Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 83 SARANGHAE


__ADS_3

Peluh dan keluh terdengar dari napas Devi yang ngos-ngosan, dengan setengah hati ia menyeret kopernya keluar dari bandara. Setelah maraton mempersiapkan diri secara dadakan untuk keluar kota, ditambah lagi tujuan yang belum jelas juntrungannya.


"Hmmm... Apa susahnya sih angkat telpon! Jovaaas, lu emang bener bener deh." Gerutu Devi yang kesal dicuekin sepihak oleh Jovas. Pria itu yang awalnya mendekati dan menawarkan kerjasama tapi dia juga yang menghempas Devi seperti ini.


"Apanya yang kerja tim? Lu beneran nggak gentle deh jadi cowok!" Kesal Devi lagi, kali ini ia menyerah menghubungi Jovas. Percuma saja membuang waktu pada orang yang tidak mau meladeninya lagi.


Terpaksa Devi berjalan sendiri walau tanpa tujuan, rasanya ingin menangis andai urat malunya putus. Langit sudah gelap, ia tak tahu harus mencari Seo Jun ke mana, apalagi Bali sangat luas.


"Taksi, mbak." Seru seorang supir taksi menawarkan jasa.


Devi menatap tanpa semangat, biar bagaimanapun ia harus mencari tempat istirahat dulu. Tidak mungkin juga melanjutkan pencarian saat ini, lebih baik ia segera mencari hotel dan merilekskan sarafnya yang tegang seharian.


❤️❤️❤️


"Udah ketemu mereka di mana?" Tanya Jovas dalam telponnya. Ia duduk bersantai di sebuah kafe, setelah sampai di Bali dan belum tahu tujuan, Jovas memilih bersantai sejenak sambil menunggu orang kepercayaannya menemukan Manda.


"Hmmm... ku beri waktu sampai besok pagi, kalau belum juga ada kabar, kau ku pecat!" Ancam Jovas di penghujung pembicaraan.


Demi mengejar Manda, ia harus rela membatalkan janji dengan beberapa klien bisnis yang disuruh ayahnya. Kerjaan yang dipercayakan untuknya pun kacau balau. Tak hanya itu, Jovas juga memutus hubungan dengan Bella karena malas ditodong berbagai pertanyaan membosankan. Dan sekarang, Jovas nyengir melihat puluhan miscall dari Devi. Belum lagi puluhan chat dari Devi yang isinya pakai capslok jebol.


"Cewek-cewek memang menyebalkan, kecuali kamu Manda." Gumam Jovas penuh sesal karena baru menyadari bahwa Manda sangat berharga, setelah ia kehilangan gadis itu.


Demi menuntaskan kangennya, Jovas mencoba melacak nomor Manda dari ponselnya yang lain. Nomor yang biasa ia gunakan untuk menghubungi gadis itu sudah diblokir, terpaksa ia harus menggunakan nomor lainnya.


"Eh? Kenapa nggak kepikiran dari tadi sih?" Senyum licik Jovas mengembang, setelah berhasil mendeteksi keberadaan Manda dengan GPS.

__ADS_1


❤️❤️❤️


Manda menahan tawa geli serta kasian melihat ekspresi Seo Jun. "I'm sorry...." ucap Manda separuh ikhlas lantaran memang ia merasa tidak sepenuhnya bersalah. Apa yang ia lakukan memang sengaja untuk membalas kekesalannya pada Seo Jun. Efek di PHP ciuman tak jadi itu.


Mulut Seo Jun makin manyun, mendengar ungkapan maaf itu malah membuatnya makin kecewa. Bagaimana tidak? Ia terlalu percaya pada kemampuan Manda, tapi rupanya tak sesuai ekspektasi. Seo Jun bahkan rajin menghitung jumlah foto yang diambil Manda, berjumlah 32 di galerinya dan tidak ada satupun yang membuatnya puas. Niat hati untuk posting ke sosial medianya pun gagal total. Jika bukan nampak dari samping, belakang, bahkan entah bagaimana kaki saja ikut difoto, Manda juga mengambil dari depan namun blur.


"Huh...." Keluh Seo Jun mencuekkan Manda.


Bukannya prihatin, Manda malah tertawa ngakak, tak kuat lagi menahan rasa gelinya menatap mimik Seo Jun. Pria itu malah mendelik saja, merasa tidak ada yang lucu tapi gadis itu tetap saja tertawa.


Hidangan yang mereka pesan mulai diantarkan, menikmati santapan Sea food di dekat area pantai sambil menikmati semilir angin sepoi di malam yang cerah itu.


"Ayo makan, habis itu mau ke mana lagi?" Tanya Manda berusaha menebus rasa bersalahnya. Ia serius bertanya dan nggak pakai ketawa lagi.


Manda sesekali melirik Seo Jun, melihat cara ia makan, dan melihat tampangnya yang masih jutek. Marah aja kamu masih cakep, hmmm... sekarang aku mengerti kenapa cewek cewek itu pada hebohin kamu.


Gumam Manda dalam hatinya.


Kalau misalnya aku nembak dia duluan, salah nggak ya? Eh tapi kalau ditolak gimana? Belum tentu juga dia suka ama aku. Ya kali aku bikin malu diri sendiri sekali lagi.


Bimbang Manda dalam hatinya.


Seo Jun yang tengah digosipin dalam hati Manda itu memilih makan dalam diam, ia lahap... berharap emosinya terlahap sekaligus.


Manda tiba-tiba menggeleng kepalanya dengan kencang, berharap dari gelengan itu semua pikiran kotornya ikut terhempas.

__ADS_1


Udah ah, belum waktunya aku mikir cinta cintaan. Nggak kapok apa, sama yang lokal aja dicampakkan apalagi sama yang level internasional.


Seo Jun menyadari ada yang tidak beres dengan otak Manda, ia berhenti makan sejenak lalu menatapnya. Ia tak sadar bahwa bibirnya belepotan saos karena terlalu bersemangat melahap cumi asam pedas.


"Why? Anything wrong?" Tanya Seo Jun dengan bahasa Inggris belepotan, sebelepotan bibirnya.


Pppffff.... Manda menahan tawanya sambil menggeleng. Sungguh ia tidak berniat tertawa tapi si oppa sendiri yang bikin bahan lelucon.


Seo Jun mengernyit heran, perasaannya aneh karena sejak tadi ditertawakan. Ia menatap Manda dengan sorot yang memprihatikan, seakan meminta belas kasih Manda agar tidak menertawakannya lagi.


Di luar dugaan, Manda menarik beberapa helai tissu lalu mengelap bibir Seo Jun dengan lembut. Spontan juga Seo Jun terkesiap namun tidak menolak, dibiarkannya Manda memberikan perhatian kecil namun berarti besar baginya.


Entah apa yang merasuki pikiran keduanya, setelah menjauhkan tangan dari bibir Seo Jun, keduanya saling bertatapan serius tanpa kedipan.


Seo Jun merasakan debaran kencang yang tidak bisa ia kendalikan, sama halnya dengan perasaan yang ia yakini berbeda untuk Manda. Beberapa kali mereka saling mengungkapkan perhatian, namun selalu saja dipungkiri oleh gengsi mereka. Namun kali ini, Seo Jun merasa tidak bisa menahannya lagi. Bibir Manda terlampau menggoda, ah terlebih lagi perasaannya... Ini sangat menyiksa kalau tidak diungkapkan.


"Saranghae...." Lirih Seo Jun tanpa melepaskan pandangannya.


Apa itu? Apa dia menyatakan cinta? Saranghae? Dia barusan bilang saranghae? Dia lagi nembak aku?


Jantung Manda memompa cepat, tatapannya masih melekat pada Seo Jun. Sebuah ungkapan cinta barusan terdengar, apa yang harus Manda jawab? Apakah Seo Jun serius atau hanya keceplosan?


❤️❤️❤️


Hi, apa kabar? Siapa yang masih setia baca cerita ini? Apa masih menarik untuk diikuti? Komen dan likenya ya makasih. ❤️

__ADS_1


__ADS_2