
Setelah menghabiskan waktu nyaris setengah jam untuk merenungi nasib, Manda mengendap-endap keluar dari dalam kamar mandi. Lebih baik ia segera pergi selagi kesempatan untuk kabur masih di depan mata, sebelum Seo
Jun terbangun dan menyusahkannya. Sebenarnya lebih tepat kalau Manda yang merasa susah jika harus bertemu Seo Jun saat ini. Ia terlalu malu menampakkan diri di hadapan pria yang telah mencuri ciuman pertamanya. Oh… Bukan, justru Manda yang menyodorkan bibir untuk pria itu.
Manda menghela napas lega ketika mengintip Seo Jun masih terbaring di atas ranjang king sizenya. “Fyuh….” Desis Manda lega. Tinggal beberapa langkah lagi ia akan keluar dari pintu kamar Seo Jun.
“Hei, what are you doing?”
Manda serasa membeku di tempat begitu mendengar suara pria itu. Bukankah seharusnya dia masih terlelap dalam ngoroknya? Kenapa dia harus bangun di saat tak tepat? Gerutu Manda dalam hatinya, ia serba salah dan berdiri kaku. Entah harus bagaimana menghadapi Seo Jun.
Seo Jun melemaskan otot kedua tangannya, tidur yang sangat pulas itu membantunya memulihkan kondisi tubuh hingga terbangun dalam kondisi fit. Begitu melihat tingkah Manda yang aneh, ia segera mencegatnya dengan satu pertanyaan yang sukses membuat Manda kaget telak. Seo Jun menyingkap selimutnya kemudian turun dari ranjang dan meraih ponselnya, dari arah langkahnya bisa ditebak bahwa ia akan mendekati Manda di depan pintu.
Manda memalingkan wajah, dengan dua tangannya ia berusaha menyembunyikan wajah dari pria itu. Seo Jun mengernyit saat melihat tingkah aneh Manda, tetapi hanya beberapa detik saja rasa heran itu buyar begitu ia ingat kejadian semalam. Ia yakin saat ini Manda pasti canggung dan malu bertemu dengannya.
Seo Jun berdehem, “Semalam makasih ya, itu momen yang paling berkesan selama liburan denganmu.” Seru Seo Jun menggoda Manda. Semakin canggung sikap gadis itu, semakin tergelitik Seo Jun untuk menggodanya.
Wajah Manda memerah bahkan menjalar hingga di telinganya, ia tahu kekhilafannya yang terlihat seperti gadis haus cinta, namun lebih tidak sanggup menghadapi kenyataan bahwa pria yang diciumnya tengah meledeknya. Otaknya berpikir keras, apa yang harus ia lakukan untuk kabur dari situasi kurang menguntungkan baginya ini?
Seo Jun tersenyum lebar, ia tahu Manda menghindarinya justru ia semakin mendekatkan diri. Tanpa canggung ia
mendekatkan wajahnya persis di depan wajah Manda, saking dekatnya hingga Manda bisa merasakan napas yang keluar dari hidung Seo Jun menyentil lembut di tangannya.
“Oh, jika kamu terus diam, aku rasa kamu sedang mengundangku mengulangi kejadian semalam. Ayolah, jangan terlalu malu. Aku bahkan tidak marah meskipun kamu telah mencuri ciuman pertamaku.” Gumam Seo Jun
blak-blakan dan kelewat jujur.
__ADS_1
Pengakuan Seo Jun barusan berhasil memancing Manda keluar dari persembunyian, saking tak percayanya ia sampai menyingkirkan tangan yang menutupi wajahnya dan menatap bengong pada si oppa. Dironggohnya ponsel
lalu memberikan balasan tanpa mengalihkan tatapan dari pria itu. “Yang benar saja, itu pengalaman pertamamu?” Teriak Manda.
Seo Jun mengangguk dengan senyuman penuh hingga matanya menyipit gara-gara senyum itu. Kontras dengan sikap Manda yang masih berantakan menata hatinya, antara malu dan ragu. “Hmm… Kenapa? Kamu merasa
beruntung mendapatkan ciuman original dariku kan?” Goda Seo Jun.
Manda serba salah, sambil menggelengkan kepala ia bergegas hendak menerobos keluar namun sayangnya Seo Jun menghadang tepat di depan pintu sembari melipat tangan. “Mau kemana? Jangan kabur dulu sebelum kasih
aku jawaban.” Desak Seo Jun dengan senyum smirk.
Manda terpaksa menatap Seo Jun, dengan jengkel ia pun ikut melipat tangan dan menyoroti pria itu dengan tajam. Percuma terus menyembunyikan diri dari pria itu, lagipula Manda masih memegang janji Seo Jun sebelumnya dan bisa ia gunakan untuk menekan balik si oppa. “Minggir, aku mau ke kamarku. Kamu nggak bisa paksa aku sesukamu, apa kamu lupa kalau kita punya perjanjian? Aku bisa minta berhenti saat ini juga kalau kamu terus
Sayangnya harapan Manda terlalu muluk, bukannya takut justru Seo Jun semakin tersenyum menyeringai. “Itu lain kasus, sekarang aku justru ingin minta pertanggung-jawabanmu karena telah mencuri ciuman pertamaku. Jadi nona Manda, apa kompensasinya atas tindakan sepihakmu semalam?” Tanya Seo Jun seraya mengangkat satu alisnya, senyumnya terlihat sangat menjengkelkan bagi Manda.
Manda tertohok, kali ini memang salahnya. Kenapa pula dia harus pakai acara mabuk lalu nekad mencium seorang pria? Jaman semodern ini bukan lagi pihak wanita yang bisa menuntut, tapi pria juga bisa menuntut bila merasa dilecehkan. Dan sekarang Manda sedang merasakannya, entah bentuk pertanggung-jawaban apa yang akan ia sodorkan pada Seo Jun.
Huft, keterlaluan! Bahkan dia juga merenggut ciuman pertamaku. Tapi aku tidak bisa menuntut apapun, malah ia yang menuntutku. Gerutu Manda dalam hatinya.
“Kamu sepertinya senang mengintimidasi orang, bukankah harusnya sekarang kita impas? Jangan lupakan perbuatan tidak menyenangkanmu sebelumnya.” Kesal Manda. Ia merasa puas sekarang, tiba-tiba otaknya bisa
loading cepat dan ia berhasil menemukan kata-kata yang pas untuk menjawab gertakan Seo Jun.
Seo Jun langsung manyun, cerdas juga Manda menggunakan kesempatan itu untuk menekannya balik. Ia mengerti maksud Manda adalah perbuatan Seo Jun yang sebelumnya mengesalkan Manda sehingga harus memohon agar gadis itu kembali. Dan sekarang gadis itu menawarkan impas, memikirkan itu saja langsung membuat senyum Seo Jun mengembang lagi. Ia mendapatkan ide untuk membalas Manda lagi.
__ADS_1
“Oh… Berarti setelah ini impas, perjanjian kita sebelumnya juga batal.” Seru Seo Jun dengan tampang sok licik yang menatap Manda.
Gadis itu megerutkan dahi, memikirkan maksud kata Seo Jun. Jika perjanjian dianggap batal, itu artinya Seo Jun bisa saja mengulang keusilannya lagi. Membayangkan itu saja membuat bulu kuduk Manda berdiri. “No! Perjanjian tetap berjalan karena itu jaminan keselamatan aku bekerja denganmu.” Celetuk Manda.
Seo Jun terheran, “Memangnya aku terlihat seperti psikopat? Kenapa perlu jaminan keselamatan segala?”
Manda tak menggubris pertanyaan Seo Jun lagi, ia berusaha menyelinap kabur meskipun harus rela menunduk di bawah tangan Seo Jun yang melintang di pintu.
“Hei, kamu mau ke mana? Kamu harus kerja hari ini! Aku mau jalan-jalan sehabis mandi.” Ujar Seo Jun mencegah Manda berlalu dari hadapannya.
Manda mendelik, “Minggir, aku mau kembali ke kamarku! Memangnya hanya kamu yang perlu mandi!” Ketus Manda.
Seo Jun merengut, “Ah iya, kamu juga harus bertanggung jawab karena sudah mengotori jasku dengan muntahanmu.” Tuding Seo Jun, akhirnya ia menemukan alasan untuk menahan Manda sedikit lama di hadapannya.
Dan benar saja, Manda melongo setelah mendengar fakta mengerikan itu. Saat itu juga ia bersumpah tak akan mengulangi kebodohan memalukan seperti itu lagi, sekalipun harus minum jangan sampai ia mabuk. Atau dia akan totalitas menampakkan kebodohannya.
“Minggir.” Jawab Manda singkat, ia sedikit mendorong Seo Jun agar menyingkir dari depan pintu. Pokoknya ia harus kabur saat ini juga sebelum makin kehilangan muka.
“Hei, apakah itu juga ciuman pertamamu? Kamu melakukannya dengan canggung loh, lidahku bahkan tergigit.” Timpal Seo Jun kembali menggoda Manda sebelum gadis itu benar-benar hilang dari pandangannya.
Sial! Gerutu Manda dalam hati dan mempercepat langkahnya menjauhi Seo Jun. Wajahnya merah padam saat ini, jangan sampai pria itu menyadarinya. Manda bersungguh-sungguh akan merahasiakan dari Seo Jun, sekalipun benar itu adalah ciuman pertamanya namun lebih baik si oppa tidak tahu. Daripada Manda terus menjadi bulan-bulanan pria itu. Benar-benar aib yang memalukan!
***
Hai, siapa yang udah nggak sabar nunggu update cerita Manda dan Seo Jun ini? Maafkan kemarin Thor agak rempong. Yup, sampai jumpa besok di episode selanjutnya.
__ADS_1