentang apa yang terjadi, ia benar-benar tak mengetahui aibnya.
***
"Mau ke mana lagi bos?" Tanya Manda saat mereka sudah duduk di dalam mobil.
Manda terkesiap, Seo Jun ternyata serius dengan kata-katanya, ia sungguh ingin menemaninya menjenguk ayahnya di rumah sakit. "Ng, oke... Kamu sungguh mau ikut?"
Seo Jun hanya mengangguk kemudian memalingkan wajahnya menatap jalanan dari samping kaca mobil. Manda melajukan mobilnya dalam diam, sepertinya Seo Jun tidak dalam mood untuk bicara.
Di belakang mobil mereka, ada mobil Devi yang sudah siaga mengintai. Ke mana mobil Manda melaju, di situlah ia mengekori. Hingga Devi mengernyit heran saat mendekati jalan yang ia masih ingat jelas. "Inikan jalan menuju rumah sakit yang kemarin, kenapa mereka getol banget ke sini?" Devi bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Manda sukses memarkirkan mobilnya, ia melepaskan seat belt kemudian melirik Seo Jun yang juga melakukan hal yang sama. Sebelum mereka siap turun, Manda mengatakan sesuatu pada pria itu dulu.
"Kali ini aku akan jalan pelan, kamu tetap jalan di sampingku ya biar tidak tersesat." Gumam Manda seraya tersenyum.
__ADS_1
Seo Jun tersenyum getir, "Oke. " Hanya sesingkat itu jawabannya kemudian ikut turun dari mobil.
Manda memperhatikan langkahnya agar seimbang dengan Seo Jun, hanya saja ia merasa ada yang tak beres dengan ekspresi pria itu. Bukan sekedar perasaannya saja, ia melihat raut khawatir sangat kentara dari wajah tampan si oppa.
"Are you okay?" Tanya Manda perhatian.
Seo Jun bergeming dan terus berjalan mengikuti Manda. Setidaknya hari ini ia tidak mendapati pemandangan menakutkan seperti kemarin. Kondisi yang mengingatkannya tentang masa lalu yang suram. "Aku ke toilet dulu, kamu masuk saja." Balas Seo Jun dengan ponselnya saat langkah mereka berhenti di depan sebuah ruangan kamar yang dia yakini adalah kamar ayah Manda dirawat.
Manda mengangguk sebagai jawaban, yang pasti Seo Jun kini sudah tahu bahwa di sinilah Manda berada. Setelahnya pasti pria itu bisa menyusul dan tak akan tersesat lagi. Setelah Seo Jun pergi, Manda langsung beranjak masuk ke dalam kamar. Ia mendapati ayahnya terbaring dengan mata terpejam. Lantaran takut mengganggu tidur ayahnya, Manda memelankan langkahnya mendekati bangsal.
Manda sedih melihat wajah lelah ayahnya yang pucat, tanpa disadari air matanya menetes. Di saat kondisi sakit seperti ini, ayahnya justru tidak bebas untuk dibesuk. Tak bisa ia bayangkan betapa rapuhnya ayahnya sendirian dalam tahanan dengan kondisi menahan sakit.
Perlahan ayah Manda membuka matanya, ia menyadari bahwa ada seseorang didekatnya dan itu adalah putrinya. "Nak... Kamu kemari lagi...." Lirih ayah Manda senang.
Manda mengangguk dengan mata berkaca-kaca, "Ayah sudah mendingan hari ini?" Tanya Manda perhatian.
Ayahnya mengangguk pelan dan tersenyum, "Sepertinya besok ayah sudah keluar dari sini, kamu tidak perlu datang besuk lagi ya. Jaga dirimu baik-baik di luar, kamu sendirian dan jangan terlalu percaya pada siapapun, Nak."
Manda mengernyit, "Syukurlah ayah sudah boleh keluar rumah sakit, aku pasti datang menjengukmu di tahanan. Jangan cemaskan aku ayah, pikirkan saja kondisi tubuhmu. Aku baik-baik saja di luar, aku punya kerjaan yang bagus sekarang, dan uang tabunganku nanti akan kupakai untuk menyewa pengacara hebat untukmu." Jelas Manda dengan mantap.
Ayah Manda menggeleng lemah, "Sebaiknya uang itu kamu pergunakan untuk kepentinganmu. Jangan hiraukan ayah, musuh ayah yang menjebloskan ayah ke penjara sangat licik. Jangan sampai kamu terjebak dalam masalah ayah." Pinta ayah Manda sambil menggenggam tangan putrinya.
Di luar pintu, ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka lalu tersenyum menyeringai.
__ADS_1
***