
Oh, kayaknya ini cowok kualitas impor. Buatan mana nih? China? Jepang?” Tanya si bartender kepo. Matanya mengerlip jahil pada Manda yang sudah dikenal betul saking seringnya nongkrong di sana.
“Korea.” Celetuk Manda tegas, namun seketika berubah cuek karena rasa bangga yang sempat muncul dalam hati itu terasa percuma. Untuk apa juga membanggakan seseorang yang hanya memiliki kedekatan sebagai bos? Manda
meneguk minumannya tanpa sadar ditatap dengan sorotan kagum dari pria yang kepo barusan.
“Wooaah… Daebak.” Seru si bartender dengan suara keras. Ia menatap antusias penampilan Seo Jun dan ujung kepala hingga setengah badan yang tampak karena tertutup posisi duduk. Benar-benar kualitas impor. Gumamnya
penuh rasa kagum karena Seo Jun begitu mencolok saking tampannya.
Sontak Seo Jun yang tadinya asyik minum langsung menoleh karena mendengar bahasa sehari-harinya disebutkan. Ia menatap kagum pada si bartender dan mengira bahwa pria itu sekampung halaman dengannya.
“이봐, 한국 사람이야? ibwa, hangug salam-iya?(hei, apa kamu orang Korea?” Tanya Seo Jun setelah mendekatkan diri pada si bartender. Lebih tepatnya ia menggeser posisi duduk sehingga dimengerti.
Si pria bartender dan Manda saling berpandangan sejenak, mereka kebingungan mendengar bahasa asing itu. Jika
dideskripsikan dalam tulisan, bahasa itu dicerna dalam otak Manda dan si pria bartender seperti ini ‘zzzzzz salam ya?’ saking rumitnya dimengerti.
Senyum lebar Seo Jun seketika mengatup saat melihat tatapan heran si bartender dan Manda yang tampak kikuk. Ketiganya hening sejenak seolah menikmati alunan live music yang semakin seru. Hingga akhirnya Manda mendehem canggung untuk mencairkan suasana sekaligus meluruskan kesalah-pahaman.
“Barusan kamu bilang apa?” Tanya Manda dengan ponselnya.
Si pria bartender melongo begitu melihat cara Manda berkomunikasi dengan pria tampan itu. Tetapi ia diam saja
__ADS_1
sebagai penyimak betapa ribetnya jalinan asmara pasangan beda bahasa itu. Si bartender sungguh salah paham mengira Manda berpacaran dengan pria asli Korea.
Seo Jun ikut berdehem canggung lalu meraih ponselnya. Ia bicara sembari menatap bingung pada si bartender. “Aku tanya apa dia orang Korea?” Tanya Seo Jun polos.
Manda langsung nyengir, sepertinya nasionalisme pria itu begitu dalam sehingga cepat salah kaprah ketika mendengar bahasanya disebutkan. Manda melirik tajam ke bartender yang jelas mendengar sendiri suara ponsel Seo Jun, pria itu hanya senyam-senyum lantaran merasa bersalah telah membuat Seo Jun salah paham.
“Tuh, gara-gara kecerobohan lu sok-sokan ngomong bahasa Korea model nonton drakor.” Cecar Manda pada si
bartender yang hanya dibalas dengan cengar-cengir.
“Dia orang asli sini, tadi dia hanya bercanda dan teriak satu kata itu. Jangan salah paham, dia nggak ngerti
bahasamu.” Jawab Manda yang diangguki serius oleh si bartender agar memperkuat alibinya.
Seo Jun manggut-manggut, meskipun agak kecewa karena ekspektasinya berlebihan namun akhirnya ia tak ambil pusing lagi dan kembali minum. “Toas.” Ujar Seo Jun mengangkat gelasnya menunggu respon Manda untuk bersulang.
“Sorry tadi keceplosan kagum, tapi gue salut ama lu… Lepas dari cowok buaya eh langsung dapat cowok kelas kakap. Yang ini gue dukung penuh deh, lebih cocok ama dia ketimbang si ono tadi. Sayang lu namparnya kurang keras, pengen gue rekam kalau nggak lagi layani pelanggan lain.” Ujar si bartender panjang lebar dengan raut sedikit menyesal.
Manda mengendus kesal, lagi-lagi pria itu ingin tahu urusannya. “Gue malas bahas orang itu lagi, bikin bad mood aja.” Jawab Manda malas, ia tak mencoba menampik pendapat bahwa ia berpacaran dengan Seo Jun, ada baiknya juga mengakui status itu meskipun kenyataannya palsu.
Seo Jun sudah menghabiskan sebotol minumannya, ia nampak belum puas kemudian menyenggol lengan Manda untuk mencuri perhatiannya. Manda menoleh pada Seo Jun dengan sorot bingung, apalagi yang diinginkan pria itu. Ketika menatapnya Seo Jun langsung memamerkan botol kosong dan bibirnya sibuk komat kamit tidak jelas, hingga Manda meraih ponselnya lagi.
“Aku nggak ngerti maksudmu.” Kesal Manda.
__ADS_1
“Minumanku habis, aku mau pesan lagi. Apa di sini tidak ada soju?” Pinta Seo Jun setengah memelas. Meskipun sebotol vodka sudah habis, ia tetap belum move on dari ngidam soju.
Manda menghela napas, “Aku udah bilang, aku nggak tahu di mana yang jual soju.” Gerutu Manda lagi. Debat mereka pun tak luput dari perhatian si bartender yang tiba-tiba mendehem agar kedua orang itu menaruh perhatian padanya.
“Gue tahu di mana tempat yang menjual itu.” Ujar si bartender dengan senyum lebar. Kata-katanya barusan menjadi
secerca harapan baru bagi Manda, akhirnya ada jalan keluar untuk menghadapi kebawelan bosnya.
***
Malam cukup larut ketika Manda dan Seo Jun sampai di hotel. Mereka tidak pulang dengan tangan kosong. Ralat, yang tidak tangan kosong adalah Manda karena ia kerepotan membawa setengah satu lusin soju yang dipesan lewat si bartender. Sementara Seo Jun berjalan enteng engan senyuman girang karena menjadikan berhasil memberi hukuman ringan pada gadis itu. Gara-gara keteledoran Manda menghilangkan keycard kamar hotel mereka sehingga harus mengurus di resepsionis hingga menghabiskan waktu setengah jam dengan sia-sia.
Manda meletakkan barang jinjingannya di atas meja, badannya terasa pegal semua plus rasa kantuk yang tak tertahankan lagi. Hanya beberapa menit saja ia suda puluhan kali menguap. “Hei, aku letakkan di sini. Aku mau tidur dulu, jangan ganggu aku lagi.” Ujar Manda dengan ponselnya.
Baru beberapa langkah mendekati kamarnya, Manda merasa tangannya ditarik dari belakang. Ketika tatapannya beradu dengan Seo Jun, ia merasa kantuknya sedikit hilang saking kaget melihat mimik Seo Jun yang terlihat sedih.
“Jangan tidur dulu, temani aku minum. Aku tidak mungkin menghabiskan semuanya sendiri, temani ya….” Pinta Seo Jun setengah memelas, membuat Manda tak tega untuk menolaknya. Antara sadar atau terpengaruh kantuk dan lelah, Manda malah mengangguk menyetujui ajakan Seo Jun.
Seo Jun mengambil sebotol soju lalu membukanya, karena ia yang mengajak maka ia yang akan melayani Manda. Dituangkannya arak putih itu sedikit ke dalam gelas lalu menyodorkan pada Manda. “Try it! (cobalah!)” Ujarnya dengan tatapan yang meyakinkan.
Manda mengernyit dahi, ia belum pernah mencoba minuman itu namun karena sudah dijamu maka iapun mengambil gelas jatahnya dan mulai menyeruput sedikit. Wajahnya yang semula mengkerut karena membayangkan rasa minuman itu ternyata mulai tampak normal setelah mencicipinya. Ia mengacungkan jempol dan tersenyum sebagai perwakilan komentar pada minuman itu.
Seo Jun tertawa kecil, ia pun mulai meneguk jatahnya. Mereka mulai menghabiskan satu botol … Dua botol … Dan entah bagaimana ceritanya, dua orang yang berlainan jenis serta minum bersama dalam satu ruangan itu berakhir di atas ranjang. Antara tepar dan mabuk, mereka terkapar di atas sana.
__ADS_1
***
Nah loh, mereka ngapain coba? Apa telah terjadi sesuatu yang tak seharusnya terjadi? Entahlah… Enaknya gimana guys?