Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 81 MAKIN DEKAT


__ADS_3

Devi kelabakan karena tahu incarannya check out dari hotel, ia bahkan sudah menerima omelan bertubi-tubi dari Moon.


"Pokoknya cari sampai ketemu, mereka pindah ke mana! Ini pasti gara-gara kamu yang terlalu nampak membuntuti mereka." Gerutu Moon.


Devi menggaruk kepalanya yang sebenarnya pusing tapi karena digaruk hingga terkesan gatal.


"Iya Noona, sudah dulu ya saya harus bergerak sekarang." Ujar Devi pasrah dimarahi dan berusaha lebih cepat menemukan Seo Jun.


Ia bisa menghela napas lega saat percakapan mereka berakhir, Devi segera menghubungi nomor Jovas yang sejak tadi nada sambungnya sibuk.


"Lu ke mana sih? Sibuk ngapain sampe hape aja nggak bisa dihubungi." Gerutu Devi tak sabar.


Senyum Devi mengembang saat mendengar panggilannya terjawab dari seberang, namun saat ia hendak mengomeli Jovas, yang ada pria itu yang duluan memarahinya.


"Lu ke mana aja sih susah amat dihubungi?" Pekik Jovas.


Devi mengerutkan dahi, suasana hatinya seketika tidak enak. "Nggak salah nih? Harusnya gue yang nanya lu ke mana aja sih gue hubungin jaringan sibuk mulu!"


Terdengar helaan napas dari pria itu hingga membuat Devi bungkam.


"Udah deh, lu mendingan segera ke bandara."


Devi tersedak mendengar kata itu padahal ia tidak sedang minum. "What? Mereka di bandara?"


"Yup, udah terbang ke Bali malah. Udah ya, gue udah mau boarding." Jawab Jovas singkat.


"Lah kok lu ngajaknya baru sekarang? Gue berangkat sendiri nih jadinya? Lah tunggu gue dong!" Cemas Devi hingga bicara gelagapan.

__ADS_1


"Berangkat sendiri lah, gue aja nggak ada persiapan. Good luck ya!" Gumam Jovas hendak mematikan panggilan namun batal karena teriakan Devi yang mencegahnya.


"Eh... Tunggu! Kita masih satu tim kan, lu harus tungguin gue di sana!" Ancam Devi.


"Hmmm... Gimana ya? Satu tim sama lu tapi nyatanya tetep gue yang banyak gerak, lu malah yang diuntungin dari gue. Mending kita pecah kongsi lagi deh. Lu kan guide, jadi lu nggak perlu ditemenin juga di sana, Bye bye...." Dan Jovas sungguh memutuskan pembicaraan.


Devi mengumpat kesal pada Jovas, ia menggenggam ponselnya erat lalu mengepalkan tangan yang satunya. "Awas lu Manda, Jovas! aaaarrghhh... Sebeel!"


🌹🌹🌹


Manda melemparkan barang bawaannya begitu saja lalu melompat ke atas ranjang empuk di hadapannya. Ia tak pernah serindu ini terhadap tempat tidur, namun karena pekerjaannya yang otodidak menjadi kuli pikul koper, rasanya ia harus beristirahat total untuk meredakan pegal-pegalnya.


Seo Jun terkekeh, entah mengapa ia merasa sangat puas bisa membuat Manda kesal. Sekarang si Oppa justru melipat tangan dan berdiri di sampingnya lalu berdehem.


"Ehem... Karena sewa kamar hanya satu, jadi ranjang ini milikku. Kamu tidur di sana saja." Ujar Seo Jun lalu menunjuk sofa di pojokan kamar.


Seo Jun kesal dicuekin, ia tahu Manda capek tapi harapannya adalah mengajak gadis itu cekcok sejenak. Nyatanya, Manda tak meladeninya dan justru makin memamerkan kenyamanan istirahatnya.


Bruk!


Tiba-tiba Seo Jun melompat ke atas ranjang dan sedikit menubruk pinggang Manda. Gadis itu terkesiap, terpaksa posisi nyamannya tertindas oleh pria itu.


"Hei, what are you doing?!" Kesal Manda lalu menggeser tubuhnya agar tidak menempel pada Seo Jun.


Seo Jun tertawa lebar, ia meraih ponselnya dan berkata. "Bukankah kita sudah sering berbagi tempat tidur? Aku juga ingin jatahku di ranjang ini. Aku juga capek." Gumam Seo Jun yang sebenarnya hanya alasan saja.


Manda menggerutu, ia jelas tak ingin tidur seranjang lagi dengan pria itu. Apalagi semakin lama, debaran jantungnya semakin aneh terasa setiap berdekatan dengan Seo Jun. Demi kesehatan jantungnya, Mandapun terpaksa berdiri lalu berjalan ketus menuju sofa.

__ADS_1


Seo Jun menatapi langkah gadis itu dengan senyuman. Manda sungguhan berbaring di sofa itu dengan posisi tubuh yang miring ke dalam sofa. Ia memberikan posisi tubuh bagian belakang untuk dilihat Seo Jun, pria itu menelan ludahnya, lekuk tubuh Manda dari belakang terlihat seksi baginya. Namun pikiran kotor itu ditepisnya, Seo Jun pun memilih rebahan dengan tatapan lurus menatap langit-langit kamar itu.


Tanpa mereka sadari, akibat lelah dan kurang tidur tadi malam, akhirnya mereka pun ketiduran dalam satu kamar dan dalam tempat tidur masing-masing.


🌹🌹🌹


Seo Jun terbangun duluan dan mendapati hari sudah sore. Ia menyibak tirai kamarnya, langit sore begitu indah, dan pesona pulau Dewata itu menggodanya untuk segera keluar menikmati panorama pantai. Dengan penuh semangat, Seo Jun beranjak dari ranjangnya dan menghampiri Manda yang masih terlelap.


Posisi tubuh Manda sudah berubah, ia tak lagi tidur miring namun terlentang memamerkan wajah polosnya. Seo Jun berjongkok di depan Manda, dengan dua tangan yang menopang dagu, ia tersenyum mengamati pola tidur Manda.


"Beautiful." Gumam Seo Jun spontan.


Manda menggerakkan tangannya, Seo Jun terlambat menghindar hingga terlanjur pipinya terkena serangan mendadak Manda.


"Aaawww...." Seo Jun memegangi pipinya yang bekas tabokan Manda.


Tak terima mendapat bogem mentah dari Manda walaupun tidak sengaja, Seo Jun yang geram itu langsung punya ide balas dendam. Ia menyentuh rambut Manda lalu dengan ujung rambutnya ditekuk dan digerak-gerakkan pada telinga gadis itu.


Tanpa menunggu lama, spontan Manda terkesiap dan bangun dengan tawa geli. Tangannya menyibak agar Seo Jun menghentikan kejahilannya. "Stop it!" Pekik Manda sambil terus tertawa.


Seo Jun ikut tertawa puas, ia semakin menjadi-jadi mengerjain Manda yang tak berhasil menyingkirkan tangannya yang terus menggelitikinya, kini tangan Seo Jun sudah beralih ke pinggang ramping gadis itu. Memberinya pelajaran agar tidak sembarang menepuk pipinya lagi.


Manda sebenarnya sadar saat Seo Jun memujinya cantik, hanya saja ia ingin melampiaskan kekesalannya karena Seo Jun mengusik kenyamanannya dengan memanfaatkan kesempatan pura-pura tidur. Tapi kini ia malah menanggung akibatnya.


Manda terus menggeliat dan tertawa, Seo Jun berniat menghentikan hukuman kecil itu namun tatapannya terfokus pada bibir merah Manda yang sedang tertawa itu. Aksi gelitikan itu berhenti, Manda pun mengatur napasnya yang tersengal pasca banyak tertawa. Ia melihat Seo Jun terdiam dan menatapnya lekat, entah mengapa suasana terasa sangat mendukung saat ini, Manda pun serasa terhipnotis oleh tatapan lekat Oppa tampan itu.


Tanpa banyak kata-kata, tanpa pengaruh alkohol, hanya karena tertarik lewat bahasa mata, perlahan Manda dan Seo Jun yang tak berkedip itu mulai mendekatkan wajah mereka. Manda mulai memejamkan mata, ia tahu adegan apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan ia secara sadar akan menikmati ciuman yang sesaat lagi menempel di bibirnya.

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2