
"Gue mau ke toilet dulu deh, lu nggak apa apa kan sendirian?"
Reagan memastikan ulang bahwa pacarnya tidak akan hilang lagi ditinggal sendirian. Sebenarnya ia ingin mengajaknya ke kamar kecil, dan pertanyaan itu hanya modus agar Sofie menjawab bahwa ia ingin ikut.
"Ng... lu kira gue anak kecil? Sana pergi!" Jawab Sofie ketus.
Harapan Reagan luluh lantak saat mendengar jawaban yang tidak ada manis manisnya itu. Ia terlalu berharap bahwa Sofie akan menjawab dengan lembut dan manja.
"Huft... ya udahlah." Jawab Reagan sambil berjalan pergi tanpa semangat.
Semenjak kejadian di Jakarta, Reagan sudah kehilangan sosok manja dan kekanakan dari Sofie. Kini gadis itu berubah jadi gadia yang jutek dan emosional.
"Gara gara cowok pucat itu pasti! Apa sih yang bikin dia menarik? Perasaan masih cakepan gue!" Gerutu Reagan yang kini berkacak pinggang dan mematut diri di depan cermin depan toilet. Reagan menyalahkan Seo Jun atas perubahan sikap kekasihnya. Sebelum kenal pria Korea itu, sikap Sofie baik-baik saja, hubungan mereka juga adem ayem, tapi sekarang Reagan merasa tengah diselingkuhi oleh Sofie. Bukan fisiknya, tapi hati cewek itu sudah berpaling darinya.
Sofie memainkan ponselnya dengan malas, ia pun menyeruput jus alpukatnya tanpa memalingkan wajahnya pada ponsel. Hingga ia tak sadar keteledorannya menaruh gelas tidak tepat di atas meja dan tumpah, barulah cewek itu berteriak kesal.
"Ih... kotor kan kakiku. Gelasnya licin sih, Sebel!" Gerutu Sofie, jelas jelas ia yang ceroboh tapi malah menyalahkan gelas jus itu.
Tapi setelah menyadari tidak ada yang memperhatikannya, barulah Sofie merasa sia sia acting marahnya barusan. Ia kembali duduk kalem setelah membersihkan telapak kakinya yang kecipratan tumpahan jus.
"Eh? Itu bukannya si...." Pandangan Sofie tertuju pada dua orang yang sedang duduk di kursi depan kafe di seberangnya. Spontan ia berdiri berjinjit demi membuktikan matanya tidak salah melihat, dua orang yang tidak asing itu sedang duduk saling bertatapan dan diam mematung.
"Beneran dah, itu mah si oppaku sama si... cewek centil." Saat menyebutkan oppa, Sofie tersenyum lebar namun saat harus menyebut cewek centil itu, raut wajah Sofie mendadak kusut. Di satu sisi ia mensyukuri masih bisa bertemu si oppa, tapi di sisi lain ia sebal melihat gadis yang ada di dekat pria itu.
"Kita memang jodoh kali ya, di mana mana aja bisa ketemu. Gue udah putus asa kayak orang putus cinta gegara diajak ke sini, eh di sini malah kita ketemu lagi. Oppa... Sarangheoooo aku datang." Pekik Sofie girang, dan ia sungguh melupakan seseorang yang sedari tadi bersamanya. Pria malang, ia benar benar dilupakan. Sofie bergegas berlari menghampiri tempat si oppa, siapa lagi kalau bukan Seo Jun.
❤️❤️❤️
"Saranghae...." Lirih Seo Jun tanpa melepaskan pandangannya.
Apa itu? Apa dia menyatakan cinta? Saranghae? Dia barusan bilang saranghae? Dia lagi nembak aku?
Manda terkejut, ia berharap mematung dengan ekspresi yang imut dan menggemaskan, tapi entahlah Manda kini masih terdiam gara gara pernyataan cinta dari Seo Jun. Entah serius atau hanya menggodanya, yang pasti ungkapan itu sukses membuat jantung Manda nyaris mencuat dari sarangnya.
__ADS_1
Seo Jun juga merasakan hal yang sama, jantungnya berdetak cepat hingga ia takut mati mendadak karena kelainan itu. Tapi yang membuatnya kesal adalah respon Manda yang tampak santai menatapnya, padahal Seo Jun sudah merasa kaki tangannya mengeluarkan keringat dingin saking gugupnya telah menyatakan cinta. Dan lihat reaksi gadis itu, hanya diam seperti patung hidup. Sungguh Seo Jun merasa apa yang diseriuskannya justru tak dianggap penting.
"Manda, did you hear me?" Tanya Seo Jun menahan dongkolnya, barangkali Manda benar benar tidak mendengar ucapannya, barangkali suara Seo Jun terlalu pelan sampai tak menembus hatinya. Jika benar demikian, Seo Jun akan mengulangi sekali lagi sampai Manda memberinya jawaban.
Manda terkesiap, pria itu bertanya padanya.
Gawat, apa dia nagih jawaban? duh... aku harus bilang apa?
Manda galau, ia diam karena belum tahu harus merespon seperti apa. Konyolnya lagi ia berdehem dan memperlihatkan kecanggungannya.
"Ehem... what???" Tanya Manda sok polos. Dua bola matanya gelagapan, mencoba menutupi kebohongan serta rasa gugupnya. Kalau bisa Manda ingin menghindari situasi canggung ini dulu, seumpama benar Seo Jun sedang menembaknya, Manda tidak tahu apa yang harus ia jawab.
Seo Jun menghela napas kecewa, benar dugaannya bahwa Manda tidak mendengar bisikan cintanya. Padahal ia sudah serius menyatakan perasaan yang spontan itu. Dari spontan itulah Seo Jun menyadari ia menyimpan ketertarikan lebih dari sekedar teman pada gadis di depannya.
Jika harus diulang, Seo Jun akan mengulanginya. Ia menarik napasnya dan bertekad setelah menghembuskannya maka pernyataan cinta juga harus diungkapkan lagi.
"I say that i lo...."
Dia mau bilang i love you? OH my God....
Panik Manda dalam hatinya, sekaligus senang tapi ia tetap kalem dan bertampang pura pura polos.
" Oppaa...."
Teriakan Sofie nyatanya jauh lebih kencang daripada pernyataan cinta Seo Jun yang belum selesai. Seo Jun menundukkan kepalanya, gagal lagi usahanya menciptakan suasana romantis. Tangannya mengepal, ia malu pada Manda plus geram pada entah siapa yang barusan memanggilnya.
Sofie langsung bergelayut memeluk Seo Jun dari belakang, padahal pria itu sedang duduk dan tidak meresponnya. Sorot mata Sofie menatap Manda dengan tajam, seolah ada setrum listrik dari tatapan gadis itu.
Manda melongo, penantiannya ternyata berakhir seperti ini? Sungguh di luar konteks keromantisan, segalanya jadi kacau karena kemunculan pengacau ini tiba-tiba.
Dari mana datangnya si penggila oppa ini? Kenapa di manapun bisa ketemu dia sih?
Gerutu Manda dalam hatinya. Ia benar-benar heran dan salut pada keberanian Sofie menunjukkan perasaannya, kalau Manda jelas tidak punya kepercaya dirian untuk bertindak senekad itu.
__ADS_1
Seo Jun mulai risih dengan sentuhan dari seseorang yang seenaknya, ia memberontak membebaskan lehernya yang terasa tercekik pelukan dari belakang.
"Kamu? Kenapa muncul lagi di sini?" Kesal Seo Jun, ia bicara dalam bahasa Korea lantaran tahu bahwa Sofie menguasai bahasa itu.
Sofie hanya cengar cengir dan tak merespon kekesalan Seo Jun, baginya bisa bertemu dengan Seo Jun adalah pertanda jodoh, dan jodoh tidak selalu berawal dari sama sama suka, bisa saja ketidak sukaan Seo Jun akan berakhir cinta padanya. Yaa... Maunya Sofie sih begitu.
"Itu artinya kita masih berjodoh, buktinya nggak pakai janjian aja bisa ketemu di sini kan. Oppa, kita jalan bareng aja selama liburan di sini. Aku bakal jadi guidemu." Ujar Sofie girang.
Gantian Manda yang hanya bisa terbengong menyaksikan dua orang itu bicara dalam bahasa aneh baginya.
Apa aku kurang pintar? Kenapa hanya aku yang nggak bisa lancar ngomong sama dia... Ah, payah.
Gerutu Manda pada dirinya sendiri.
Seo Jun menggeleng cepat, tawaran Sofie semakin membuat dia ilfeel pada gadis itu. Ditatapnya Sofie dengan kesal lalu dengan lantang ia menjawab, "Bermimpi saja kamu!"
Senyum Sofie pudar seketika, dan semakin nyata terlihat kekesalannya karena melihat si oppa meninggalkannya dengan cara yang menyebalkan.
"Oppaa...." Pekik Sofie tak rela ditinggal begitu saja.
Seo Jun bergegas menghampiri Manda yang masih duduk terbengong, agak kasar ia menarik tangan Manda hingga membuat gadis itu terkesiap.
"Lets go!" Hanya itu yang terlontar dari Seo Jun dan ia serius menarik Manda pergi dari sana.
Teriakan Sofie menjadi backsound alami mengiringi langkah mereka pergi. Namun ada backsound yang jauh lebih kencang dan berarti, detak jantung Manda yang berdentuman di dalam. Dalam diam, Manda hanya membiarkan Seo Jun menarik tangannya. Setidaknya mereka terlihat seperti bergandengan tangan, dan itu membuat Manda mencuri senyuman. Ia berjalan sambil menatap rambut belakang si oppa, ternyata kehadiran si pengacau berguna juga, karena dialah Manda dan Seo Jun bisa merapatkan jemari walaupun masih berjaga jarak.
"Oppaaaa...."
Manda menoleh ke arah Sofie dan melihat kekesalan gadis itu. Terpikir ide jahil Manda untuk balas dendam, di saat Sofie berteriak kesal, Amanda justru menjulurkan lidahnya ke arah gadis itu lalu tersenyum mengejek seolah ingin menunjukkan bahwa ia lah pemenangnya.
❤️❤️❤️
Pokoknya kudu dikomen dan like ya guys ❤️
__ADS_1