Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 7 DRIVER MISTERIUS YANG CANTIK


__ADS_3

Amanda bersandar di jok mobil membelakangi setir, yang dapat ia lakukan adalah menunggu. Menunggu harapan menjadi kenyataan sembari mengamati terus layar ponselnya. Ia terpikir mencari informasi kos-kosan murah yang masuk budget dari ponsel pintar. Sebuah aplikasi jual beli sewa properti pun sangat membantunya, namun setelah melihat harga yang rata-rata minimum 1 juta rupiah, bibir Manda seketika manyun.


Tiba-tiba notifikasi SMS masuk mengubah wajah murungnya menjadi bersemangat, akhirnya hal yang ia tunggu kesampaian. Akunnya telah siap untuk menerima orderan, “Yes!” pekik Manda girang, ia langsung beralih dari aplikasi pencarian kos menjadi aplikasi transportasi online. Tidak perlu waktu lama untuk mendapatkan orderan pertama, Manda menari-nari kegirangan. Inilah kesempatannya mendapatkan uang, ia tak akan memilih-milih rejeki atau menolaknya sejauh apapun tujuannya.


“Lokasinya deket sini deh, tujuan ke Monas? Jemputnya dari... Eh inikan warung bakso tadi. Siplah.” Manda menjalankan mobil menjemput pelanggan pertamanya, entah siapa yang beruntung menduduki mobilnya yang terawat dan disupiri oleh gadis secantik dia.


Ia mengikuti maps si pemesan hingga sampai ke tepi jalan yang cocok untuk parkiran. Manda mencoba chat via aplikasi kepada calon penumpangnya, yang direspon dengan sangat cepat. Rupanya si pemesan pun sudah siap menunggu di dekat situ. Manda memintanya menghampiri mobilnya yang ia sebutkan spesifikasinya.


Dari arah depan ia melihat dua orang teman semejanya tadi sedang berjalan ke arah mobilnya, Manda dengan kepo mengamati ekspresi kedua orang itu yang seperti mencari tahu sesuatu, hingga semakin dekat jarak mereka dengan mobilnya barulah Manda sadar bahwa kedua orang itulah yang memesan mobilnya. Ia sangat gelagapan dan bergegas meraih topi dan kaca mata hitam dan masker dari dasbor.


Sofie mengintip dari luar kaca mobil, memastikan ada supir di dalamnya kemudian setelah melihat anggukan si driver baru ia membuka pintu tengah dan masuk. “Duh segernya, adem di sini.” Ujar Sofie yang seperti habis dari sauna dan kepanasan lalu masuk ke dalam kulkas hingga kegirangan karena sejuk.


Manda kelabakan menyembunyikan wajah, ia berusaha sebisa mungkin agar tidak bicara dan menoleh ke belakang. Pertahanan itu sepertinya tidak berlangsung lama, Seo Jun sejak masuk ke dalam mobil sudah menyadari siapa supir cantik itu.


“Eh? Kok serem amat nih supir tertutup banget. Sorry mas, lu nggak bukan penculik kan?” tanya Sofie menyadari keanehan supirnya yang menutupi serapat itu padahal di dalam mobil.

__ADS_1


Manda tak berani bersuara, ia hanya memberikan sebuah jempol sebagai jawaban lalu dan segera meluncur menuju tujuan. Sepanjang perjalanan Sofie tak henti berkicau bahasa yang asing bagi Manda, tetapi dari gelagatnya Manda menebak gadis itu pasti sedang menjelaskan pada pria Korea itu tentang apa yang mereka lihat sepanjang jalan.


Suara bawel Sofie rasanya mental dari telinga, Seo Jun hanya berpura-pura memperhatikan penjelasan Sofie tetapi pandangan dan perhatiannya lebih tertuju pada si supir cantik yang masih menyembunyikan identitasnya. Sesekali Seo Jun tersenyum, bukan untuk merespon cerita dan senyum Sofie. Ia tengah geli membayangkan gadis supir yang seperti keong, bersembunyi di balik serangkaian peralatan yang merepotkan.


“Hei, aku serius cerita tapi kamu dari tadi sibuk merhatiin dia. Emang apa bagusnya dia?” Protes Sofie, ia tahu lawan bicaranya tak sepenuhnya mendengarkan. Bukan hanya sekali, ia lebih dari tiga kali melihat lirikan mata Seo Jun ke supir.


“Aku lihatin dia nyetir sesekali, emang salah? Kok kamu yang sewot.” Seo Jun protes balik.


Sofie langsung bungkam, ia mulai takut berkomentar yang menyinggung kesewotan Seo Jun. Diliriknya supir yang gerak-geriknya memancing rasa kepo Sofie, mengapa driver itu betah menutupi wajah dalam mobil walaupun pendingin mobil itu cukup normal dinginnya namun tetap saja pemandangan tertutup si driver terasa janggal.


Gadis bawel itu menjulurkan kepala dari celah kursi depan dan tengah demi menatap secara dekat. Sikap Sofie yang mendadak berjarak sedekat itu membuat Manda gugup, dengan kaku dia berusaha tetap fokus menyetir.


Sofie tak ambil pusing dengan ocehan Seo Jun, Ia mulai yakin melakukan investigasi pada si driver. Tanpa memusingkan sopan santun, Sofie langsung mengangkat topi supir dan dalam sekejab rambut panjang yang dikucir dalam topi itu tergerai. Seo Jun terkejut dengan kenekatan Sofie hingga ia mengangkat badannya untuk melihat lebih dekat. Manda tampak kikuk, walau masih berkaca mata dan masker, tetapi penyamarannya sudah terungkap. Ia masih menenangkan diri dengan konsen menyetir.


“Ah, kan … aku udah feeling nggak enak dari tadi. Nih orang kayak aneh, ternyata kamu ….” Sofie tahu siapa si supir itu dan ilfeel harus berurusan lagi dengannya.

__ADS_1


Seo Jun mendorong pundak Sofia agar kembali duduk di kursinya. “Biarin dia nyetir dengan tenang.”


Manda melirik ke belakang sebentar, ia masih betah berdiam saja. Toh, hubungan mereka hanya untuk urusan pekerjaan jadi ia tak perlu banyak berkomentar. Hanya saja, ia merasa sedikit apes harus mendapatkan orderan pertama dari dua orang itu.


“Kayaknya kamu udah tahu ya dari awal kalau itu dia? Pantesan aja kamu senyum-senyum terus.” Sofie Malah protes pada Seo Jun, sikap protektifnya seolah ia adalah kekasih pria Korea itu. Belum apa-apa saja Seo Jun sudah eneg melihat sifatnya.


“Trus kalau iya, kamu mau apa? Protes? Sofie, kalau kamu memang nggak nyaman dengan tanggung jawab ini, aku nggak masalah ditinggal kok. Silahkan kita urus kepentingan masing-masing.” Keluh Seo Jun, ia lebih baik berkelana sendiri di kota asing dengan pikiran tenang, ketimbang harus mendengar ocehan, kebawelan dari gadis yang mulai di luar batas sikapnya.


Manda mencuri pandang dari spion kecil di tengah, walau tidak mengerti pembicaraan itu setidaknya ia tahu bahwa kedua orang itu sudah entah berapa kali cekcok dan ia bisa menebak alasannya pasti karena dirinya.


Sofie terkejut mendapat pengusiran halus oleh Seo Jun, seberapa kerasnya ia menutupi sifat aslinya dengan topeng lemah lembut namun gara-gara kehadiran cewek yang dianggap sebagai saingan itu akhirnya meluluh-lantakkan usahanya. Ia memilih diam, menundukkan pandangan dan fokus pada ponselnya yang senyap. Perkataan Seo Jun sama sekali tidak ia gubris, seolah tak mendengar apapun sebelumnya.


Perjalanan kembali tenang di dalam mobil, meskipun jalanan macet tidak karuan tetapi tidak satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. Seo Jun lebih menikmati perjalanan walau harus berulang kali ngadat karena macet, hatinya mulai tertarik pada sifat misterius gadis driver yang entah mengapa sangat menarik baginya.


Di lain tempat, Reagan menarik kembali seluruh barangnya dari bagasi pesawat. Setelah urusan pengambilan bagasi yang sudah terlanjut masuk dalam pesawat itu diurusnya, ia mencoba tak menyesali keputusan itu walau harus rugi beberapa juta untuk dua lembar tiket pesawat. Keberangkatannya ke Bali terasa kurang tanpa Sofie, mereka datang bersama untuk liburan ke Bali namun kini kekasihnya menghilang. Apa yang harus ia jelaskan pada orangtua Sofie andai  nanti ia pulang sendirian?

__ADS_1


Reagan memainkan ponselnya sembari berdiri di samping tumpukan koper, tiba-tiba notif GPS dari ponsel Sofie berbunyi. Reagan berbinar dan antusias memperhatikan di mana posisi Sofie, senyumnya merekah.


***


__ADS_2