
“Manda, saranghae... I’m really in love with you.” Pengakuan cinta itu diutarakan lagi oleh Seo Jun. Kali ini dengan lebih lantang dan serius. Semestinya Manda bisa mendengar dengan jelas, memikirkannya saja membuat hati Seo Jun berdebar tak karuan.
Deg! Manda kembali ditusuk panah cinta, tepat mengenai hatinya yang langsung berbunga-bunga. Andai ia mau sedikit lebih jujur pada perasaannya, ia yakin bisikan hatinya akan kencang menyuarakan kegembiraannya.
Yess! Ditembak oppa ganteng, ayo Manda terima. Jangan sampai nyesel loh! Bisik suara hatinya yang memprovokasi Manda untuk segera merespon dengan kata ‘Yes, i do’.
Seo Jun justru heran menyikapi sikap diam Manda, ini terlalu lama bagi seseorang yang ditembak untuk terkesima. Apa kurang jelas ya? Apa harus aku ulang dengan bahasa yang ia mengerti? Tapi aku belum begitu bisa mengucapkannya.
“A... I....” Manda terbata-bata, membuat Seo Jun tak sabaran dan menerka-nerka apa yang ingin dikatakan gadis itu. Tapi tidak ada kelanjutannya, gadis itu malah mengatup bibirnya rapat.
Seo Jun berdehem, tiba-tiba raut wajahnya berubah tegang. Fix, Manda pasti belum jelas dengan ungkapan cintaku. “Eheem... aku ciiin....” kata-kata Seo Jun tercekak di tenggorokan, tersangkut di sana dan tak jadi diungkapkan secara lengkap karena tiba-tiba diterobos oleh seseorang.
“Manda, kenapa kamu berduaan di tempat gelap seperti ini? Ingat kata nenek itu berbahaya!” Celetuk Jovas yang tiba-tiba muncul lalu menarik tangan Manda menjauh dari Seo Jun. Kata-kata bijaknya pun terinspirasi dari lagu dangdut kesukaannya.
__ADS_1
Kehadiran pria yang tidak diharapkan itu sontak membuat Seo Jun dan Manda ternganga. Sial, kenapa selalu muncul pengganggu di saat serius begini!? Gerutu Seo Jun seraya menggertakkan giginya.
Manda masih merasa bagaikan dalam mimpi, andai tidak merasakan genggaman tangan Jovas yang terasa keras serta raut wajah Seo Jun yang menahan marah. “Jovas, ngapain kamu ke sini? Lepasin!” gertak Manda.
Jovas tidak menuruti Manda, ia makin mempertahankan gadis itu yang terus berusaha meronta. “Nggak bakal aku lepasin! Aku ke sini buat nolong kamu dari tipu daya pria pucat itu!” jawab Jovas tegas, berlagak seperti pahlawan lupa diri.
Seo Jun merasa sedang dibicarakan namun ia tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Air mukanya terlihat heran, berharap Manda menerjemahkan kepadanya. Manda mendelik pada Jovas, tak habis pikir dengan sikap seenaknya pria itu.
“Yang perlu ditolong sama kamu itu siapa? Sadar diri dong, kita udah putus dan kamu yang putusin! Trus sekarang ngapain kamu pusingin aku mau pacaran sama cowok pucet kek, cowok belagu kek, itu bukan urusanmu!” bentak Manda, matanya nanar melihat Jovas yang tampak terkejut dengan jawaban Manda. Di celah diamnya Jovas, Manda segera menepis kencang hingga tangannya terlepas dari genggaman pria itu.
“Jadi kamu beneran sudah pacaran sama dia?” tanya Jovas tidak percaya, alisnya terangkat satu, seakan menyepelekan pernyataan Manda.
“Iya.” Jawab Manda mantap.
__ADS_1
“Bukan settingan kan kayak waktu itu? Udah deh Manda, plis stop! Aku udah tahu semua kok kalau kalian hanya pura-pura.” Ujar Jovas nyengir.
Darah Manda rasanya bisa mendidih saking kesalnya. Mau bagaimanapun ia lebih rela pacaran dengan Seo Jun ketimbang disuruh balikan sama cowok pengkhianat itu. “Oh, mau bukti? Nih lihat!” seru Manda lantang, usai mengatakan itu tangannya langsung menarik wajah Seo Jun mendekati wajahnya sehingga dalam hitungan detik, bibir mereka bertemu dalam kecupan.
Seo Jun terkesiap mendapat serangan mendadak yang sangat romantis, begitupula dengan Jovas yang langsung mundur dari medan perang. Shock melihat ciuman Live di depan mata, padahal ia belum pernah menyentuh area bibir Manda tapi malah gadis itu tanpa rasa canggung memperlihatkan kemesraan.
Manda tidak hanya memberikan kecupan, ia tahu bahwa Jovas masih melihatnya. Rasa nekadnya kian terpancing, mulai membuka bibirnya agar Seo Jun bisa lebih masuk ke dalam. Toh, ini bukan ciuman pertama mereka namun ini pertama kalinya mereka berciuman secara sadar.
Setelah aku merasakan lembutnya bibirmu, hatiku semakin yakin bahwa aku mencintaimu. Saranghae, Oppa... Desis Manda dalam hatinya. Kini ia meyakini perasaannya kepada Seo Jun sangatlah nyata, ia tak peduli lagi dengan keraguan, karena perbedaan yang terlalu mencolok di antara mereka. Yang Manda tahu hanyalah cinta yang akan menuntun mereka untuk mengakali perbedaan. Cinta yang akan membukakan mereka jalan untuk bersatu.
***
Yang langsung baca setelah dapat notif update novel ini siapa? Hayo ngaku hihi...
__ADS_1
So sweet ya mereka, jadi baper nih hehe....