Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 54 OUR FIRST KISS


__ADS_3

Cerita di malam mendebarkan versi Seo Jun. Sebagai seorang pria normal yang memang sudah tertarik pada Manda sejak jumpa pertama, sulit bagi Seo Jun untuk mengontrol diri terutama saat kesempatan itu hadir di depan mata. Tanpa perlu perjuangan berat untuk menakhlukkan hati gadis itu, kini Manda justru menyodorkan diri padanya. Seo Jun menelan air liur saat Manda dengan gesit mengecup bibirnya, napasnya mulai tak karuan menderu dan ia merasakan panas menjalari dadanya yang berdebar kencang.


Manda menyudahi kecupan lembut itu tetapi Seo Jun yang mulai tergoda dengan reflek menyosorkan bibir pada bibir lembut Manda. Dan bisa dibayangkan apa yang terjadi selanjutnya, mereka berciuman dan tampak begitu menikmatinya. Yang paling menyebalkan adalah saat momen romantis di malam hangat itu berlangsung, tiba-tiba Seo Jun merasakan bibir Manda mulai berontak, disusul tubuhnya yang mengeliat seperti hendak melakukan sesuatu yang tak tertahankan. Tubuh Seo Jun didorong kencang oleh Manda yang otomatis melepaskan ciuman mereka.


“Hueeek….” Manda merasakan perutnya seperti dikocok-kocok hingga mual tak tertahankan itu mendarat tanpa melihat tempat.


Isi muntahan Manda keluar begitu saja dan apesnya Seo Jun tak sempat menghindari letusan lava cair dari perut Manda. Cairan hangat dan segar itu mendarat sempurna di jas Seo Jun bagian depan, sontak saja wajah senang Seo Jun yang baru saja kissing dengan Manda berubah total. Ia merengut bahkan kini wajahnya tampak seperti ingin menangis, ini pertama kalinya ada seseorang yang berani memuntahinya.


Seo Jun tak bisa marah sekalipun ia ingin, tetapi siapa yang tega memarahi gadis seperti Manda yang tampak tak berdaya karena mual hebat efek mabuk. Manda masih terlihat menderita, berdiri terhuyung sembari memegangi kepalanya. Keadaaannya belum juga membaik sekalipun ia sudah muntah. Seo Jun bergegas melepas jasnya yang kotor kemudian menggeletakkan begitu saja di lantai. Ia dengan sigap menghampiri Manda lalu memapahnya menuju ranjang di kamarnya.


Seo Jun membaringkan tubuh Manda pelan-pelan di atas ranjang, ajaibnya gadis itu sudah mengotori jas Seo Jun namun baju yang dipakainya justru selamat dari muntahan. Seo Jun nyengir begitu melihat kenyataan itu, namun kini Manda mulai tenang ketika dibaringkan. Mata gadis itu pun terpejam meskipun Seo Jun yakin bahwa gadis itu belum tertidur. Ingin rasanya Seo Jun membelai rambut Manda, menyibak rambut yang berantakan di wajah


manisnya. Namun ketika fokusnya tertuju pada bibir Manda, saat itu juga nyali Seo Jun ciut. Si oppa merasa malu pada dirinya sekaligus senang, ia meraba bibirnya seraya tersenyum. Tak akan pernah disesali karena ciuman pertamanya diberikan pada gadis yang memang membuat hatinya tertarik.

__ADS_1


“Sepertinya aku harus menegaskan sebuah status untukmu. Anggap saja ini hukumannya karena kamu sudah membobol ciuman pertamaku.” Lirih Seo Jun yang akhirnya berani menyentuh wajah Manda untuk menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantiknya. Ia kemudian beranjak dari samping Manda lalu berniat membersihkan hasil pesta mabuk mereka di ruang tengah.


“Ayah… Hiks… Manda nggak mau sendiri.” Ceracau Manda yang sudah tertidur.


Suara Manda yang sendu itu menyita perhatian Seo Jun, baru beberapa langkah meninggalkan gadis itu namun si oppa sudah membalikkan badan menatapnya lagi. Seo Jun mengernyitkan dahi begitu melihat wajah Manda yang tampak gusar dalam tidurnya. “Hmm… Dalam mimpi saja kamu masih berani menyebut nama pria lain, padahal kamu yang duluan menciumku tadi.” Kesal Seo Jun akibat persepsinya sendiri, ia tidak tahu bahwa ia sudah salah paham


mengira Manda mengigau nama mantannya. Padahal ia tak mengerti apa yang dikatakan Manda, tetapi main tebak saja karena Manda tampak sakit hati setelah bertemu mantan kekasihnya tadi.


Seo Jun beranjak pergi sambil mengendus kesal, ia meraih jas kesayangannya kemudian membersihkannya dalam kamar mandi. Benar-benar hari yang panjang dan melelahkan bagi Seo Jun, sekalipun ia senang nyaris dua puluh empat jam bersama Manda, tetapi hal-hal yang dialaminya bersama gadis itu rasanya sulit dipercaya. Sebelum mengenal gadis itu, Seo Jun lebih nyaman tertutup pada siapapun. Ia menyukai privasi dan tak ingin diusik orang, bahkan Moon yang akrab dengannya sejak kecil saja tidak bisa berbagi sesuatu dengannya. Seo Jun tak akan mengijinkan orang menggunakan barangnya, apalagi sampai berbagi ranjang.


Ia membersihkan lalu mengeringkan bagian yang basah pada jasnya dengan hair dryer. Cara itu ia tiru dari Manda yang begitu bersemangat mencuci pakaian bahkan dalamannya di kamar mandi hotel. Seo Jun jelas tahu semua kegiatan Manda di kamar mandi waktu itu, ia hanya pura-pura tidak tahu demi menjaga harga diri seorang gadis.


*Khayalan author dulu ya\, kita keluar dari cerita Seo Jun dan Manda. Bayangkan saja andai kalian ketahuan mencuci pakaian yang sangat privasi itu di depan pria yang baru dikenal beberapa hari\, meskipun tinggal satu atap pasti rasanya canggung bukan? Nah itulah yang dirasakan Manda dan dimengerti oleh Seo Jun (he he… Baik kan itu oppa). Oke balik lagi ke cerita ya!*

__ADS_1


Seo Jun keluar dari kamar mandi dengan menenteng jasnya yang telah bersih di bagian kotor itu. Kepalanya mulai terasa berat, bukan karena pengaruh alkohol karena minuman sebanyak itu belum cukup mempengaruhi kesadarannya. Ia hanya merasakan kantuk yang tak tertahankan lagi, antara lelah dan ingin segera beristirahat. Si oppa berjalan pelan menuju ranjang, di mana Manda dengan nyenyaknya tertidur di sana. Disibakknya selimut


yang membungkusi tubuh Manda lalu menyelinap masuk ke dalam selimut yang sama. Tubuh mereka berlindung di bawah kehangatan kain yang sama serta posisi tubuh Manda yang miring menghadap Seo Jun, membuat si oppa leluasa menatap wajah polos Manda.


Jemari Seo Jun bergerak pelan menyentuh wajah mulus dan putih milik Manda. Gadis itu tentu saja tidak menyadarinya saking nyenyaknya terlelap, senyuman Seo Jun mengembang penuh dan hatinya terasa berbunga-bunga. Perasaan yang belum pernah ia rasakan sebahagia ini.


“Sepertinya aku mulai menyukaimu… Kamu tenang saja, sekalipun aku sangat ingin memakanmu tapi aku pastikan itu tidak akan terjadi selama kamu belum sepenuhnya menjadi milikku. Kupastikan kamu aman bersamaku, aku tidak akan merusakmu. Itu prinsipku, menyukai seseorang berarti siap melindunginya, bukan merusaknya.” Desis Seo Jun yang masih terus mengusap wajah Manda hingga gadis itu bereaksi reflek menepuknya.


***


 


Jadi… Intinya dalam cerita ini tidak akan ada adegan plus plus 18+ he he…. Author tidak ingin merusak sisi romantis dengan mengumbar adegan yang tidak semestinya dideskripsikan. Berhubung pembaca juga ada dari berbagai kalangan bahkan yang belum cukup umur. Jadi adegan yang paling panas dalam percintaan Seo Jun dan Manda hanya sebatas ciuman ya guys. Harap maklum dan semoga kalian tidak kecewa. Yang ingin author tonjolkan dalam cerita ini adalah sesuai genrenya komedi romantis, ada rasa bangga loh bisa membuat kalian tertawa ketika membaca. Ataupun ikut baper kalau memang lagi baperan, pokoknya dukungan dari kalian adalah kekuatanku untuk terus berkarya. Plis ya tinggalkan komentar dan like dan vote poinnya. Plis bantu author naikin level karya ini,

__ADS_1


hiks….


__ADS_2