
Kening Seo Jun mengerut saat melihat ke arah Manda yang terlihat sedang berbincang dengan dua orang. Dari raut wajah dan bahasa tubuh gadis itu, Seo Jun merasa Manda tidak nyaman bertemu dengan dua lawan bicaranya. Sedikit penasaran berkecamuk di hati si oppa, ia terus memperhatikan tanpa berniat datang untuk campur tangan. Hingga seorang pelayan pria lewat di hadapannya membawa nampan kosong, sepertinya baru kembali mengantarkan pesanan orang lalu dengan sigap ditarik oleh Seo Jun.
“Hei, can you speak English?” Tanya Soe Jun dengan mata berbinar, mengharap mendapatkan jawaban yang diinginkan. Senyumnya makin mengembang saat mendapat anggukan dari pelayan itu. Seo Jun dengan sigap
memberi tugas pertama pada si pelayan sebagai pengintai. Ia meminta pria itu mendekati tempat Manda dan dua orang tak dikenal itu lalu mendengar apa yang mereka bicarakan. Tak lama kemudian pelayan pria itu kembali dan menceritakan inti permasalahan hasil menguping pembicaraan Manda.
Seo Jun mengangguk paham disertai senyuman tipis. “I See, thank you….” Ujar Seo Jun sembari menyodorkan tip pada pelayan itu sebagai imbalan kerjasama. Pelayan itu tersenyum lalu mengangguk pamit dari hadapan Seo Jun.
Jadi itu mantannya lagi pamer pacar baru pada Manda, hmm…. Gumam Seo Jun dalam hati sembari memikirkan cara yang jitu untuk menyelamatkan harga diri Manda. Ia meronggoh ponsel di sakunya kemudian memainkan aplikasi andalannya, kali ini tidak untuk diperdengarkan pada Manda namun ia harus belajar dengan cepat dan mengandalkan ingatannya yang tajam itu untuk menghapalkan beberapa kalimat.
Setelah dirasa cukup mantap, Seo Jun pun bergegas menghampiri Manda dari samping dan langsung merangkulnya mesra layaknya pasangan kekasih.
“Apa buat kamu sayang? Aku sedang mencarimu dari tadi, mana minumanku? Maaf aku buat kamu lama tunggu, yuk kita minum.” Ujar Seo Jun sembari memamerkan lekuk senyumnya yang menawan.
Manda terperangah mendengar kata-kata yang diucapkan Seo Jun, selain terdengar kaku dan tak enak didengar, tata bahasanya pun cukup kacau meskipun Manda mengerti apa yang dikatakannya. Beberapa detik terlewatkan
dengan wajah bengong Manda yang belum menangkap maksud baik Seo Jun, ia malah melongo menatap Seo Jun yang mulai garing tersenyum.
Lain halnya dengan Bella yang langsung terpukau menatap pahatan sempurna dari wajah tampan Seo Jun. Bentuk rahang yang tegas, hidung mancung nan kokoh, sepasang mata yang teduh dengan alis tebal dan rapi sebagai bingkai wajah, ditambah senyuman yang memamerkan sederet gigi putih. Bella menelan ludah saking tergiurnya, Jovas tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ketampanan pria itu. Tapi tunggu, dia panggil Manda sayang? Gumam Bella terheran dalam hatinya.
__ADS_1
“Siapa dia?” Tanya Jovas dengan wajah kesal. Ia melirik bergantian pada pria itu, Manda lalu Bella yang belum berkedip menatap. Jovas menyenggol ringan lengan Bella untuk menyadarkan perhatian gadis itu, ada rasa iri sekaligus cemburu yang meletup dalam hati Jovas. Terlebih saat melihat tangan pria itu dengan manja bergelayut di pundak Manda, membuat matanya terasa panas tanpa bisa dikontrol.
Manda tak menghiraukan tatapan penasaran sekaligus mata Bella yang jelalatan melihat ke arahnya, ia menarik tangan Seo Jun lalu mengajaknya membalikkan badan bersamaan. Ada yang perlu ia klarifikasi pada oppa itu, apa dia mabuk padahal belum juga mulai minum?
“Hei, what are you doing? Are you aware of what you said just now? (Apa kamu sadar apa yang kamu katakan tadi?” Tanya Manda berbisik pelan, suara dengan volume kecil itu jelas tak dimengerti Seo Jun. Apalagi suasana di sekitar yang mendukungnya untuk tuli sejenak, siapa yang bisa mendengar dengan jelas dalam kondisi ramai begini?
“What are you saying? (Kamu ngomong apa?” Pekik Seo Jun bingung.
Manda mendengkus kesal, dipelototinya sejenak Seo Jun kemudian menarik pria itu hingga berjarak sangat dekat. Lengan mereka saling menempel saking tiada jarak di antara mereka. Manda membisikkan sesuatu ke telinga Seo Jun, membuat pria itu sedikit merasa geli.
“Are you drunk? Do you know what you just said? (Apa kamu mabuk? Apa kamu tahu apa yang kamu katakan tadi?” Bisik Manda.
Manda mengerutkan dahi, belum sempat ia memberi persetujuan, Seo Jun sudah duluan membalikkan paksa tubuhnya menghadap ke arah sepasang kekasih menjengkelkan itu. “Maduku cantik, ayo kita minum lagi.” Ujar
Seo Jun sengaja dengan suara lantang, niat hati sih ingin memanaskan hati lawan Manda yang mendengar, tetapi sayangnya hati yang duluan panas adalah Manda. Seo Jun tidak tahu bahwa terjemahan yang ia hapalkan itu bermakna sangat berbahaya menimbulkan persepsi negatif tentang Manda. Dalam ekspektasi Seo Jun, ia ingin
menyebut ungkapan sayang pada Manda degan sebutan ‘Honey’ namun setelah diterjemahkan, ia tak tahu bahwa makna kata itu sangat sensitif diungkapkan.
“Madu? Ha ha ha… Ternyata benar dugaan gue, lu mana mampu nongkrong di sini kalau bukan jadi simpanan orang. Trus ini siapa? Pelanggan baru? Berani banget ungkapin identitas lu sebagai mainan dia di depan umum. Manda, gue nggak nyangka harga diri lu murah.” Cibir Jovas yang puas dengan gunjingannya pada mantan kekasihnya itu.
__ADS_1
Bella terperanjat, dalam hati ia menjerit bahwa ia pun mau menjadi madu asalkan prianya setampan itu.
Manda berubah murka, ia melepas rangkulan Seo Jun lalu tergesa menghampiri Jovas dengan tangan yang mengepal. Cukup sudah batas kesabarannya, dengan sekuat tenaga ia melampiaskan kekecewaan, kemarahan serta rasa sakit karena pengkhianatan melalui sebuah tamparan keras yang mendarat di pipi Jovas. “Lu pantas mendapatkannya!” Ujar Manda dengan senyum seringai penuh kemenangan.
Manda berjalan meninggalkan Jovas yang masih berdiri shock memegangi bekas tamparan itu, sementara Bella memilih diam dan menggunakan kesempatan itu untuk melirik Seo Jun. Baru beberapa langkah berjalan, Manda teringat Seo Jun belum beranjak dari sana, terpaksa Manda berbalik badan menghampiri Seo Jun lalu menyeret pria itu pergi dari bar itu.
Ketika bersebelahan dengan Jovas, Seo Jun melayangkan sorot sinis pada pria itu. Seketika itu pula Jovas merasa terancam, saking menakutkannya tatapan itu. Seo Jun memilih diam mengikuti kehendak Manda yang masih menyeretnya hingga ke parkiran. Saat pintu mobil dibuka, si oppa baru buka suara dengan ponselnya.
“Minuman yang dipesan tadi apa sudah dibayar?” Ujar suara penerjemah dari ponsel Manda.
Manda baru saja menduduki kursi di belakang setir, ketika disadarkan bahwa ia nyaris minum gratis di bar itu. Manda nyengir sambil menggelengkan kepala, wajahnya yang tadi keluar dengan ketus kini berubah kalem
seperti orang yang baru kepergok berbuat salah. Seo Jun ikut nyengir karena tahu arti mimik Manda yang memelas itu.
Pertanyaannya hanya satu, apa aku harus masuk ke sana lagi untuk bayar minuman? Tapi aku belum punya mood untuk hadapin mereka lagi…. Gerutu Manda yang galau dalam hatinya.
***
Hi readers, akhirnya update lagi ya ^^ mohon banget dukungan like dan komentarnya. Thanks !
__ADS_1