Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 70 PESIMIS


__ADS_3

Lidah Manda masih terasa kelu padahal pria di hadapannya menanti jawabannya. Tatapan penuh tanda tanya yang disorotkan Seo Jun membuat kikuk Manda. Pria itu sengaja melambaikan tangannya demi mendapatkan perhatian Manda.


Manda menggelengkan kepala dengan cepat, kesadarannya sudah kembali, ia tak bisa terus-terusan menggantung jawaban. “Tidak, aku... aku bukan perlu untuk itu.” Lirihnya, Manda menundukkan wajah mencoba menyembunyikan raut sedihnya.


Seo Jun tersenyum tipis, adalah wajah jika setiap orang punya rahasia dan luka yang belum bisa diceritakan. Daripada menekan atau menyalahkan Manda, lebih baik ia membiarkan Manda mengambil keputusan sendiri, jika ia sudah menaruh kepercayaan pada Seo Jun, maka ia pasti akan cerita.


“Oh, jadi kamu mau buat apa uang sebanyak itu? Aku tak menyangka kau cukup pelit pada dirimu sendiri. Kau sudah terima gaji beberapa kali dariku, tapi tak sekalipun aku lihat kau mengeluarkan uang untuk keperluanmu.” Seru Seo Jun sedikit usil, ia ingin memancing reaksi Manda.


Manda mengerutkan dahi lalu wajahnya berubah jutek setelah paham maksud sindiran Seo Jun. “Oh,jadi kamu merasa keberatan menanggung biaya tempat tinggalku, biaya makan dan lain-lainnya?” Ketus Manda.


Seo Jun dengan senyum bangga malah menganggukkan kepala. “Yup, tepatnya aku ingin sesekali ditraktir kamu.”


Manda melongo, dengan tatapan tak percaya, ia mendekatkan ponselnya ke bibir. “What? Aku nggak salah


dengar? Bos minta traktir sama supirnya?” Tanya Manda berharap mendapatkan jawaban yang lebih meyakinkan.


Tanpa suara, Seo Jun memberi jawaban dengan isyarat senyuman dan anggukan. Manda langsung mendelik,


lalu suara tawanya terdengar melengking hingga Seo Jun mengernyit heran. Apanya yang lucu dengan permintaannya?


“Bukankah aku pernah mentraktirmu? Nasi goreng, nasi padang, sate, saat kamu ngidam makanan lokal, aku sudah menurutimu. Kalau kamu ingin yang lebih kekinian, hmmm... Aku belum menemukan moment yang tepat untuk mentraktirmu. Jadi... Jangan ditunggu ya bos, aku nggak berani janji.” Seru Manda tersenyum licik.


“Aku baru tahu, untuk mentraktir orang harus ada momen khususnya.” Jawab Seo Jun bingung.


Gantian Manda yang mengangguk senang, ia merasa menang dalam perdebatan ini.


“Okelah kalau gitu, terima kasih membuatku paham.” Jawab Seo Jun cepat disertai dengan senyuman yang tak kalah licik.

__ADS_1


Manda langsung kehilangan senyuman saat melihat senyuman si oppa, firasatnya berkata buruk, mungkin ada rencana jahat yang bersarang di otak pria itu. Siapa tahu?


***


Moon menggertakkan gigi, menahan kesal, geram, marah yang berkecamuk dalam hatinya. Jemari serta matanya masih fokus melihat satu persatu foto-foto di internet yang dicarinya dengan kata kunci ‘Amanda Salim’. Benar kata Devi, tidak sulit menemukan foto-fotonya yang terkoneksi dengan akun sosial medianya. Jiwa stalker Moon


membara, ia melihat akun Facebook Amanda, membaca setiap statusnya dengan bantuan terjemahan.


“Apanya yang cantik? Aku jelas-jelas lebih cantik daripada dia. Wajahnya pasaran, dia pasti operasi plastik, hidungnya palsu, kulitnya mungkin hasil suntikan botox.” Celetuk Moon kesal setengah mati, ia terang-terangan melakukan body shaming pada gadis yang tak ia kenali hanya gara-gara cemburu.


Secantik apapun fisik Manda, ia tak akan mau mengakui keunggulan gadis yang tengah kecipratan perhatian Seo Jun itu. Yang ada Moon semakin iri dan terbakar cemburu yang menjadi-jadi. Moon berteriak kesal, barang-barang di atas meja kerjanya pun kena imbas amukannya. Kertas-kertas berterbangan, dokumen penting hingga gelas


kosong bekas ia minum pun jatuh berhamburan.


Moon kepayahan mengontrol emosinya, sejenak ia merasa kasihan pada dirinya sendiri. Ia terjebak di sini, mengabdikan dirinya untuk kenyamanan hidup Seo Jun, menggantikan posisi yang seharusnya Seo Jun emban. Demi menjaga aset perusahaan, demi memajukan bisnis Seo Jun, ia rela bekerja seperti kuda saking kerasnya ia


Semua pengorbanannya tidaklah sepadan, semula ia mendukung Seo Jun menenangkan diri dengan liburan


ke luar negeri. Berharap si oppa segera menata hati lalu kembali dengan semangat baru dan semua perhatian serta pengorbanannya akan meluluhkan hati Seo Jun. Sekarang Moon sadar, ia terlalu tinggi berharap. Seo Jun hanya menganggap Moon bekerja profesional dan hanya cukup dibayar dengan gaji besar plus upah lembur. Hanya itu saja sudah cukup, dan segala perhatian serta kebaikannya tidak akan menyentuh perasaan pria itu. Dia hanya sebatas sepupu, tidak lebih di hati Seo Jun.


“Ingin ku teriak di depanmu... Aku bukan sepupumu!” Pekik Moon geram, napasnya tersengal-sengal.


Seiring dengan teriakannya yang baru reda, seorang wanita yang menjadi sekretarisnya masuk tanpa menyadari


kekacauan di dalam. “Noona, ini laporan hasil meeting ta....” Sekretaris itu berhenti bicara saat melihat wajah tak bersahabat dari orang yang dicarinya. Ia langsung berdiri mematung di tempat, serba salah dan takut salah.


Moon tidak menjawabnya, pun tidak bersedia menoleh sebagai respon pada wanita itu.

__ADS_1


“Ng, saya permisi dulu Noona, silahkan nikmati waktu anda.” Wanita itu buru-buru kabur sebelum kena usir atau jadi sasaran amukan.


Moon acuh saja dengan kepergian sekretarisnya yang tahu diri, ia masih belum bisa menguasai amarahnya. Lama-lama ia merasa gila sendiri dengan kelakuan Seo Jun, serta perasaannya yang tak bisa ditahan lagi. Dulu ia mungkin masih bisa santai lantaran tahu betapa dinginnya Seo Jun pada wanita, tetapi setelah tahu di luar sana ada wanita yang bisa mengubah si kutub es itu meleleh, Moon tak bisa setenang ini lagi.


“Haruskah aku susul dia ke sana? Kenapa hanya dia saja yang boleh liburan? Aku kerja mati-matian demi dia, tapi apa balasannya?” Seru Moon, ia makin tak bisa mengontrol pikirannya.


Cukup lama ia berpikir dalam diam, sampai suara getaran ponselnya membuyarkan lamunan. Moon segera meraih ponselnya, berharap orang yang menghubunginya adalah Seo Jun. Tetapi begitu membaca isi pesan singkat yang berupa notifikasi penggunaan kartu kredit, Moon kembali berteriak. Kali ini ponselnya yang jadi sasaran amukan dan di lempar tanpa perasaan.


“Aaarrgghhh! Wanita itu sama sekali tak tahu diri. Tak cukup puaskah dia menghancurkan hidupku!” Pekik Moon, ia merasa menjadi orang yang paling sial. Tidak ada yang membuatnya bahagia, nasibnya tak semujur dan sesempurna yang orang lihat dari luar.


Kini ia berpikir ulang tentang rencananya menyusul Seo Jun, jika sampai ia meledak di sana hanya karena cemburu. Jika ia gagal menahan diri lalu menyatakan cinta pada Seo Jun, ia tak yakin hubungannya bisa sehangat sekarang.


“Dia mungkin membenciku kalau sampai tahu aku bukan sepupunya. Kalau dia tahu betapa berdosanya aku, apa dia masih mau didekatku?” Galau Moon, tangannya basah karena keringat dingin. Bagaimanapun Moon menyimpan sebuah dosa yang ia tutup rapat dari oppanya.


***


Hi reader, up lagi nih he he....


Setelah visual oppa Seo Jun yang diperkenalkan di episode sebelumnya, author bakal kenalin cast utama selanjutnya nih. Yup, siapa yang udah nungguin visualnya Manda?


Kriteria Manda ini gadis yang berkulit cerah, tinggi, senyumnya manis, dan dia tetap kelihatan cantik walau tanpa polesan tebal bahkan pakaian yang menarik. Author pilihkan dari artis Indonesia yang kira-kira mewakili deh. Semoga cocok dengan selera kalian juga ya. Mulai sekarang kita anggap saja Manda adalah Tatjana Saphira.


Masih ingat adegan Manda jadi supir Seo Jun dengan tampilan kaos putih polos, celana jeans sobek-sobek


dan sepatu kets andalannya, serta rambut yang sering ia kucir kuda? Nah... kita nostalgia lagi ya dengan visual ini. Semoga suka....


__ADS_1


__ADS_2